Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tok! Polres Batu Resmi Batasi Karnaval Sound Horeg, Maksimal Pakai 4 Subwoofer

Redaksi by Redaksi
Juli 22, 2025 4:03 pm
in News
Kesepakatan Polres Batu - Desa Giripurno batasi penggunaan sound horeg maksimal 4 subwoofer. Foto: Azmy

Kesepakatan Polres Batu - Desa Giripurno batasi penggunaan sound horeg maksimal 4 subwoofer. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Polres Batu merespon cepat polemik fenomena sound horeg yang sedang terjadi dan kerap dinilai negatif dari aspek ketertiban umum. Polda Jatim sendiri juga telah mengeluarkan imbauan pelarangan sound horeg terlebih usai MUI Jatim mengeluarkan fatwa haram.

Implementasi kebijakan tersebut mulai diterapkan dalam Karnaval Budaya Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji yang akan digelar pada 23 Juli 2025 mendatang.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Sebelum itu, Polres Batu menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan panitia karnaval, Kepala Desa Giripurno, Kesbangpol, Camat Bumiaji, hingga unsur Forkopimcam selama 2 hari sejak Senin hingga Selasa 21-22 Juli 2025.

Baca Juga: Polres Batu Rayakan Hari Bhayangkara ke-79 dengan Kegiatan Inklusif dan Merakyat

Hasilnya, terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak bahwa karnaval desa dengan menggunakan sound horeg harus dibatasi. Pembatasan berupa durasi karnaval yang harus selesai pada pukul 23.00 WIB. Selain itu, penggunaan sound hanya dibatasi 5 subwoofer yang sebelumnya memakain 8-12 sub.

Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo menegaskan pembatasan harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya situasi tak kondusif dari penggunaan sound horeg. Sejumlah sorotan tajam dan kritikan terhadap kepolisian juga berdatangan.

”Bahkan sound horeg ini kan sudah ada fatwa haram dari MUI. Sebagai bentuk win-win solution, kami dari aparat kepolisian lebih menekankan sisi ketertiban umum, kenyamanan warga dan juga perlindungan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga: Polres Batu Rayakan Hari Bhayangkara ke-79 dengan Kegiatan Inklusif dan Merakyat

Menurut Anton, penerapan pembatasan ini juga sudah sesuai regulasi diantaranya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 yang menetapkan batas tingkat kebisingan di kawasan permukiman maksimal 60 desibel.

”Jadi selain durasi karnaval, penggunaan jumlah sub sound dibatasi. Kalau truk besar dengan 8 sub itu jelas melebihi ambang batas. Anak kecil susah tidur, orang tua jadi stres banyak keluhan seperti itu,” kata dia.

Agar tidak ada pelanggaran, pihaknya juga secara tegas memberi batasan jenis kendaraan yang dipakai di karnaval maksimal menggunakan mobil jenis L300 dengan kapasitas 4 unit subwoofer.

Anton menegaskan, pembatasan ini tidak berlaku di Desa Giripurno, tapi juga di seluruh desa di Kota Batu. Jika membandel, tegas Anton, pihaknya tak segan untuk menindak tegas hingga berupa tindakan pembubaran paksa.

”Monggo kalau mau karnaval dan tasyakuran desa, kami tidak melarang. Hanya saja jangan sampai mengganggu kenyamanan orang lain. Sound yang digunakan harus sewajarnya,” ungkapnya.

Sebelum Karnaval, Rakor Dulu

Terpisah, Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata menambahkan terkait fenomena ini, pihaknya akan lebih selektif dalam mengeluarkan izin keramaian. Seluruh assesment perizinan harus dilakukan secara matang melalui rakor.

”Pelaksanaan rakor tentu harus sampai sepakat, bisa satu kali, bisa lebih. Intinya, jangan sampai ada indikasi penggunaan sound system berlebihan yang melanggar,” tegas Andi.

Selama ini, lanjut Andi, panitia karnaval berdalih membawa aspirasi dari dusun masing-masing yang sudah melakukan persiapan matang. Bahkan ada yang menyebut penggunaan sound horeg sebagai budaya baru.

Namun Andi berpendapat bahwa segala macam kegiatan harus berlandaskan pada kamtibmas dan kenyamanan masyarakat. Tak terkecuali dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya karnaval budaya desa.

“Kalau ada budaya, kami dukung. Tapi bukan budaya bikin bising tengah malam. Budaya itu kan ada nilai estetikanya yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Bukan malah jadi kebebasan tanpa aturan,” ungkap Andi.

Lebih lanjut, Andi juga mengimbau kepada produsen atau pemilik sound horeg untuk mulai menyesuaikan produksi perangkat mereka dengan pembatasan aturan yang baru. Ia berharap budaya sound horeg ini bisa kembali diterima masyarakat secara luas tanpa ada kesan mengganggu.

“Pada dasarnya, karnaval memakai sound system itu boleh-boleh saja. Tapi harus diatur dan disesuaikan dengan norma umum. Jangan malah jadi momok di tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: karnaval sound horegkota batuperizinan sound horegPOlres Batusound horegsubwoofer

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Kegiatan MPLS di SMP IT Insan Permata Malang. (Foto/dok.)

Ratusan Siswa Paud hingga SMP IT Insan Permata Malang Antusias Jalani MPLS, Tanamkan Karakter dan Budaya Sekolah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.