MALANG, Tugumalang.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap UMKM yang masih berupaya mengembangkan potensi, Bank BRI memberikan wadah dalam wujud Rumah BUMN Kota Malang.
Di Rumah BUMN Kota Malang by BRI, UMKM bisa mendapatkan pelatihan serta konsultasi gratis agar bisnis mereka lebih melesat maju.
Saat ini, lebih dari 38 ribu UMKM telah menjadi binaan Rumah BUMN Kota Malang by BRI. Dari jumlah tersebut, 37 ribu di antaranya masih berskala mikro. Sebanyak 623 UMKM berskala kecil dan 155 sisanya berskala menengah.
Baca Juga: Pemkot Malang Siap Fasilitasi Ratusan UMKM Ekspor Produk ke Australia dan Selandia Baru
Koordinator Rumah BUMN Kota Malang by BRI, Indah Dwi Pangestu mengatakan setiap UMKM yang menjadi mitra binaan akan mendapatkan pemdampingan terkait berbagai aspek. Bahkan, mereka yang belum memiliki usaha pun bisa mendapaatkan pembinaan agar bisa memulai bisnis dengan cara yang tepat.

“Kami tidak hanya membantu yang sudah punya usaha saja. Mereka yang masih berencana bikin usaha pun kami dampingi,” kata Indah saat ditemui di Rumah BUMN Kota Malang by BRI yang berlokasi di Jalan Langsep nomor 2-4, Kota Malang, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Polinema Tingkatkan Daya Saing UMKM Desa Duwet Melalui Inovasi Teknologi Produksi dan Branding
Salah satu pendampingan yang diberikan bagi pemula adalah terkait pengemasan produk. BRI membantu UMKM agar bisa mengemas produk mereka secara cantik dan aman. Tak hanya menarik perhatian calon pembeli, kemasan juga harus bisa menjaga kualitas produk.
“Bagi UMKM yang packaging-nya belum oke, kami akan bantu secara gratis,” ujar Indah.

Hampir setiap hari, Rumah BUMN Kota Malang by BRI mengadakan pelatihan bagi UMKM baik secara daring maupun luring. Beberapa topik pelatihan yang diangkat di antarnya adalah digital marketing, fotografi, legalitas, dan manajemen keuangan.
Di antara beragam pelatihan yang digelar, digital marketing dan fotografi kerap diminati pelaku UMKM di Malang. Mereka yang telah memiliki produk belum tentu bisa memasarkan produk dengan baik.
Di era digital, pemasaran produk lebih efektif jika dilakukan melalui media sosial atau e-commerce. Oleh karena itu, pelaku UMKM sangat antusias mengikuti pelatihan digital marketing.
“Sekarang tampilan di media sosial sangat penting. Maka dari itu, pelatihan fotografi diminati oleh UMKM. Mereka ingin calon pembeli tertarik dengan tampilan media sosial,” tutur Indah.
Pelatihan ini diisi oleh pakar di bidangnya. Pemilik UMKM yang ingin memberikan pelatihan juga akan diberi fasilitas. Tak jarang pemilik UMKM berbagi ilmu terkait pembuatan produk kepada sesama pelaku UMKM.
Tak berhenti di situ, Rumah BUMN Kota Malang by BRI juga membantu pemasaran produk. Mereka memproduksi video-video review produk serta kunjungan ke UMKM. Video tersebut kemudian diunggah ke akun Instagram Rumah BUMN Kota Malang by BRI yang memiliki lebih dari 5 ribu pengikut.
“Kami juga bantu carikan buyer untuk UMKM. Ini merupakan program dari BRI pusat. Tapi (produknya) harus dikurasi terlebih dahulu,” jelas Indah.
Salah satu pemilik UMKM binaan, Meilina mengatakan usahanya cukup terbantu oleh program-program Rumah BUMN Kota Malang by BRI. Sejak dua tahun yang lalu, ia sering mengikuti pelatihan yang digelar di sana.
“Saya nggak selalu ikut, tapi ya sering. Saya pernah ikut pelatihan digital marketing dan cara bikin konten,” ujar pemilik produsen batik ecoprint Griya Madukara ini.
Ia mengaku sempat kesulitan merangkai kata untuk mempromosikan produk-produknya. Berkat pelatihan yang ia ikuti, ia bisa mengelola media sosialnya yang kini sudah memiliki lebih dari 2 ribu pengikut.
Selain mengikuti pelatihan, Meilina juga pernah mengisi pelatihan di Rumah BUMN Kota Malang by BRI. Ia memberi pelatihan teknik botanical ecoprint dengan warna alam. Teknik ini dilakukan untuk menciptakan kain batik dengan motif dan warna alami dari daun ataupun bunga.
“Dari Rumah BUMN saya juga pernah mendapatkan pesanan untuk souvenir,” kata Meilina.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























