Malang, Tugumalang.id-Aliran Sungai Amprong di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tertutup bambu dan sampah. Akibatnya, wilayah sekitar sungai tersebut mengalami banjir luapan pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 06.00.
Tumpukan bambu dan sampah itu tersangkut di bagian bawah Jembatan Wonorejo. Selain menyebabkan banjir, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat merusak struktur jembatan.
“Wilayah Poncokusumo diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hujan deras membuat aliran sungai menjadi deras dan membawa material bambu,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Petugas bersama warga telah melakukan kerja bakti membersihkan bambu dan sampah secara manual. Material yang menumpuk di atas jembatan telah berhasil dibersihkan. Namun, sebagian material masih tersangkut di bagian bawah jembatan.
Baca juga: 3 Bocah di Madyopuro Kota Malang Hanyut di Sungai Amprong, 2 Tewas
Menurut Sadono, dibutuhkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan sisa material secara menyeluruh. “Kondisi siang ini aliran sungai masih terhambat bambu dan sampah,” ujarnya.
Banjir luapan juga terjadi di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada Jumat (7/11/2025) sore. Hujan deras saat itu memicu longsor yang materialnya menutup saluran drainase sepanjang 10 meter, dengan tinggi lima meter dan lebar satu meter.
Tersumbatnya drainase menyebabkan air meluap dan membanjiri rumah warga. Satu rumah mengalami kerusakan karena bagian belakangnya ikut longsor. “Kerusakan rumah warga terjadi di bagian dapur,” kata Sadono.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam dua kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan sembako kepada warga terdampak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























