Kamis, Juli 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Sutrisno Abdi, Eks Napi Terorisme yang Bangun Pertanian Terpadu di Turen

Redaksi by Redaksi
Juli 16, 2022 8:34 pm
in Featured, Insight
sutrisno abdi

Sutrisno Abdi (40), eks napiter yang saat ini dipercaya mengelola Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Turen. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sutrisno Abdi (40) merupakan eks narapidana terorisme (napiter) di Kabupaten Malang. Sebagai eks napiter, Sutrisno mencoba mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif yang tak hanya membantu perekonomian keluarganya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Saat ini, ia menjadi pengelola Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Turen yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kawasan itu merupakan pertanian terpadu bagi eks napiter yang terinspirasi dari Rumah Ketahanan Pangan yang didirikan oleh Sutrisno.

READ ALSO

Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis

Pelatihan GBC Coach Dr Fahmi Tuntas, Peserta Nilai Materinya Setara Pascasarjana

Kepada Tugu Malang ID, Sutrisno menceritakan awal mula ia bisa terjerumus ke dunia terorisme dan bagaimana ia bangkit selepas menjalani masa hukumannya.

“Kejadiannya pada tahun 2015. Waktu itu saya melakukan jual beli bahan peledak,” kenang Sutrisno, memulai ceritanya.

Ia mendapat pesanan dari orang tak dikenal. “Nggak tahu (siapa yang memesan). Anonim. Saya kenalnya melalui chat di media sosial,” kata Sutrisno.

Ia menyanggupi pesanan itu. Kemudian, ia membeli bahan-bahan yang dibutuhkan di toko kimia dan meraciknya sendiri menjadi bahan peledak.

Perkiraan keuntungan yang ia dapat dari transaksi inipun tak terlalu banyak yaitu sekitar Rp 10 juta. Namun bagi Sutrisno saat itu, ini adalah uang yang ia butuhkan. “Motivasi saya waktu itu ya kesejahteraan, perekonomian,” jelasnya.

Iapun tak tahu bahan peledak yang ia buat akan digunakan untuk apa. Ia hanya bisa menerka-nerka bahwa itu akan dipakai untuk melakukan penyerangan terhadap Singapura.

“Mungkin untuk menyerang Singapura. Dulu mereka dikenal angkuh. Banyak koruptor-koruptor yang tinggal di sana, aset-asetnya ditimbun di sana,” kata pria asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini.

Saat mengirim bahan peledak itu ke Singapura, pesawat yang ia naiki transit di Brunei Darussalam. Di negara itu, ia ketahuan membawa barang terlarang. “Saya ditangkap di sana, lalu dideportasi ke Indonesia,” kata Sutrisno.

Akibat perbuatannya, ia mendapat putusan hukuman empat tahun dan menjalaninya selama tiga tahun dua bulan.

Setelah bebas di tahun 2018, Sutrisno kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Jabung. Di sana, ia memiliki lahan tebu yang bisa ia kelola.

Sayang, lahan itu tak menghasilkan banyak uang. “Ternyata lahan tebu itu tidak begitu menguntungkan. Hasilnya lama, setahun sekali. Tidak bisa ditumpang sari. Mencari pekerjaanpun sulit,” kata Sutrisno.

Untuk menyiasati agar lahannya bisa menghasilkan lebih banyak uang, ia merombaknya secara perlahan-lahan. Di bagian depan lahan, yang dekat dengan jalan, ia gunakan untuk berjualan bibit tanaman dan akuarium. Kemudian sebagian sisa lahan ia gunakan sebagai playground untuk anak-anak.

sutrisno abdi
Lahan jagung di KTN Turen yang baru saja dipanen. Foto: Aisyah Nawangsari

“Sekarang yang bagian depan itu playground dan tanaman hias. Belakangnya lagi ada pemancingan dan hortikultra. Belakang sendiri sawah. Jadi konsepnya pertanian terpadu,” papar Sutrisno.

Rumah Ketahanan Pangan ini rupanya menyita perhatian BNPT. Mereka berpendapat ini bisa dikembangkan dan menjadi solusi bagi eks napiter agar produktif.

Rumah Ketahanan Pangan akhirnya menjadi prototipe untuk membangun proyek yang lebih besar lagi untuk deradikalisasi sekitar 30 orang eks napiter di Jawa Timur yaitu KTN di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

sutrisno abdi
Warung NKRI, salah satu unit usaha KTN Turen. Foto: Aisyah Nawangsari

“Di sini (KTN) nanti diterapkan seperti itu, pertanian terpadu. Jadi nanti ada hortikultura, sawah, perikanan, dan peternakan,” tutur Sutrisno.

Untuk saat ini, sudah ada empat orang eks napiter yang aktif mengelola KTN. Sutrisno berharap semua eks napiter di Jawa Timur bisa bergabung dan memgembangkan KTN bersama-sama.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kabupaten malangmalangsutrisno abdi

Related Posts

Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis
Insight

Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis

Selasa, 21 Jul 2026
Coach1
Insight

Pelatihan GBC Coach Dr Fahmi Tuntas, Peserta Nilai Materinya Setara Pascasarjana

Minggu, 19 Jul 2026
Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Insight

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Jumat, 17 Jul 2026
Coach Fahmi berbagi pandangan tentang kepemimpinan berkarakter sebagai fondasi bangsa yang tangguh. /Foto: Dok.
Insight

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026
Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Next Post
Haji Pengabdi Medsos

Haji Pengabdi Medsos

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.