Tugumalang.id – berbicara tentang jenis sepatu wanita, tidak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan nama Mary Jane. Sepatu dengan bagian depan yang cenderung bulat dan tertutup, serta memiliki gasper atau tali di atas pungung kaki ini sangat populer dipakai mulai dari anak-anak hingga wanita dewasa.
Sepatu ini sangat umum dipadukan dengan seragam sekolah, setelan kerja, hingga gaun musim panas. nama mary jane akhirnya kembali disebut-sebut karena inovasi desainnya yang terus berkembang mengikuti trend fashion saat ini. meski begitu tidak banyak yang tau sejarah dibalik lahirnya nama mary jane itu sendiri.
Darimana nama ‘Mary Jane’ muncul? simak sejarahnya
1. Awal tahun 1900-an
Jauh sebelum dikenal dengan nama mary Jane, sepatu ini sebenarnya bukan dibuat untuk anak perempuan, melainkan untuk anak laki-laki dan dinamakan Buster Brown.
Baca Juga: Tampil Fashionable dengan Hijab: Tips Gaya Muslimah Modern yang Tetap Syar’i
Nama ini muncul dari sebuah komik di awal tahun 1900 yang menampilkan karakter anak laki-laki bernama Buster Brown tengah mengenakan sepatu ini.
Mengutip Underground England, nama ‘Mary Jane’ tidak memiliki asal yang jelas, namun sering dikaitkan dengan karakter Mary Jane dari strip komik Buster Brown karya Richard Fellon Outcault.
Fakta ini cukup beralasan karena popularitas komik ini membawa Outcault bertemu dengan John Bush dari Brown Shoe di sebuah pameran di st. Louis.
Karena pertemuan ini Bush akhirnya membeli hak lisensi nama dan gambar brown Buster serta mary janes sebagai ikon sepatu anak-anak. Sejak saat itulah nama sepatu ‘Mary Jane’ mulai di kenal.
2. Tahun 1920-an
Seiring berjalannya waktu, fungsi sepatu Mary Jane mulai bergeser dari sekadar sepatu sekolah yang formal menjadi gaya fashion di berbagai subkultur.
Memasuki era 1920-an, kaum wanita yang dikenal sebagai Flappers mulai mengadopsi sepatu ini sebagai bentuk pemberontakan terhadap norma sosial lama yang kaku. Bagi mereka, Mary Jane melambangkan modernitas, kebebasan, dan sisi feminin yang baru.
3. Tahun 1960-an
Popularitas mary jane kembali memuncak pada tahun 1960-an saat sepatu itu dikenakan oleh Shirley Temple, seorang aktris cilik dalam film Baby Takes a Bow and curly Top.
Baca Juga: Ingin Coba Tas dengan Look Berkelas? Ini 9 Rekomendasi Tas Local Brand Rasa High End
Selain itu, Mary Quant pada era Swinging Sixties, juga membawa tampilan gadis kecil pada peragaan busana dengan twiggy yang mengenakan sepasang sepatu Mary Jane hitam. Kehadiran momen ini menjadi pemicu popularitas Mary Jane di tahun 1960-an.
4. Tahun 1980-1990-an
Tidak berhenti di sana, memasuki tahun 80-an dan 90-an, Mary Jane merambah ke ranah yang lebih berani. Subkultur Goth memberikan sentuhan Victorian yang gelap pada desainnya.
Tidak hanya itu, musisi seperti Courtney Love juga memadukan sepatu ini dengan floral dress yang berantakan di era Grunge. Ia berhasil meciptakan ikon baru Mary Jane sebagai bagian dari gaya Kinderwhore yang tangguh.
Hingga saat ini, desain Mary Jane terus bertransformasi. Berbagai industri mode dunia hingga brand independen seperti Underground mulai bereksperimen dengan siluet mary jane.
Membuat sol yang lebih tebal atau double soles, hiasan studs, hingga penggunaan material ramah lingkungan. Meski bentuknya yang kian beragam, Mary Jane tetap mempertahankan esensinya sebagai sepatu yang mampu menyatukan kesan klasik dan aesthetik di setiap langkahnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A





























