Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Fashion

Stop Beli Produk Fast Fashion, Ini 4 Kejahatannya 

Redaksi by Redaksi
Desember 28, 2024 1:55 pm
in Fashion
Limbah produk fast fashion. Foto/pinterest

Limbah produk fast fashion. Foto/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

6 Rekomendasi Loose Pants Olahraga Wanita yang Nyaman dan Bikin Percaya Diri

Sering Dipakai tapi Tak Banyak yang Tahu, Ini Rahasia di Balik Nama Sepatu Mary Jane

MALANG, Tugumalang.id – Cepatnya penyebaran informasi berdampak juga pada cepatnya perubahan tren di masyarakat, khususnya pada industri fast fashion secara global.
Dengan menawarkan pakaian murah dan bergaya sesuai trend, banyak konsumen tergoda membeli tanpa memikirkan dampaknya.
Sayangnya, dibalik meningkatnya daya beli masyarakat terhadap produk fast fashion berdampak kepada lingkungan dan manusia secara global.

Baca Juga: Fast Fashion, Cara Murah Anak Muda Ikuti Tren Bergaya

Sebelum kita membahas tentang dampak negatif dari industri fast fashion, mari kita pahami terlebih dahulu bagaimana sifat dari produk fast fashion yang didasarkan pada prinsip produk cepat, biaya rendah, dan distribusi secara masif.

1. Desain cepat dan produksi massal 

Perusahaan fast fashion biasa menyalin model tren terbaru yang tersebar di kalangan masyarakat, baik itu dari media sosial ataupun media lainnya. Proses pembuatan produk dilakukan dengan cepat hanya dalam hitungan minggu agar produk langsung masuk ke pasar

2. Pemanfaatan bahan murah 

Untuk membuat produk dengan harga murah dan cepat, perusahaan dituntut untuk menekan biaya. Seringkali bahan yang digunakan berasal dari sintesis seperti polyester atau nylon yang mana harga lebih murah daripada bahan alami.
Sayangnya, bahan dasar sintesis seperti ini memiliki dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan. Selain itu pewarnaan dan proses kimia akan menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

3. Perputaran cepat di pasar

Tidak hanya proses produksi saja yang cepat, tapi proses perputaran di pasar juga cenderung cepat. Setelah diproduksi, produk segera didistribusikan ke toko-toko ataupun dijual secara online.
Perusahaan akan mendorong konsumen membeli lebih banyak dengan diskon besar-besaran dan koleksi baru yang dirilis setiap minggu.

4. Konsumerisme berlebihan

Adanya fast fashion menyebabkan konsumen terangsang untuk terus membeli pakaian baru meskipun pakaian lama masih layak digunakan.
Dari sifat yang telah dijelaskan sebelumnya, terlihat bagaimana kejahatan industri fast fashion yang berdampak pada lingkungan dan manusia. Untuk itu mari kita bahas lebih lanjut dampak yang terjadi akibat industri fast fashion

Limbah Pakaian Menumpuk 

Produksi yang besar dan pola konsumtif masyarakat terhadap pakaian dapat meningkatkan limbah tekstil. Secara global, berdasarkan pernyataan The Ellen MacArthur Foundation diperkirakan sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan setiap tahunnya.
Selain itu, the world bank  menyatakan bahwa 10% dari emisi karbon secara global merupakan tanggung jawab dari industri tekstil.

Polusi air dan tanah 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa hampir semua produk fast fashion menggunakan kain sintetis sehingga proses kimia yang dilakukan akan mencemari lingkungan, termasuk air dan tanah.
Pewarna kimia yang digunakan sering kali dibuang langsung ke sungai  tanpa melalui proses pemfilteran.
Penggunakan bahan yang murah seperti poliester dan nilon yang masih terbuat dari plastik. Jenis kain ini membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk terurai di alam.
Bahkan meskipun telah terurai, bahan sintetis ini akan tetap mencemari air, tanah dan lingkungan karena menghasilkan mikroplastik.

Eksploitasi Tenaga Kerja

Berdasarkan pernyataan Dino Augusto seorang dosen fashion dalam unggahan tiktok nya menyatakan bahwa upah dari tenaga kerja pabrik fast fashion tergolong rendah, bahkan jauh dari gaji minimum.
Pabrik-pabrik di negara berkembang sering mempekerjakan pekerja dengan upah rendah, jam kerja panjang, dan kondisi kerja yang tidak menusiawi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Arievka Najma Muchreyza (Magang)
Editor: Herlianto. A
Tags: ekploitasi manusiafashionFast Fashionindustrikejahatan fast fashionlingkunganPolusi

Related Posts

Salah satu model celana olahraga dengan model loose pants dari brand KKTOP (Foto: Tokopedia @KKTOP)
Fashion

6 Rekomendasi Loose Pants Olahraga Wanita yang Nyaman dan Bikin Percaya Diri

Senin, 27 Apr 2026
Salah satu contoh sepau Mary Jane Classic yang masih trend hingga saat ini (Foto: Pinterest @izzi)
Fashion

Sering Dipakai tapi Tak Banyak yang Tahu, Ini Rahasia di Balik Nama Sepatu Mary Jane

Rabu, 22 Apr 2026
Illustrasi perbedaan dari toner essence dan serum. (Foto: Pinterest)
Fashion

Masih Bingung Toner, Essence, dan Serum? Ini Fungsi dan Urutan yang Tepat

Selasa, 14 Apr 2026
Illustrasi jenis finish makeup, mulai dari matte, glowy, dan satin. (Foto: Pinterest)
Fashion

Dari Matte hingga Glowy, Ini Jenis Finish Makeup dan Karakteristiknya

Kamis, 9 Apr 2026
Sunscreen untuk kulit berminyak, N’Pure Cica Beat The Sun Matte SPF 50+. (Foto: Pinterest)
Fashion

Kulit Berminyak? Ini Rekomendasi Sunscreen di Bawah Rp100 Ribu yang Wajib Dicoba

Kamis, 9 Apr 2026
Ilustrasi benang rajut beserta tools yang digunakan untuk merajut dan gambaran hasil tasnya (Foto: Pinterest @Ruby Lomack)
Fashion

Bingung Memilih Benang untuk Merajut Tas? Simak Perbedaan 5 Karakter Benang Rajut Ini dan Tentukan Pilihanmu!

Senin, 6 Apr 2026
Next Post
PT AABBI yang menaungi Arema FC melayangkan somasi kepada Arema Indonesia. (Foto/dok. Arema FC)

Pegang Lisensi Nama Arema, PT AABBI Somasi Arema Indonesia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.