Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Konflik Agraria, 10 Ribu Haktare Lahan Masih Sengketa di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
November 5, 2023 1:20 pm
in News
Praktik Pemetaan Partisipatif persil bidang tanah eks HGU PTPN XII Kalibakar di Desa Bumirejo Kecamatan Dampit. Foto: Tanahkita.id

Praktik Pemetaan Partisipatif persil bidang tanah eks HGU PTPN XII Kalibakar di Desa Bumirejo Kecamatan Dampit. Foto: Tanahkita.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Konflik agraria di Indonesia tak hanya terjadi di Rempang yang saat ini hangat diperbincangkan, tetapi juga terjadi di Malang. 10 ribu hektare lahan di Kabupaten Malang saat ini masih menjadi sengketa.

Konflik pertanahan di Kabupaten Malang ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan hingga kini belum menemukan penyelesaian. Bahkan, ada konflik yang terjadi hingga tiga generasi.

READ ALSO

Mayat Pria Ditemukan di Taman Jalan Veteran, Identitas Masih Dicari

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang telah melakukan riset mendalam di kurun waktu 2022-2023 terkait anatomi konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Malang. Riset tersebut dilakukan untuk merumuskan upaya advokasi yang berkelanjutan terhadap konflik agraria ini.

Ketua KNPI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, mengatakan bahwa secara umum, konflik agraria di Kabupaten Malang terbagi menjadi tiga kluster, yaitu sengketa antara tentara dengan rakyat, sengketa BUMN dengan rakyat, dan sengketa perusahaan pemilik Hak Guna Usaha (HGU) dengan rakyat.

Baca Juga: 17 Hektare Tanah Hutan di Kota Batu Dibagi-bagikan ke Warga

“Berbagai potensi pelanggaran HAM telah timbul tenggelam menyusul konflik agraria yang tak kunjung reda,” kata Zulham beberapa waktu lalu.

Beberapa bentuk pelanggaran HAM yang terjadi akibat konflik agraria ini adalah hilangnya enam warga Harjokuncaran dan bentrok TNI dengan rakyat.

Konflik Agraria dengan Tentara

Saat ini setidaknya terdapat 14 konflik agraria yang masih berlangsung di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Enam di antaranya merupakan konflik antara tentara dengan rakyat. Kemudian terdapat tujuh konflik antara BUMN dengan rakyat dan satu konflik antara perusahaan swasta dengan rakyat.

Peta konflik agrarian perkebunan Kalibakar. Foto: KNPI Kabupaten Malang

Salah satu konflik agraria yang memiliki sejarah panjang adalah sengketa tanah seluas 60 hektare antara rakyat dengan PUSKOPAD Kodam V Brawijaya di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Konflik ini telah berlangsung selama kurang lebih 60 tahun.

Menurut penuturan warga kepada KNPI Kabupaten Malang, pada tahun 1962-1963, tanah yang digarap oleh para petani dibeli oleh TNI AD untuk pembangunan tempat latihan militer. Namun, para petani tidak mendapatkan uang hasil pembelian tanah.

TNI AD menyatakan pihaknya telah memberikan ganti rugi kepada para petani di tahun 19601-an. Akan tetapi mereka tidak pernah melaporkan kembali kepemilikan tanah kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) sehingga tanah tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

Konflik dengan BUMN

Konflik lainnya yang berlangsung lama adalah sengketa tanah perkebunan Kalibakar antara rakyat dengan PT Perkebunan Nusantara PTPN XII. Konflik ini telah berlangsung selama 26 tahun.

Perkebunan Kalibakar yang berada di Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Donomulyo tersebut telah digarap oleh rakyat sejak pendudukan kolonial Jepang di Indonesia. Tanah ini kemudian dikuasai oleh negara yang mengambil alih hak erpfacht empat perkebunan milik Belanda.

Pada tahun 1986 PTPN XII mengajukan permohonan HGU atas kawasan hak erpfacht di empat area perkebunan bekas Belanda tersebut. Padahal, menurut rakyat, tanah tersebut adalah milik nenek moyang mereka yang dirampas oleh Belanda.

Resolusi konflik di perkebunan Kalibakar dimulai pada tahun 1997, namun hingga saat ini masih menemui jalan buntu.

Konflik dengan Pihak Swasta

Sementara itu, sengketa antara rakyat dengan pihak swasta, PT Wonokoyo Jaya Corporindo tengah berlangsung di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kedua pihak memperebutkan tanah seluas 68 hektare eks HGU PT Margosuko.

Konflik ini terjadi karena PT Margosuko awalnya bekerja sama dengan masyarakat sejak tahun 2010. Namun di tahun 2019, kerja sama tersebut dihentikan karena lahan mereka dialihkan kepada PT Wonokoyo Jaya Corporindo. Pada saat peralihan ini, PT Margosuko tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Konflik ini menyebabkan sejumlah warga dipidanakan oleh PT Wonokoyo Jaya Corporindo. Hingga saat ini, konflik ini masih belum menunjukkan tanda-tanda resolusi dari kedua pihak.

Zulham mengatakan pihak KNPI Kabupaten Malang berpendapat saat ini penting untuk memunculkan kembali ide reforma agraria dari bawah yang berasal dari kehendak rakyat. “Ini sebagai salah satu konsep untuk menghentikan dominasi kuasa tanah oleh negara,” ujarnya.

Menurutnya, melalui reforma agraria, petani akan mendapatkan kuasa atas tanah yang nantinya didistribusikan secara adil. Reforma agraria dari bawah lebih dekat dengan situasi dan kondisi materil rakyat sehingga mereka yang mengetahui seperti apa distribusi tanah yang adil.

Penelitian yang mereka lakukan ini dibuat sebagai dasar penyelesaian konflik melalui metodologi mediasi dengan win-win solution. “Tujuannya agar dapat dicapai solusi permanen terkait konflik pertanahan yang melibatkan TNI, BUMN, dan swasta dengan warga sebagai pemilik kedaulatan tertinggi sebuah negara demokrasi,” kata Zulham.

Ia mengatakan bahwa pihak KNPI Kabupaten Malang berkomitmen untuk mengawal proses reforma agraria ini dengan melakukn advokasi secara berkelanjutan. “Hal ini akan mungkin dilakukan dengan melibatkan unsur pemuda lokal dari setiap kecamatan yang berhimpun di PK KNPI setempat,” pungkasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Headlinekabupaten malangKNPIKonflik AgrariaKonflik Lahan di Kabupaten Malang

Related Posts

Mayat Pria Ditemukan di Taman Jalan Veteran, Identitas Masih Dicari
News

Mayat Pria Ditemukan di Taman Jalan Veteran, Identitas Masih Dicari

Jumat, 4 Sep 2026
Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas
News

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Kamis, 3 Sep 2026
Warga Ternyang Pasang Besi Penyangga di Jembatan Garuda Termangun
News

Warga Ternyang Pasang Besi Penyangga di Jembatan Garuda Termangun

Rabu, 2 Sep 2026
Festival Nyusu Bareng 2026 Perluas Pasar Susu Dusun Brau Kota Batu
News

Festival Nyusu Bareng 2026 Perluas Pasar Susu Dusun Brau Kota Batu

Rabu, 2 Sep 2026
Ayam Peternak
News

Harga Telur Anjlok, Peternak Kecil di Kabupaten Malang Terancam Gulung Tikar

Rabu, 2 Sep 2026
Harga Telur Anjlok di Malang, Peternak Ayam Kepanjen Kuras Tabungan
News

Harga Telur Anjlok di Malang, Peternak Ayam Kepanjen Kuras Tabungan

Rabu, 2 Sep 2026
Next Post
artis ibu kota

Sederet Artis Ibu Kota Tutup Helatan Panggung Seru di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.