MALANG, Tugumalang.id – Melihat potensi yang dimiliki Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang dikenal sebagai salah satu desa dengan sektor pertanian dan perkebunan. Tim Dosen Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FH Unikama) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.
Dalam kegiatan pengabdian tersebut, Tim Dosen FH Unikama berfokus pada pengembangan komoditas lokal, yakni kopi Robusta khas, yakni Kopi Katu yang tumbuh di lereng Pegunungan Katu.
Seperti diketahui Desa Wadung memiliki luas lahan mencapai 480 ribu hektar, dengan potensi besar di pertanian dan perkebunan.
Baca Juga: Mahasiswa FH Unikama Berbagi Pengalaman Usai PKL di Kantor Advokat dan Konsultan Hukum

Tim Dosen FH Unikama menilai Kopi Katu memiliki potensi untuk bersaing di pasar nasional. Kopi tersebut memiliki cita rasa khas yang kuat dan autentik, hanya saja permasalahan selama ini adalah kopi yang dipasarkan dalam bentuk biji mentah. Kopi Wadung juga tanpa kemasan yang menarik dan juga tanpa legalitas produk.
Hal inilah yang menurut Tim Dosen FH Unikama menjadi problem bagi petani lokal yang ada di Desa Wadung untuk meningkatkan potensi ekonomi dan kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Poin Penting Jadi Notaris Ala Mahasiswa FH Unikama
Ketua Pengabdian yang juga selaku Dekan FH Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, S.H, M.H mengatakan melalui program pengabdian masyarakat DP3M Desa Binaan, pihaknya ingin tidak hanya mengedukasi petani lokal tetapi juga membantu mereka meningkatkan kesejahteraan mereka melalui potensi Kopi Katu.

Sehingga Tim Dosen FH Unikama akan melakukan pendampingan mulai dari pengemasan produk hingga pengurusan izin legalitas usaha Kopi Katu.
“Alhamdulillah kami telah lolos dalam hibah pengabdian ini, di dalam desa binaan akan dilakukan pendampingan intensif kepada Kelompok Petani Kopi Wadung. Mereka akan didampingi mulai dari mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT),” tutur Darajatun.
“Kemudian sosialisasi legal usaha dan merancang branding produk kopi lokal Gunung Katu Desa Wadung ini.Harapannya serta memperluas jangkauan pemasaran Kopi Katu ke pasar nasional,” imbuhnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan legalitas dan daya saing produk. Tetapi juga mendorong kenaikan omzet penjualan sebagai indikator keberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Wadung, Mahyudin menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Tim Dosen FH Unikama yang berkolaborasi bersama petani lokal, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kopi lokal.
Pihaknya merasa senang masyarakat Desa Wadung menjadi aktor utama dalam proses pemberdayaan ini. Selain itu, Kopi Katu sebagai komoditas lokal yang ada di sana dapat dikenal oleh masyarakat luas dan bersaing di pasar nasional.
“Semangat kolaborasi dan inovasi bersama Fakultas Hukum Unikama sebagai desa binaan, tentu sangat senang Kopi Katu dari Wadung ini bisa menjadi ikon baru kopi lokal. Tidak hanya mengangkat rasa tetapi juga martabat petani desa,” ujar Mahyudin.
“Dari lereng pegunungan menuju meja-meja kopi di seluruh nusantara. Wadung kini tak lagi hanya dikenal karena alamnya, tapi juga karena cita rasanya (Kopi Katu),” imbuhnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























