Suara Tembakan di Malang Diakui Jubir Gus Idris Bukan dari Senjata Api

  • Whatsapp
Foto Gus Idris memakai kopyah dan juru bicaranya, Ian Firdaus. Foto dok.
Foto Gus Idris memakai kopyah dan juru bicaranya, Ian Firdaus. Foto dok.

MALANG – Video settingan dugaan penembakan terhadap ulama sekaligus Youtuber Idris Al-Marbawi yang viral diakui hanya sebuah kebutuhan konten saja. Namun, masih menjadi kontroversi terkait suara tembakan dan darah yang ada di mulut dan dada pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Ngajum ini.

Juru bicara (Jubir) Gus Idris, Ian Firdaus, mengakui jika suara mirip tembakan tersebut bukan dari senjata api. Melainkan, kata Ian, berasal dari efek suara tembakan saja.

Bacaan Lainnya

“Untuk suara letusan adalah akibat dari serangan, dan itu (suara mirip tembakan) efek suara yang kami buat. Memang itu kebutuhan konten, sudah dirancang, kami telah buat klarifikasi,” terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (09/03/2021).

Namun, Ian tidak bisa menjelaskan apakah serangan tersebut dari senjata api atau serangan ilmu ghaib.

Sementara untuk darah yang ada di mulut dan dada Gus Idris, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengungkapkan jika darah yang keluar dari mulut dan dada sebelah kanan Gus Idris adalah palsu.

“Kalau darah itu tidak benar, jadi itu merupakan pil darah atau kapsul darah. Jadi itu dibeli secara online seharga Rp 17 ribu, kalau kita telan nanti seolah-olah mengeluarkan darah. Termasuk yang ada di luar (baju dan tanah) yang seolah-olah darah dan itu bukan darah,” ungkapnya.

Sementara untuk suara tembakan, Hendri mengatakan jika itu adalah editan dari tim media Gus Idris Official atau akun YouTube resmi Gus Idris.

“Kalau suara tembakan itu dari sound yang dibuat oleh tim media dari Gus Idris Official, memang semua rekayasa yang dibikin itu,” tegasnya.

Baca Juga  Kapolres Malang Nilai Premanisme Jadi Ancaman untuk Masyarakat Kabupaten Malang

Sementara untuk anak kecil dan oara santri dalam video tersebut diduga juga sudah mengetahui kalau itu setingan. Tapi mereka ikut berakting dalam video tersebut agar terlihat lebih nyata.

“Kalau itu saya tidak mengetahui secara jauh, tapi seharusnya mereka tahu. Jadi, memang sudah dibuat semacam cerita berseri,” pungkasnya. (rizal/noe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *