Tugumalang.id – Proses belajar mengajar tahun ajaran baru 2025/2026 telah dimulai. Ratusan siswa jenjang Paud, SD hingga SMP IT Insan Permata Malang antusias menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilangsungkan sejak 14 Juli hingga nanti 25 Juli 2025. Penguatan karakter hingga budaya sekolah ditanamkan kepada para siswa.
Kepala SMP IT Insan Permata Malang, Hafizh Maulana S.Pd, menyampaikan bahwa MPLS kali ini menyesuaikan dengan Kemendikdasmen RI yang bertajuk MPLS Ramah. Setidaknya, ada 49 siswa baru yang mengikuti MPLS ini.
Baca Juga: Belajar Demokrasi, SMP IT Insan Permata Malang Pilih Ketua OSIS Bak Pemilu
Baginya, MPLS tak sekedar untuk mengenalkan fasilitas sekolah maupun keluarga besar sekolah. Namun juga sebagai pengenalan budaya sekolah.
“Budaya di sekolah kami itu dilarang merokok, dilarang pacaran itu kami kenalkan juga. Bahkan kelas antara putra dan putri dipisah,” ucapnya.
Pihaknya juga menekankan penguatan karakter siswa sesuai dengan profil lulusan yakni mandiri, kreatif, inovatif, kritis dan berakhlak baik.

Selain itu, dia juga mengajak para siswa untuk memerangi praktik bullying di lingkungan sekolah. Bahkan pihaknya juga menghadirkan aggota Polresta Malang Kota untuk memberikan sosialisasi anti bullying.
Baca Juga: Pesan 6 Prinsip Utama Digaungkan dalam Pelepasan Peserta Didik SMPIT Insan Permata Malang
Dalam MPLS ini, SMP IT Insan Permata Malang juga memberikan materi tentang literasi dan numerasi, termasuk asesmen literasi dan numerasi bagi siswa.
“Asesmen ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan literasi dan numerasi siswa. Ini bukan untuk menilai atau pemeringkatan tapi melihat sejauh mana kemampuan mereka,” urainya.

Sementara itu, Kepala SD IT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati, S.Pd, mengatakan bahwa di jenjang SD mengajak seluruh guru pengajar mengenakan pakaian berbagai profesi, mulai dari dokter, insinyur hingga hakim.
“Jadi para guru menyambut anak-anak memakai pakaian bermacam profesi. Kami juga mengajak kakak-kakak kelas untuk merangkul siswa baru dan mengajari menata sepatu, mengetuk pintu hingga mengucapkan salam kepada guru,” bebernya.
Dia berharap nilai-nilai mulia yakni yang muda menghormati yang lebih tua dan yang tua mencintai yang lebih muda. Selain itu, menghadirkan suasana menyenangkan dengan penampilan seni budaya islami.

“Saat apel, siswa baru ada yang menyampaikan sesuatu yang cukup menyentuh. Dia menyampaikan terimakasih kepada kakak-kakak kelasnya yang telah menyambut mereka dengan hangat,” ujarnya.
Dia menekankan pembekalan adab siswa dalam MPLS ini. Tak hanya diberi teori, tetapi juga langsung diberikan contoh adab di sekolah.
“Kami juga mengajak wali murid yang berprofesi misalnya dokter, psikolog dan lainnya,” kata dia.
Tak hanya itu, dia juga melibatkan mahasiswa untuk melatih baris berbaris. Sebanyak 120 siswa baru cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“MPLS ini tonggak yang baik untuk mengenalkan karakter dan budaya di sekolah. Sehingga nanti menjadi kebiasaan anak-anak,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























