Tugumalang.id – Rawon tetap menjadi kuliner favorit masyarakat meski berbagai hidangan modern terus bermunculan. Kuliner khas Jawa Timur ini dikenal memiliki kuah berwarna hitam dengan cita rasa gurih yang khas.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui platform Indonesiana menjelaskan bahwa warna hitam pada rawon berasal dari kluwek, rempah khas yang menjadi identitas utama hidangan tersebut.
Selain memberikan warna yang khas, kluwek juga menghasilkan cita rasa yang kaya sehingga membuat rawon tetap menjadi kuliner favorit di berbagai daerah, termasuk Malang.
Baca Juga: Fakta di Balik Rawon, Kluwek Dulu Beracun Kini Jadi Andalan Rasa
Tidak heran apabila hidangan ini masih mudah ditemukan, mulai dari warung sederhana hingga rumah makan legendaris yang telah berdiri selama puluhan tahun.
Mengapa Rawon Tetap Menjadi Kuliner Favorit hingga Sekarang?
Salah satu alasan rawon tetap menjadi kuliner favorit adalah cita rasanya yang khas dan sulit ditemukan pada hidangan lain.
Perpaduan kluwek dengan berbagai rempah, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, serai, dan lengkuas menghasilkan kuah yang gurih dengan aroma yang kuat.
Selain itu, rawon biasanya disajikan bersama potongan daging sapi yang dimasak hingga empuk, dilengkapi tauge pendek, sambal, kerupuk, dan telur asin. Perpaduan tersebut membuat cita rasa rawon semakin lengkap dan tetap diminati oleh berbagai kalangan.
Kluwek Menjadi Rahasia Kuah Hitam Rawon
Kluwek menjadi bahan utama yang membedakan rawon dari hidangan berkuah lainnya. Menurut Kemendikbudristek melalui platform Indonesiana, biji kluwek yang telah melalui proses fermentasi menghasilkan warna hitam alami sekaligus memberikan rasa gurih yang khas pada masakan.
Baca Juga: Harmoni Dua Rasa, Rekomendasi Pecel Rawon di Malang yang Wajib Masuk List Kulineran
Penggunaan kluwek juga harus dilakukan dengan tepat karena proses pengolahannya memengaruhi rasa akhir rawon. Oleh sebab itu, banyak rumah makan legendaris tetap mempertahankan resep turun-temurun agar cita rasa rawon tetap autentik.
5 Tempat Rawon Terenak di Malang yang wajib di coba
Selain dikenal dengan cita rasa kuah hitamnya, Malang juga memiliki sejumlah warung rawon legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun dan masih ramai dikunjungi hingga kini. Berikut lima tempat rawon yang bisa menjadi pilihan.
1. Rawon Rampal
Rawon Rampal menjadi salah satu ikon kuliner Kota Malang. Kuahnya gurih dengan potongan daging yang melimpah serta disajikan bersama tauge pendek, sambal, dan kerupuk. Lokasinya berada di Jl. Panglima Sudirman No. 71A, Klojen, Kota Malang dengan kisaran harga sekitar Rp50.000–Rp75.000 per porsi.
2. Rawon Nguling Malang
Rawon Nguling dikenal sebagai salah satu depot rawon legendaris yang banyak dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal. Kuahnya kaya rempah dengan potongan daging yang empuk. Berlokasi di Jl. Zainul Arifin No. 62, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang dengan kisaran harga sekitar Rp25.000–Rp50.000 per porsi.
3. Rawon Brintik
Rawon Brintik menawarkan kuah hitam pekat dengan cita rasa rempah yang kuat. Rumah makan ini berada di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 39, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang. Harga satu porsi rawon berkisar Rp25.000–Rp50.000.
4. Rawon Djenggot
Rawon Djenggot menjadi salah satu pilihan kuliner yang cukup dikenal di Malang. Kuahnya gurih dengan pilihan lauk pendamping yang beragam. Lokasinya berada di Jl. Simpang Kawi No. 1, Bareng, Klojen, Kota Malang dengan kisaran harga sekitar Rp25.000–Rp50.000 per porsi.
5. Pecel dan Rawon Glintung Bu Yatirah
Bagi yang ingin menikmati perpaduan menu tradisional, Pecel dan Rawon Glintung Bu Yatirah menawarkan pecel dan rawon dalam satu tempat. Lokasinya berada di Jl. Letjen S. Parman No. 129, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang dengan harga mulai sekitar Rp15.000–Rp25.000 per porsi.
Rawon Tetap Menjadi Kuliner Favorit di Tengah Tren Makanan Modern
Keberadaan berbagai warung rawon legendaris di Malang menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Di tengah berkembangnya berbagai tren makanan modern, rawon tetap menjadi kuliner favorit karena mampu mempertahankan cita rasa khas dari kluwek yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang, menikmati semangkuk rawon tidak hanya menjadi pengalaman kuliner, tetapi juga menjadi cara mengenal salah satu kekayaan kuliner khas Jawa Timur yang masih lestari hingga sekarang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
Editor: Herlianto. A


























