Sabtu, September 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

 Tiga Nahdliyin: Orkestrasi NU Pasca-Muktamar di Abad Kedua

Redaksi by Redaksi
September 5, 2026 5:19 pm
in Ruang Cendekia
 Tiga Nahdliyin: Orkestrasi NU Pasca-Muktamar di Abad Kedua
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Mastur, S.Psi, M.A

Hajatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup pada 31 Agustus 2026.

READ ALSO

NU First, Setelah Kita Masuk Rumah yang Sama

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Hasil Muktamar menetapkan KH Miftachul Akhyar kembali sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Selain itu, disepakati mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). NU pun resmi memasuki fase baru.

Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah gerbang masuk abad kedua (2026–2126) yang menuntut cara pandang baru terhadap tubuh organisasi terbesar di Indonesia.

Satu abad pertama NU dibangun di atas fondasi pesantren, tradisi, dan solidaritas komunal pedesaan. Abad kedua menghadapi realitas yang jauh lebih kompleks, yakni digitalisasi, urbanisasi, mobilitas kelas menengah, dan generasi muda yang tidak lagi otomatis mewarisi identitas ke-NU-an.

Di sinilah temuan riset Alvara Research Center menjadi sangat relevan. Hasanuddin Ali memetakan warga NU ke dalam tiga lapisan: Cultural Nahdliyin, Engaged Nahdliyin, dan Core Nahdliyin. Pemetaan ini bukan untuk memecah-belah, melainkan untuk memahami anatomi internal agar strategi abad kedua lebih tepat sasaran.

Baca juga: Jelang Pemilihan di Muktamar NU ke-35, Ini Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

Lapisan ini adalah yang terbesar. Mereka mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyin karena amaliah (tahlilan, maulid, qunut, ziarah), tradisi keluarga, dan rasa dekat secara kultural. Namun, keterikatan terhadap struktur jam’iyah relatif longgar. Survei Alvara menunjukkan bahwa dimensi ikatan organisasi justru paling rendah dibanding praktik keagamaan dan pemikiran Aswaja.

Mereka banyak berada di kalangan Gen Z, milenial, dan kelas menengah urban. Bagi mereka, NU adalah identitas yang nyaman, bukan keanggotaan formal yang menuntut keterlibatan rutin. Tantangan abad kedua terletak di sini: bagaimana membuat NU tetap relevan tanpa memaksa mereka masuk struktur hierarkis yang terasa kaku? Jika Cultural Nahdliyin hanya dicintai, tapi tak diikuti, basis sosial yang besar bisa menjadi ilusi kekuatan.

Baca juga: Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Lapisan menengah ini lebih aktif. Mereka tidak hanya menjalankan amaliah, tetapi juga terlibat dalam kegiatan banom, pengajian, program sosial, atau gerakan kemasyarakatan. Mereka belum tentu menjadi pengurus formal, namun memiliki rasa memiliki yang lebih kuat.

Engaged Nahdliyin adalah penghubung alami antara massa kultural yang luas dengan inti organisasi. Di era digital, mereka sering menjadi “node” yang menyebarkan nilai-nilai NU di ruang online maupun offline.

Tantangan pasca-Muktamar adalah bagaimana sistem kaderisasi dan program kerja mampu menyerap energi mereka tanpa membebani dengan formalitas yang berlebihan. Jika berhasil diorkestrasi, lapisan ini bisa menjadi mesin ekspansi pengaruh NU di tengah perubahan sosial yang cepat.

Ini adalah lapisan terkecil, namun paling solid. Mereka memahami fikrah, amaliah, harakah, dan komitmen kebangsaan secara utuh. Biasanya berasal dari lingkungan pesantren, kader yang melalui jenjang kaderisasi, atau pengurus yang menjadikan NU sebagai ruang khidmah utama.

Core adalah penjaga manhaj Aswaja An-Nahdliyyah. Namun, di abad kedua, mereka tidak cukup hanya menjadi penjaga tradisi. Mereka harus menjadi man of ideas sekaligus man of execution, yakni mampu membaca perubahan, merumuskan gagasan, dan mengeksekusinya. Kepemimpinan baru PBNU dituntut mampu menjaga soliditas Core sambil membuka ruang bagi lapisan lain agar tidak terasing.

Pasca-Muktamar, beberapa tantangan krusial menanti. Pertama, digitalisasi otoritas keagamaan. Internet sudah menjadi salah satu rujukan utama, terutama bagi generasi muda. NU harus hadir di ruang algoritma tanpa kehilangan kedalaman. Kedua, mobilitas kelas menengah dan urbanisasi. Warga NU tidak lagi mayoritas di desa dan kelas bawah.

Program ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial harus menyesuaikan. Ketiga, relevansi bagi generasi muda. Mereka butuh alasan yang nyata, bukan sekadar warisan, untuk tetap merasa menjadi bagian dari NU. Keempat, tata kelola organisasi modern. Konflik internal sebelumnya menjadi pelajaran bahwa akuntabilitas, kejelasan kewenangan Syuriah-Tanfidziyah, dan sistem kaderisasi yang sistematis menjadi kebutuhan mendesak.

Muktamar Tambakberas telah menghasilkan kepemimpinan baru dan meneguhkan komitmen kembali kepada marwah serta khidmah. Namun, keputusan formal hanyalah titik awal. Keberhasilan abad kedua akan ditentukan oleh kemampuan mengorkestrasi ketiga lapisan Nahdliyin tersebut.

Cultural Nahdliyin perlu diberi ruang dan manfaat yang membuat mereka merasa dibutuhkan, bukan hanya dihitung. Engaged Nahdliyin harus diberdayakan sebagai mitra aktif. Sementara Core Nahdliyin harus diperkuat kapasitasnya agar mampu memimpin perubahan tanpa kehilangan ruh keulamaan.

NU abad kedua tidak cukup menjadi organisasi yang besar. Ia harus menjadi ekosistem nilai, layanan, dan gerakan yang relevan bagi zaman. Jika tiga wajah Nahdliyin ini berhasil disatukan dalam satu orkestra yang harmonis, maka NU tidak hanya akan bertahan, tetapi akan terus menjadi rahmat bagi bangsa dan peradaban.

Saatnya bergerak dari sekadar menjaga jumlah menjadi merawat kualitas keterikatan. Itulah ujian sesungguhnya di ambang abad kedua.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang yang sekarang berkhidmat di KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

editor: jatmiko

**Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com.

 

Tags: Muktamar NUMuktamar NU ke-35Nahdlatul UlamaNURuang Cendekia

Related Posts

NU First, Setelah Kita Masuk Rumah yang Sama
Ruang Cendekia

NU First, Setelah Kita Masuk Rumah yang Sama

Sabtu, 5 Sep 2026
Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Ruang Cendekia

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Ruang Cendekia

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Ruang Cendekia

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Ruang Cendekia

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.