MALANG, Tugumalang.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Malang pada tahun 2025 turun menjadi 5,00 persen. Sebelumnya, TPT di Kabupaten Malang berada di angka 5,13 persen.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Tri Darmawan menjelaskan, angka TPT dihitung dari jumlah angkatan kerja. Saat ini, terdapat 1,53 juta jiwa angkatan kerja di Kabupaten Malang.
Artinya, ada sekitar 80 ribu jiwa yang menganggur. Angka ini didominasi oleh lulusan SMP, SMA/SMK atau sederajat.
Baca Juga: Peserta BPJS PBIN di Kabupaten Malang yang Dinonaktifkan Bisa Ajukan Reaktivasi
“Angka ini sudah banyak turun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Tri, beberapa waktu lalu.
Meski demikian, angka ini lebih tinggi dibanding angka TPT di Jawa Timur, yakni 3,8 persen. Disnaker Kabupaten Malang menargetkan angka TPT menurun hingga 4,8 persen di tahun 2026 ini.
Beberapa upaya dilakukan Disnaker Kabupaten Malang untuk mencapai angka tersebut. Di antaranya membuat pelatihan wirausaha agar masyarakat tak bergantung kepada perusahaan.
“Di tahun ini, kami akan membuka pelatihan membuat olahan makanan, seperti abon dan sambal. Pelatihan ini juga kami gelar tahun lalu,” kata Tri.
Dari pelatihan ini diharapkan masyarakat Kabupaten Malang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Akan lebih baik jika mereka membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.
Baca Juga: Debat Terakhir Pilkada Kota Batu 2024, Nurochman-Heli Paparkan Nawa Bhakti sebagai Solusi Pengangguran
“Alhamdulillah, peserta pelatihan sebelum-sebelumnya juga bisa membuka usaha kecil-kecilan,” kata Tri.
Di samping itu, Disnaker Kabupaten Malang akan terus melakukan sosialisasi aplikasi SIAPkerja yang berisi informasi lowongan pekerjaan. Mulai dari kesempatan kerja di dalam negeru maupun luar negeri.
“Sosialisasi ini kami gencarkan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Malang,” imbuh Tri.
Ia menerangkan, salah satu alasan banyaknya pengangguran di Kabupaten Malang adalah minimnya informasi lowongan pekerjaan. Padahal informasi tersebut bisa diakses melalui aplikasi SIAPkerja yang disediakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Oleh karena itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah terus dilakukan agar para siswa bisa mendapatkan informasi lowongan perkerjaan. Tri berharap, pihak sekolah bisa melakukan sosialisasi tanpa menunggu pihak Disnaker.
Pasalnya, jumlah sekolah di Kabupaten Malang sangat banyak, sementara sumber daya manusia (SDM) di Disnaker Kabupaten Malang sangat terbatas.
“Kami berharap pihak sekolah ikut aktif dalam mengenalkan aplikasi ini ke para siswa,” kata Tri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























