Malang, Tugumalang.id – Berawal dari kecintaan terhadap motor dan perlengkapannya, Suka Jadoel kini menjadi salah satu pionir dalam penjualan dan perbaikan helm klasik di Indonesia. Bisnis ini lahir dari hobi Febri, sang pemilik, yang sejak 2016 gemar mengenakan helm vintage saat mengendarai motor lama. Helm DMI Vigano 45 menjadi koleksi pertamanya, yang kemudian membawanya mendalami dunia helm klasik.
Seiring waktu, kecintaan Febri terhadap helm klasik semakin mendalam. Di tengah pandemi COVID-19 pada 2020, ia melihat peluang untuk mengubah hobinya menjadi bisnis. Dari situlah lahir Suka Jadoel, usaha yang tidak hanya menjual helm vintage, tetapi juga menyediakan layanan perbaikan dan restorasi helm lama.

Pelanggan Suka Jadoel berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga kolektor dan pecinta otomotif klasik, berkat komitmen terhadap kualitas dan orisinalitas produk.
Baca juga: Kisah Inspiratif Putri Ruswandani Kembangkan Candyco, Berdayakan 18 Perajin Lewat Bisnis Crochet
Suka Jadoel menawarkan beragam helm klasik dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Selain itu, layanan restorasi yang mereka tawarkan membantu para penggemar helm antik menghidupkan kembali koleksi mereka agar tetap layak pakai dan tampil menarik.
Mengikuti perkembangan zaman, Suka Jadoel memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, mereka menerima pemesanan dari pelanggan di seluruh Indonesia.

Dengan cara ini, para pecinta helm klasik dapat dengan mudah mengakses koleksi berkualitas serta mendapatkan layanan perbaikan profesional.
Baca juga: Polemik Tingginya Angka Pengangguran Gen Z, Berikut Ide Bisnis Kreatif yang Patut Dicoba
Lebih dari sekadar bisnis, Suka Jadoel telah menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya otomotif klasik di Indonesia. Dengan semangat dan dedikasi, Febri terus menghadirkan produk berkualitas bagi para pecinta helm klasik di seluruh negeri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Rafi Hara Jinan Al-Ghazy
redaktur: jatmiko