Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Soal Pajak Karbon, Climate Change Frontier: Itu Bisa Mengurangi Emisi Karbon

Redaksi by Redaksi
Maret 6, 2022 5:50 pm
in Bisnis
Founder Climate Change Frontier, Eko Baskoro. Foto: dok

Founder Climate Change Frontier, Eko Baskoro. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan pajak karbon pada industri-industri penghasil emisi karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar.

Pajak ini akan diterapkan secara bertahap. Industri pertama yang dikenakan pajak ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di seluruh Indonesia.

READ ALSO

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Mulai 1 April 2022, PLTU Batubara wajib membayar pajak karbon senilai Rp 30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e) atau Rp 30 ribu per ton CO2e.

Logo Climate Change Frontier. Foto: Instagram Climate Change Frontier

Founder Climate Change Frontier (CCF), Eko Baskoro mengapresiasi kebijakan ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah berupaya untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia. Namun, efektivitas pajak karbon dalam mengurangi emisi ini akan sepenuhnya bergantung pada penerapan di lapangan.

“Secara teori, pajak itu bisa mengurangi emisi karbon. Tapi nanti bergantung pada penerapannya di lapangan. Selama penerapannya betul-betul sesuai aturan, saya kira akan efisien dan efektif,” ujar Baskoro.

Sebelum Indonesia, ada beberapa negara yang sudah menerapkan pajak karbon. Di antaranya adalah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara di Amerika Selatan.

Negara-negara tersebut menetapkan harga yang berbeda-beda per ton CO2e. Swedia menetapkan nilai pajak yang paling tinggi yaitu $ 137 atau setara dengan Rp 2 juta per ton CO2e. Sementara Argentina menerapkan harga termurah yakni $ 6 atau sekitar Rp 86 ribu per ton CO2e.

Dengan harga Rp 30 ribu per ton CO2e, Indonesia akan menjadi negara yang menerapkan pajak karbon dengan harga termurah mengalahkan Argentina.

Menanggapi penetapan harga ini, Baskoro mengatakan bahwa pemerintah pasti memiliki perhitungan dan pertimbangan sendiri. “Menentukan harga itu hak pemerintah. Mereka pasti sudah menghitung efektif atau tidaknya, rendah atau tidaknya harga tersebut,” kata Baskoro.

Menurutnya, berapapun harga yang akan ditetapkan, jika penerapannya tidak sesuai aturan, maka pajak karbon ini akan sia-sia.

Ia juga menganggap adanya kebijakan pajak karbon ini sudah merupakan langkah positif dari pemerintah Indonesia untuk turut andil dalam pencegahan pemanasan global.

“Untuk harganya apakah terlalu rendah atau tidak bisa dibahas lagi nanti. Yang terpenting, kebijakan ini dilakukan dulu sesuai dengan aturan,” tutup Baskoro.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: karbonPajakpajak karbon

Related Posts

Ilustrasi content creator yang sedang membuat konten promosi UMKM. (Foto: Pexels)
Bisnis

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Senin, 1 Jun 2026
Faerie Afterlight, Salah Satu Karya Studio Game Asal Malang yang Mendunia (Foto: Pinterest)
Bisnis

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026
CEO JADE Indopratama Rachmad Santoso didapuk jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia Awards 2026. Foto: Dok.
Bisnis

37 Tahun Berkarya, Bos JADE Indopratama Didapuk Jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026

Selasa, 12 Mei 2026
Ilustrasi rekomendasi HP terbaik. Foto/dok
Bisnis

Jelang 2026, Ini Rekomendasi HP Terbaik Akhir 2025

Kamis, 25 Des 2025
QRIS Bank Indonesia
Bisnis

QRIS, Inovasi Bank Indonesia yang Ubah Wajah Transaksi Digital Nasional

Kamis, 13 Nov 2025
Ilustrasi Investasi Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Investasi Kota Malang Capai Rp2,5 Triliun, Sektor Perhotelan Jadi Primadona

Sabtu, 8 Nov 2025
Next Post
Bus Menuju Malang Terbakar di Tol Pandaan

Bus Menuju Malang Terbakar di Tol Pandaan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.