Tugumalang.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap menggunakan istilah omzet, pendapatan, dan laba dalam kegiatan usaha sehari-hari. Ketiga istilah tersebut berkaitan dengan kondisi keuangan usaha, tetapi memiliki pengertian yang berbeda dalam pencatatan akuntansi.
Perbedaan omzet, pendapatan, dan laba perlu dipahami karena masing-masing menunjukkan informasi yang berbeda mengenai hasil kegiatan usaha.
Dalam laporan keuangan, ketiga komponen tersebut memiliki fungsi tersendiri untuk menggambarkan aktivitas penjualan, penerimaan usaha, dan hasil akhir setelah biaya diperhitungkan.
Omzet Merupakan Total Nilai Penjualan
Omzet merupakan jumlah keseluruhan nilai penjualan barang atau jasa yang diperoleh dari kegiatan usaha dalam suatu periode sebelum dikurangi biaya operasional maupun pengeluaran lainnya.
Baca Juga: 5 Jenis Legalitas UMKM yang Wajib Dipahami Sebelum Memulai Usaha
Dalam kegiatan usaha, omzet digunakan untuk menunjukkan besarnya nilai transaksi penjualan yang berhasil dicapai. Nilai tersebut belum memperhitungkan biaya pembelian bahan baku, biaya operasional, biaya administrasi, maupun pengeluaran lain yang timbul selama menjalankan usaha.
Karena menunjukkan nilai penjualan secara keseluruhan, omzet tidak menggambarkan besarnya keuntungan yang diperoleh suatu usaha.
Dalam administrasi perpajakan di Indonesia, istilah yang digunakan adalah peredaran bruto. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggunakan peredaran bruto atau omzet sebagai dasar dalam beberapa ketentuan perpajakan bagi pelaku usaha, termasuk untuk menentukan batas omzet tertentu dalam fasilitas pajak UMKM.
Pendapatan Merupakan Penerimaan dari Aktivitas Usaha
Pendapatan (revenue) merupakan penerimaan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan, seperti penjualan barang atau penyediaan jasa. Dalam akuntansi, pendapatan diakui sesuai dengan transaksi yang telah memenuhi ketentuan pengakuan pendapatan.
Baca Juga: Pentingnya Literasi Keuangan bagi UMKM untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui PSAK 72 menjelaskan bahwa pendapatan diakui ketika entitas telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan sesuai kontrak yang berlaku.
Pendapatan menjadi salah satu unsur utama dalam laporan laba rugi. Nilai tersebut disajikan sebelum dikurangi berbagai beban yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Laba Merupakan Selisih Pendapatan dan Beban
Laba merupakan hasil yang diperoleh dari selisih antara penghasilan dan beban dalam suatu periode pelaporan. Dalam penyusunan laporan keuangan, laba dihitung setelah seluruh beban yang berkaitan dengan kegiatan usaha dikurangkan dari pendapatan yang telah diakui.
Beban dalam laporan keuangan dapat mencakup harga pokok penjualan, biaya operasional, biaya administrasi, biaya pemasaran, penyusutan aset, serta beban lain yang timbul selama kegiatan usaha berlangsung.
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 201: Penyajian Laporan Keuangan yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan laba rugi menyajikan informasi mengenai penghasilan dan beban selama satu periode pelaporan.
Selisih antara total penghasilan dan total beban menunjukkan laba atau rugi yang diperoleh entitas. Ketentuan tersebut menjadi acuan dalam penyusunan laporan keuangan untuk menunjukkan hasil kinerja keuangan suatu entitas atau usaha.
Ketiga Istilah Memiliki Fungsi yang Berbeda dalam Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan, omzet, pendapatan, dan laba menunjukkan informasi yang berbeda. Omzet menggambarkan total nilai penjualan selama periode tertentu.
Pendapatan menunjukkan penerimaan yang diakui dari kegiatan usaha sesuai ketentuan akuntansi, sedangkan laba merupakan hasil akhir setelah pendapatan dikurangi seluruh beban.
Perbedaan omzet, pendapatan, dan laba juga terlihat dalam proses pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar.
Ketiga istilah tersebut menjadi bagian dari dasar penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
Editor: Herlianto. A























