Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Joko Anwar: Perjalanan dari Wartawan ke Sutradara Horor Terbaik Indonesia

Redaksi by Redaksi
April 24, 2025 2:33 pm
in Insight
Sutradara Joko Anwar

Joko Anwar seorang sutradara dengan mimpi tinggi (Foto: Instagram/@jokoanwar)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Siapa tak kenal Joko Anwar? Sutradara kenamaan Indonesia ini adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diraih meski harus memulai dari nol. Lahir di kawasan perkampungan miskin di Medan, Sumatera Utara, pada 13 Januari 1976, Joko kecil tumbuh dengan kecintaan terhadap film—terutama genre horor dan kungfu.

Dalam wawancaranya bersama Meet Nite Live MetroTV, Joko mengaku sejak lama ingin masuk sekolah film. Sayangnya, keterbatasan biaya memaksanya mencari jalur lain. Ia pun memilih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Penerbangan, karena di kampus itu terdapat ekskul film.

READ ALSO

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

“Aku dulu sebenarnya kepengen masuk sekolah film, tapi ternyata mahal banget. Akhirnya aku masuk ITB karena ada ekskul bikin film,” ujar Joko.

Baca juga: Bendera Sobek, Cara Sutradara Ken Ken Angkat Polemik Pendidikan di Malang Jadi Film

Namun, mimpinya sempat terhambat karena ia menolak mengikuti ospek sebagai syarat masuk ekskul tersebut.

“Waktu itu aku nggak mau ikut ospek. Jadi aku nggak masuk ekskulnya,” lanjutnya.

Meski begitu, Joko tetap menyelesaikan kuliahnya dengan cepat. Lulus pada 1999, ia melamar ke berbagai rumah produksi untuk mengawali karier di dunia film. Sayangnya, tak ada yang menerimanya. Jalan hidup membawanya menjadi wartawan. Tanpa disangka, itulah titik balik kariernya.

Pengabdi setan
Pengabdi setan karya Joko Anwar. foto/youtube

“Aku melamar ke banyak PH, tapi nggak ada yang terima. Akhirnya jadi wartawan dan ketemu orang-orang film. Dari situ aku bisa nunjukin skenario yang aku tulis,” kenangnya.

Pertemuan penting pun terjadi. Ia bertemu sutradara Nia Dinata, yang kemudian mengajaknya menulis skenario untuk film Arisan! (2003). Film tersebut sukses besar, mendapat pujian kritikus dan meraih penghargaan nasional maupun internasional.

Tak puas hanya sebagai penulis, Joko Anwar debut sebagai sutradara lewat Janji Joni (2005), film komedi romantis yang dibintangi Nicholas Saputra dan Mariana Renata. Film ini langsung melambungkan namanya di industri perfilman Tanah Air.

Dalam berbagai kesempatan, Joko menyampaikan bahwa film-filmnya lahir dari kegelisahan pribadi dan pengalaman hidupnya sebagai warga Indonesia.

“Aku bikin film dari keresahan—entah tentang persahabatan, keluarga, atau kondisi negara. Film itu medium buat menyampaikan apa yang aku rasakan sebagai orang Indonesia,” kata Joko.

Inilah yang membuat karya-karya Joko terasa ‘hidup’ dan relevan. Filmnya bukan sekadar hiburan, tapi punya kedalaman makna dan kedekatan emosional dengan penonton.

Joko Anwar juga dikenal berani bereksperimen dengan berbagai genre. Beberapa karya ikoniknya antara lain:

  • Kala (2007): Film noir pertama di Indonesia yang dipuji kritikus mancanegara.

  • Pintu Terlarang (2009): Thriller horor psikologis yang mencekam.

  • A Copy of My Mind (2015): Drama romantis dengan latar sosial yang kuat.

  • Pengabdi Setan (2017): Remake horor legendaris yang sukses besar dan dianggap sebagai standar baru film horor Indonesia.

Kesuksesan Joko Anwar tak datang sekejap. Ia meniti jalan panjang—dari anak kampung, mahasiswa teknik, wartawan, hingga menjadi sutradara jenius dengan karya-karya berkelas.

Kisah hidupnya mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi. Dengan tekad, keberanian, dan semangat mencoba, apa pun bisa dicapai. Mulailah dari nol, karena setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari perjalanan besar menuju sukses.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Keshia Putri Susetyo (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: film horor indonesiaFilm IndonesiaJanji JoniJoko AnwarKisah inspiratifPengabdi setanperfilman Indonesiasineas Indonesiasutradara Indonesia

Related Posts

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Next Post
Proses evakuasi mengeluarkan badan montir yang tertimpa kendaraan. Foto: Polres Batu

Nahas! Montir di Kota Batu Tewas Tertimpa Kendaraan Gara-gara Dongkrak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.