Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Cerita Husen Membuat Usaha Gelas yang Bisa Dimakan

Redaksi by Redaksi
April 18, 2025 1:33 am
in Insight
Husen menunjukkan produk gelas yang bisa dimakan atau edible cup, Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Husen menunjukkan produk gelas yang bisa dimakan atau edible cup, Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebuah inovasi berupa gelas yang bisa dimakan atau edible cup telah dikembangkan di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Meski lahir di desa yang berlokasi 40 kilometer dari Kota Malang, produk edible cup ini telah merambah pasar Jakarta dan Jawa Barat.

READ ALSO

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Salah satu strategi yang digunakan oleh pemilik usaha ini adalah dengan memanfaatkan teknologi. Melalui e-commerce, termasuk LinkUMKM milik BRI, edible cup ini bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga: Cerita Riyanto Mempertahankan Eksistensi Lapak Buku di Pasar Buku dan Seni Velodrome Malang

Edible cup bermerek Gelas A ini dikembangkan oleh pria bernama Husen sejak tahun 2018. sedang berselancar di Instagram ketika ia menemukan konsep edible cup yang ada di luar negeri.

Produk edible cup Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Produk edible cup Gelas A. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Saya belum pernah lihat yang seperti itu di Indonesia,” kata Husen saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kembangkan produk secara otodidak

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Husen untuk bisa mendapatkan resep dan teknik yang tepat sehingga gelas bisa kokoh serta tidak mudah bocor. Ia mencari tahu cara membuatnya dan bereksperimen sendiri tanpa latar belakang kuliner.

Baca Juga: Cerita Asna Safina Fanshuri Rebut Juara 1 Lomba Mewarnai Memperingati Hari Pahlawan Kategori SD, Hobi Mewarnai Sedari Kecil Hingga Cita-Cita jadi Pelukis

“Saya tidak punya basic di bidang kuliner. Makanya butuh waktu lama untuk mengembangkan produk. Saya cari resep sendiri,” ujar Husen.

Tampilan halaman promosi Gelas A di LinkUMKM. Foto: tangkapan layar
Tampilan halaman promosi Gelas A di LinkUMKM. Foto: tangkapan layar

Edible cup merupakan inovasi untuk penyajian minuman di kafe yang lebih ramah lingkungan. Di samping itu, produk ini sangat unik karena bisa disantap begitu minuman habis, sehingga mampu mengundang rasa penasaran pengunjung kafe.

Di balik keunikan itu, ada tantangan yang harus dihadapi Husen saat membuat edible cup. Setiap produk harus dikerjakan dengan sangat hati-hati agar tidak bocor.

“Gelasnya harus dipastikan benar-benar padat. Kalau nggak, dia bisa bocor,” jelasnya.

Edible cup yang diproduksi Husen memiliki ukuran 120 ml dan bisa menampung minuman panas, maupun dingin. Setelah minuman dituang, gelas ini memiliki waktu satu jam sebelum larut dalam cairan.

Usaha edible cup ini baru serius dijalani oleh Husen selama satu tahun terakhir. Produksinya pun masih berskala kecil dengan menggunakan alat-alat manual serta oven kecil. Setiap kali produksi, Husen bisa menghasilkan 20 buah edible cup.

“Proses pembuatannya cukup lama karena harus hati-hati supaya tidak bocor,” terang Husen.

Tembus pasar nasional lewat jalur digital

Saat ini, produk edible cup belum banyak dikenal di Indonesia. Bahkan, Husen belum memiliki pelanggan tetap di Kota Malang, kota terdekat dari Desa Druju.

Berkat teknologi yang membuat dunia seolah tanpa batas, Husen berhasil memasarkan produknya hingga ke Jakarta, Bandung, dan Bogor. Di tiga kota tersebut, ia telah memiliki pelanggan yang sering memesan ulang.

Salah satu media pemasaran yang dimanfaatkan oleh Husen adalah LinkUMKM yang digagas oleh BRI. Platform tersebut merupakan wadah bagi UMKM di seluruh Indonesia untuk berjejaring, memperkaya ilmu, serta mempromosikan produk-produk mereka.

Husen bergabung dengan platform LinkUMKM sejak tiga bulan lalu, setelah mendapat informasi dari sesama peserta kompetisi Diplomat Success Challenge—sebuah ajang bisnis nasional yang pernah ia ikuti.

“Salah satu kendala dalam menjalankan bisnis ini adalah masyarakat masih belum familier dengan produknya,” kata Husen.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Desa Drujuedible cupgelas yang bisa dimakankabupaten malangLinkUMKMsumbermanjing wetan

Related Posts

Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Casila Indonesia
Insight

Casila Indonesia, UMKM Poncokusumo yang Sukses Ekspor ke Jepang dan Singapura

Minggu, 26 Apr 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menerima 3 penghargaan. (Foto/Dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Wali Kota Malang Terima 3 Penghargaan Langsung dari Gubernur Jatim

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.