Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Joko Anwar: Perjalanan dari Wartawan ke Sutradara Horor Terbaik Indonesia

Redaksi by Redaksi
April 24, 2025 2:33 pm
in Insight
Sutradara Joko Anwar

Joko Anwar seorang sutradara dengan mimpi tinggi (Foto: Instagram/@jokoanwar)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Siapa tak kenal Joko Anwar? Sutradara kenamaan Indonesia ini adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diraih meski harus memulai dari nol. Lahir di kawasan perkampungan miskin di Medan, Sumatera Utara, pada 13 Januari 1976, Joko kecil tumbuh dengan kecintaan terhadap film—terutama genre horor dan kungfu.

Dalam wawancaranya bersama Meet Nite Live MetroTV, Joko mengaku sejak lama ingin masuk sekolah film. Sayangnya, keterbatasan biaya memaksanya mencari jalur lain. Ia pun memilih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Penerbangan, karena di kampus itu terdapat ekskul film.

READ ALSO

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

“Aku dulu sebenarnya kepengen masuk sekolah film, tapi ternyata mahal banget. Akhirnya aku masuk ITB karena ada ekskul bikin film,” ujar Joko.

Baca juga: Bendera Sobek, Cara Sutradara Ken Ken Angkat Polemik Pendidikan di Malang Jadi Film

Namun, mimpinya sempat terhambat karena ia menolak mengikuti ospek sebagai syarat masuk ekskul tersebut.

“Waktu itu aku nggak mau ikut ospek. Jadi aku nggak masuk ekskulnya,” lanjutnya.

Meski begitu, Joko tetap menyelesaikan kuliahnya dengan cepat. Lulus pada 1999, ia melamar ke berbagai rumah produksi untuk mengawali karier di dunia film. Sayangnya, tak ada yang menerimanya. Jalan hidup membawanya menjadi wartawan. Tanpa disangka, itulah titik balik kariernya.

Pengabdi setan
Pengabdi setan karya Joko Anwar. foto/youtube

“Aku melamar ke banyak PH, tapi nggak ada yang terima. Akhirnya jadi wartawan dan ketemu orang-orang film. Dari situ aku bisa nunjukin skenario yang aku tulis,” kenangnya.

Pertemuan penting pun terjadi. Ia bertemu sutradara Nia Dinata, yang kemudian mengajaknya menulis skenario untuk film Arisan! (2003). Film tersebut sukses besar, mendapat pujian kritikus dan meraih penghargaan nasional maupun internasional.

Tak puas hanya sebagai penulis, Joko Anwar debut sebagai sutradara lewat Janji Joni (2005), film komedi romantis yang dibintangi Nicholas Saputra dan Mariana Renata. Film ini langsung melambungkan namanya di industri perfilman Tanah Air.

Dalam berbagai kesempatan, Joko menyampaikan bahwa film-filmnya lahir dari kegelisahan pribadi dan pengalaman hidupnya sebagai warga Indonesia.

“Aku bikin film dari keresahan—entah tentang persahabatan, keluarga, atau kondisi negara. Film itu medium buat menyampaikan apa yang aku rasakan sebagai orang Indonesia,” kata Joko.

Inilah yang membuat karya-karya Joko terasa ‘hidup’ dan relevan. Filmnya bukan sekadar hiburan, tapi punya kedalaman makna dan kedekatan emosional dengan penonton.

Joko Anwar juga dikenal berani bereksperimen dengan berbagai genre. Beberapa karya ikoniknya antara lain:

  • Kala (2007): Film noir pertama di Indonesia yang dipuji kritikus mancanegara.

  • Pintu Terlarang (2009): Thriller horor psikologis yang mencekam.

  • A Copy of My Mind (2015): Drama romantis dengan latar sosial yang kuat.

  • Pengabdi Setan (2017): Remake horor legendaris yang sukses besar dan dianggap sebagai standar baru film horor Indonesia.

Kesuksesan Joko Anwar tak datang sekejap. Ia meniti jalan panjang—dari anak kampung, mahasiswa teknik, wartawan, hingga menjadi sutradara jenius dengan karya-karya berkelas.

Kisah hidupnya mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi. Dengan tekad, keberanian, dan semangat mencoba, apa pun bisa dicapai. Mulailah dari nol, karena setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari perjalanan besar menuju sukses.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Keshia Putri Susetyo (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: film horor indonesiaFilm IndonesiaJanji JoniJoko AnwarKisah inspiratifPengabdi setanperfilman Indonesiasineas Indonesiasutradara Indonesia

Related Posts

Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
Next Post
Proses evakuasi mengeluarkan badan montir yang tertimpa kendaraan. Foto: Polres Batu

Nahas! Montir di Kota Batu Tewas Tertimpa Kendaraan Gara-gara Dongkrak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.