Tugumalang.id – Di berbagai belahan dunia, kuliner menjadi bagian penting dari identitas budaya. Di samping itu, kuliner juga memiliki peranan penting bagi ekonomi lokal dan pengembangan kreativitas masyarakat.
UNESCO Creative Cities Network (UCCN) menetapkan puluhan kota di seluruh dunia sebagai Creative City of Gastronomy atau Kota Kreatif Gastronomi. Pengakuan ini diberikan kepada kota yang memiliki kekayaan kuliner serta menjadikan kreativitas, inovasi, dan gastronomi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Tetap Kuliner Favorit, Keunikan Kuah Hitam dan 5 Tempat Rawon Enak di Malang
Berikut lima dari puluhan kota kreatif UNESCO di bidang gastronomi yang menarik untuk diketahui.
1. Madinah, Arab Saudi
Madinah atau Al-Madinah Al-Munawwarah resmi menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network bidang Gastronomi pada 2025. Madinah dikenal memiliki lebih dari 130 varietas kurma.
Perkembangan kulinernya juga didukung oleh kekayaan bahan pangan lokal, rempah-rempah, serta hasil pertanian di kawasan oasis. Beberapa makanan yang mencerminkan kekayaan kuliner Madinah antara lain nasi khas Madinah, roti sharik, serta berbagai olahan kurma dan kue tradisional.
2. Chengdu, China
Chengdu merupakan ibu kota Provinsi Sichuan yang terkenal dengan cita rasa makanan pedasnya. Kota ini ditetapkan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy pada 2010.
Salah satu ciri khas gastronomi Chengdu adalah penggunaan lada Sichuan dan cabai dalam berbagai hidangan. Makanan seperti mapo tofu, kung pao chicken, dan hot pot Sichuan menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner kota ini.
3. Gaziantep, Turkiye
Kota yang berada di sisi tenggara Turkiye ini masuk dalam UNESCO Creative Cities Network sebagai City of Gastronomy pada 2015. Salah satu makanan paling terkenal dari Gaziantep adalah baklava, hidangan manis berbahan dasar lapisan filo, kacang pistachio, dan sirup.
Baca Juga: Kuliner Malang, dari Daging Digebug hingga Kopi Diseduh di Atas Pasir
Pistachio menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Gaziantep. Bahan tersebut tidak hanya digunakan dalam makanan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
4. Parma, Italia
Parma dikenal dengan kejunya, Parmigiano Reggiano yang sering ditemui di restoran-restoran Italia di seluruh dunia. Produk kuliner lainnya yang identik dengan Parma adalah ham prosciutto yang memiliki rasa khas.
Lebih dari 30 persen penduduknya bekerja di bidang pertanian dan gastronomi. Oleh karena itu, di tahun 2015 kota ini ditetapkan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy.
5. Tsuruoka, Jepang
Tsuruoka bergabung dengan UNESCO Creative Cities Network sebagai City of Gastronomy di tahun 2014. Salah satu kekuatan gastronomi Tsuruoka adalah keberagaman bahan pangan yang berasal dari lingkungan alam sekitarnya seperti jamur, rebung, edamame, padi gunung, hingga boga bahari.
Tsuruoka juga memiliki hubungan erat dengan tradisi kuliner yang berkembang di kawasan Gunung Dewa, termasuk makanan yang berkaitan dengan budaya keagamaan dan kehidupan masyarakat pedesaan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































