Tugumalang.id – Tim pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Pengontrolan Suhu” bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Makmur di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mendorong pemanfaatan potensi kelapa lokal sekaligus memberdayakan perempuan desa agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dari sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang vs Universitas Brawijaya, Mana Lebih Trend?
Dalam rangka mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan tiga unit chamber pengontrol suhu dan satu unit alat pemeras santan berbahan stainless steel berbasis sistem hidrolik kepada KWT Mekar Makmur.

Teknologi tepat guna ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, higienitas, dan efisiensi proses produksi VCO. Chamber pengontrol suhu menjaga suhu dalam proses fermentasi sehingga menghasilkan VCO yang mempunyai asam lemak rantai menengah yang tinggi, jernih, dan tahan lama.
Alat pemeras santan hidrolik mampu mempercepat proses ekstraksi serta meningkatkan rendemen santan dengan standar kebersihan pangan yang tinggi.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Temukan Mikroalga Baru: 2 Genus dan 7 Spesies Perairan Nusantara
Sosialisasi pelatihan digelar di balai desa ini diikuti oleh sekitar 40 anggota, sedangkan pelatihan produksi VCO dilakukan di rumah ketua KWT Mekar Makmur yaitu Ibu Indiati.

Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari pemilihan kelapa, pemarutan, pemerasan santan, fermentasi menggunakan chamber dengan suhu terkontrol, penyaringan, hingga pengemasan produk siap jual.
Dengan adanya dukungan alat produksi modern dan pendampingan teknis, KWT Mekar Makmur kini memiliki kemampuan awal untuk mengolah kelapa menjadi produk VCO yang berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.
Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Erni Yudaningtyas, MT, menjelaskan bahwa penerapan teknologi sederhana seperti chamber pengontrol suhu menjadi kunci dalam menjaga mutu dan efisiensi produksi.
Anggota tim lainnya, Prof. dr. Nurdiana dari Universitas Brawijaya memberikan penyuluhan mengenai penelitian dan manfaat VCO bagi kesehatan dan balita stunting.
Sedangkan Zakiyah Amalia, S.T., M.Tr.T. dari Politeknik Negeri Malang, turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis selama proses pelatihan produksi berlangsung. Mulai dari perakitan peralatan, pengujian awal, hingga bimbingan operasional kepada para peserta.
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung hilirisasi produk pertanian lokal, penguatan peran perempuan, serta pertumbuhan ekonomi desa berbasis inovasi teknologi.
Dengan adanya dukungan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, KWT Mekar Makmur diharapkan mampu tumbuh sebagai sentra produksi VCO yang mandiri, higienis, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rili Universitas Brawijaya
Editor: Herlianto. A





























