Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Cerita Husen Membuat Usaha Gelas yang Bisa Dimakan

Redaksi by Redaksi
April 18, 2025 1:33 am
in Insight
Husen menunjukkan produk gelas yang bisa dimakan atau edible cup, Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Husen menunjukkan produk gelas yang bisa dimakan atau edible cup, Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebuah inovasi berupa gelas yang bisa dimakan atau edible cup telah dikembangkan di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Meski lahir di desa yang berlokasi 40 kilometer dari Kota Malang, produk edible cup ini telah merambah pasar Jakarta dan Jawa Barat.

READ ALSO

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Salah satu strategi yang digunakan oleh pemilik usaha ini adalah dengan memanfaatkan teknologi. Melalui e-commerce, termasuk LinkUMKM milik BRI, edible cup ini bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga: Cerita Riyanto Mempertahankan Eksistensi Lapak Buku di Pasar Buku dan Seni Velodrome Malang

Edible cup bermerek Gelas A ini dikembangkan oleh pria bernama Husen sejak tahun 2018. sedang berselancar di Instagram ketika ia menemukan konsep edible cup yang ada di luar negeri.

Produk edible cup Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Produk edible cup Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Saya belum pernah lihat yang seperti itu di Indonesia,” kata Husen saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kembangkan produk secara otodidak

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Husen untuk bisa mendapatkan resep dan teknik yang tepat sehingga gelas bisa kokoh serta tidak mudah bocor. Ia mencari tahu cara membuatnya dan bereksperimen sendiri tanpa latar belakang kuliner.

Baca Juga: Cerita Asna Safina Fanshuri Rebut Juara 1 Lomba Mewarnai Memperingati Hari Pahlawan Kategori SD, Hobi Mewarnai Sedari Kecil Hingga Cita-Cita jadi Pelukis

“Saya tidak punya basic di bidang kuliner. Makanya butuh waktu lama untuk mengembangkan produk. Saya cari resep sendiri,” ujar Husen.

Tampilan halaman promosi Gelas A di LinkUMKM. Foto: tangkapan layar
Tampilan halaman promosi Gelas A di LinkUMKM. Foto: tangkapan layar

Edible cup merupakan inovasi untuk penyajian minuman di kafe yang lebih ramah lingkungan. Di samping itu, produk ini sangat unik karena bisa disantap begitu minuman habis, sehingga mampu mengundang rasa penasaran pengunjung kafe.

Di balik keunikan itu, ada tantangan yang harus dihadapi Husen saat membuat edible cup. Setiap produk harus dikerjakan dengan sangat hati-hati agar tidak bocor.

“Gelasnya harus dipastikan benar-benar padat. Kalau nggak, dia bisa bocor,” jelasnya.

Edible cup yang diproduksi Husen memiliki ukuran 120 ml dan bisa menampung minuman panas, maupun dingin. Setelah minuman dituang, gelas ini memiliki waktu satu jam sebelum larut dalam cairan.

Usaha edible cup ini baru serius dijalani oleh Husen selama satu tahun terakhir. Produksinya pun masih berskala kecil dengan menggunakan alat-alat manual serta oven kecil. Setiap kali produksi, Husen bisa menghasilkan 20 buah edible cup.

“Proses pembuatannya cukup lama karena harus hati-hati supaya tidak bocor,” terang Husen.

Tembus pasar nasional lewat jalur digital

Saat ini, produk edible cup belum banyak dikenal di Indonesia. Bahkan, Husen belum memiliki pelanggan tetap di Kota Malang, kota terdekat dari Desa Druju.

Berkat teknologi yang membuat dunia seolah tanpa batas, Husen berhasil memasarkan produknya hingga ke Jakarta, Bandung, dan Bogor. Di tiga kota tersebut, ia telah memiliki pelanggan yang sering memesan ulang.

Salah satu media pemasaran yang dimanfaatkan oleh Husen adalah LinkUMKM yang digagas oleh BRI. Platform tersebut merupakan wadah bagi UMKM di seluruh Indonesia untuk berjejaring, memperkaya ilmu, serta mempromosikan produk-produk mereka.

Husen bergabung dengan platform LinkUMKM sejak tiga bulan lalu, setelah mendapat informasi dari sesama peserta kompetisi Diplomat Success Challenge—sebuah ajang bisnis nasional yang pernah ia ikuti.

“Salah satu kendala dalam menjalankan bisnis ini adalah masyarakat masih belum familier dengan produknya,” kata Husen.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Desa Drujuedible cupgelas yang bisa dimakankabupaten malangLinkUMKMsumbermanjing wetan

Related Posts

Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menerima 3 penghargaan. (Foto/Dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Wali Kota Malang Terima 3 Penghargaan Langsung dari Gubernur Jatim

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.