Tugumalang.id – Saat ini tidak sedikit orang yang mengalami fenomena berbicara dengan diri sendiri atau self-talk. Contoh kecilnya seperti saat seseorang terbangun karena alarm dan menggerutu ‘aduh berisik nih alarm’. Atau pada saat mengaca dan terfikir ‘hmm sepertinya rambut pendek bagus’ dan masih banyak contoh lain.
Namun jika orang lain melihat ada seseorang yang berbicara sendiri, pasti pikiran yang terlintas adalah orang ini aneh, tanda-tanda mental illness, dan banyak spekulasi negatif lainnya. Stigma ini juga masih sangat lekat diantara masyarakat.
Padahal selama beberapa dekade, para psikolog sudah menyampaikan bahwa berbicara sendiri itu hal yang normal. Karena faktanya banyak orang, meskipun tidak semua orang, pasti pernah mengalami self-talk dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Sesi Singing Bowl Sound Healing Grand Mercure Malang Mirama Bersama Shanti
Lalu, apa sebenarnya alasan orang berbicara sendiri?
Dalam salah satu video edukasi di kanal YouTube TED-Ed berjudul “Is It Normal to Talk to Yourself?”, dijelaskan bahwa self-talk bukan sekadar gumaman tanpa makna.
Simak penjelasan nya untuk memahami fenomena ini.
1. Mengenal Apa Itu Self-Talk
Menurut TED-Ed, Self-talk merujuk pada narasi internal yang terjadi di dalam kepala atau biasa disebut sebagai inner speech. Hal ini berbeda dengan sekadar membayangkan gambar atau mengingat fakta.
Secara spesifik, psikolog mendefinisikan self-talk sebagai pikiran verbal dengan kata lain, terucap secara mental maupun lisan dan diarahkan pada diri sendiri.
Contohnya berupa percakapan pribadi seperti, “Aku harus latihan lemparan bebas ini lagi,” hingga refleksi sederhana sepanjang hari seperti, “Game ini rame banget malam ini, besok saja deh mainnya.”
Menariknya, meskipun pada orang dewasa self-talk lebih sering dilakukan dalam hati, berbicara dengan suara keras kepada diri sendiri tetap masuk dalam kategori ini.
Baca Juga: 4 Wisata Alam di Malang yang Cocok untuk Healing
Faktanya, kebiasaan ini sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Pada tahun 1930-an, psikolog Lev Vygotsky berhipotesis bahwa berbicara sendiri pada anak-anak adalah kunci perkembangan mereka.
Dengan mengulangi percakapan yang mereka dengar dari orang dewasa, anak-anak belajar mengelola perilaku dan emosi mereka secara mandiri sebelum akhirnya percakapan itu berubah menjadi dialog internal seiring bertambahnya usia.
2. Beragam Manfaat Self-Talk
Meskipun sering dianggap aneh, sains membuktikan bahwa apa yang berbicara kepada diri sendiri dapat mempengaruhi sikap dan performa seseorang.
Self-talk yang bersifat instruksional atau motivasional terbukti dapat meningkatkan fokus, meningkatkan rasa percaya diri, dan membantu menyelesaikan tugas sehari-hari.
Sebuah studi terhadap pemain tenis perguruan tinggi menemukan bahwa mereka yang memasukkan self-talk instruksional dalam latihan menunjukkan tingkat konsentrasi dan akurasi yang lebih tinggi.
Sama halnya seperti mengobrol dengan teman yang bisa mengurangi stres, berbicara langsung kepada diri sendiri juga membantu mengatur regulasi emosi. Ini adalah cara otak untuk merencanakan langkah, melewati situasi sulit, dan memotivasi diri sepanjang hari.
3. Teknik Distanced Self-Talk
Ada satu teknik self-talk khusus yang dianggap sangat efektif, yaitu distanced self-talk. Ini adalah kondisi di mana seseorang berbicara kepada diri sendiri seolah-olah sedang berbicara dengan orang lain. Daripada berkata, “Aku pasti bisa,” menggunakanlah nama sendiri, misalnya, “Risa, kamu pasti bisa!”
Penelitian menunjukkan bahwa jenis self-talk ini sangat bermanfaat untuk mengurangi stres saat menghadapi tugas yang memicu kecemasan, seperti bertemu orang baru atau berbicara di depan umum.
Dengan memposisikan diri sebagai pihak ketiga, kita cenderung memberikan nasihat yang lebih objektif dan lebih tenang kepada diri sendiri.
Namun, perlu diingat bahwa kualitas self-talk sangat menentukan hasilnya. Self-talk yang positif tentu akan memberikan manfaat.
Sebaliknya, self-talk negatif yang terlalu sering atau berlebihan dapat menjadi toksik dan memicu depresi atau kecemasan. Oleh karena itu, penting untuk selalu bersikap selektif, bahkan pada saat berbicara dengan diri sendiri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A





























