Rabu, September 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Sutrisno Abdi, Eks Napi Terorisme yang Bangun Pertanian Terpadu di Turen

Redaksi by Redaksi
Juli 16, 2022 8:34 pm
in Featured, Insight
sutrisno abdi

Sutrisno Abdi (40), eks napiter yang saat ini dipercaya mengelola Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Turen. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sutrisno Abdi (40) merupakan eks narapidana terorisme (napiter) di Kabupaten Malang. Sebagai eks napiter, Sutrisno mencoba mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif yang tak hanya membantu perekonomian keluarganya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Saat ini, ia menjadi pengelola Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Turen yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kawasan itu merupakan pertanian terpadu bagi eks napiter yang terinspirasi dari Rumah Ketahanan Pangan yang didirikan oleh Sutrisno.

READ ALSO

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Kepada Tugu Malang ID, Sutrisno menceritakan awal mula ia bisa terjerumus ke dunia terorisme dan bagaimana ia bangkit selepas menjalani masa hukumannya.

“Kejadiannya pada tahun 2015. Waktu itu saya melakukan jual beli bahan peledak,” kenang Sutrisno, memulai ceritanya.

Ia mendapat pesanan dari orang tak dikenal. “Nggak tahu (siapa yang memesan). Anonim. Saya kenalnya melalui chat di media sosial,” kata Sutrisno.

Ia menyanggupi pesanan itu. Kemudian, ia membeli bahan-bahan yang dibutuhkan di toko kimia dan meraciknya sendiri menjadi bahan peledak.

Perkiraan keuntungan yang ia dapat dari transaksi inipun tak terlalu banyak yaitu sekitar Rp 10 juta. Namun bagi Sutrisno saat itu, ini adalah uang yang ia butuhkan. “Motivasi saya waktu itu ya kesejahteraan, perekonomian,” jelasnya.

Iapun tak tahu bahan peledak yang ia buat akan digunakan untuk apa. Ia hanya bisa menerka-nerka bahwa itu akan dipakai untuk melakukan penyerangan terhadap Singapura.

“Mungkin untuk menyerang Singapura. Dulu mereka dikenal angkuh. Banyak koruptor-koruptor yang tinggal di sana, aset-asetnya ditimbun di sana,” kata pria asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini.

Saat mengirim bahan peledak itu ke Singapura, pesawat yang ia naiki transit di Brunei Darussalam. Di negara itu, ia ketahuan membawa barang terlarang. “Saya ditangkap di sana, lalu dideportasi ke Indonesia,” kata Sutrisno.

Akibat perbuatannya, ia mendapat putusan hukuman empat tahun dan menjalaninya selama tiga tahun dua bulan.

Setelah bebas di tahun 2018, Sutrisno kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Jabung. Di sana, ia memiliki lahan tebu yang bisa ia kelola.

Sayang, lahan itu tak menghasilkan banyak uang. “Ternyata lahan tebu itu tidak begitu menguntungkan. Hasilnya lama, setahun sekali. Tidak bisa ditumpang sari. Mencari pekerjaanpun sulit,” kata Sutrisno.

Untuk menyiasati agar lahannya bisa menghasilkan lebih banyak uang, ia merombaknya secara perlahan-lahan. Di bagian depan lahan, yang dekat dengan jalan, ia gunakan untuk berjualan bibit tanaman dan akuarium. Kemudian sebagian sisa lahan ia gunakan sebagai playground untuk anak-anak.

sutrisno abdi
Lahan jagung di KTN Turen yang baru saja dipanen. Foto: Aisyah Nawangsari

“Sekarang yang bagian depan itu playground dan tanaman hias. Belakangnya lagi ada pemancingan dan hortikultra. Belakang sendiri sawah. Jadi konsepnya pertanian terpadu,” papar Sutrisno.

Rumah Ketahanan Pangan ini rupanya menyita perhatian BNPT. Mereka berpendapat ini bisa dikembangkan dan menjadi solusi bagi eks napiter agar produktif.

Rumah Ketahanan Pangan akhirnya menjadi prototipe untuk membangun proyek yang lebih besar lagi untuk deradikalisasi sekitar 30 orang eks napiter di Jawa Timur yaitu KTN di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

sutrisno abdi
Warung NKRI, salah satu unit usaha KTN Turen. Foto: Aisyah Nawangsari

“Di sini (KTN) nanti diterapkan seperti itu, pertanian terpadu. Jadi nanti ada hortikultura, sawah, perikanan, dan peternakan,” tutur Sutrisno.

Untuk saat ini, sudah ada empat orang eks napiter yang aktif mengelola KTN. Sutrisno berharap semua eks napiter di Jawa Timur bisa bergabung dan memgembangkan KTN bersama-sama.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kabupaten malangmalangsutrisno abdi

Related Posts

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa
Insight

Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Jumat, 11 Sep 2026
Siapa Owner Chatour Travel? Mengenal H. Muhibbin Billah
Insight

Siapa Owner Chatour Travel? Mengenal H. Muhibbin Billah

Rabu, 9 Sep 2026
Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!
Insight

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Kamis, 27 Agu 2026
Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Next Post
Haji Pengabdi Medsos

Haji Pengabdi Medsos

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.