Tugumalang.id – Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Malang berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif digital di Jawa Timur yang didukung oleh adanya komunitas game developer, studio animasi, serta fasilitas seperti Malang Creative Center (MCC).
Sejumlah kreator lokal mulai menghasilkan karya yang menembus pasar internasional melalui platform seperti Steam, Nintendo Switch, hingga proyek animasi untuk klien luar negeri.
Di antara pelaku industri kreatif tersebut, terdapat sejumlah studio asal Malang yang telah merilis karya untuk pasar internasional dan terlibat dalam berbagai proyek bersama mitra luar negeri.
1. Mocca Animation Studio
Salah satu studio animasi yang berkembang di Malang adalah Mocca Animation Studio. Studio yang didirikan oleh Adithya Yustanto bersama rekannya pada 2013 ini bergerak di bidang animasi 2D dan 3D untuk berbagai kebutuhan, mulai dari serial anak, iklan, hingga film pendek.
Baca Juga: 5 Film Animasi Bertema Lingkungan yang Sarat Pesan tentang Alam dan Ekosistem
Mocca Animation telah mengerjakan sejumlah proyek untuk klien dalam dan luar negeri, termasuk dari Malaysia dan Amerika Serikat.
Beberapa karya yang pernah diproduksi antara lain serial animasi anak Baby Zu dan animasi 3D Joni Boni Puff. Studio ini juga pernah terlibat dalam berbagai proyek bersama perusahaan animasi, termasuk MNC Animation dan Digital Durian Malaysia.
Salah satu karya mereka, Joni Boni Puff, meraih penghargaan pada Anifest Jawa Timur 2014 serta memenangkan ITB Apprentice Awards dalam kategori Best Animated Short.
2. Clay Game Studio
Malang juga memiliki studio game indie bernama Clay Game Studio. Nama Clay merupakan singkatan dari Create and Play. Studio ini didirikan oleh Ilham Hasyumi, Rudiansyah Wijaya, dan Firmansyah Rekso Wibowo.
Studio tersebut mengembangkan sejumlah game dengan gaya visual penuh warna dan desain karakter yang khas, seperti Faerie Afterlight, Monster Farm, dan Starving Monster.
Salah satu karya mereka yang paling dikenal adalah Faerie Afterlight, game bergenre metroidvania yang dirilis secara global melalui Steam dan Nintendo Switch.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Animasi Petualangan Alam dan Keajaiban Karya Studio Ghibli
Selain menjangkau pasar internasional, Faerie Afterlight juga meraih penghargaan Rising Star Award dalam ajang SEA Game Awards 2022, yang menjadi salah satu pencapaian penting bagi studio game asal Malang tersebut.
3. Jiva Animation Studio
Pernah mendengar atau menonton anime Tokyo Revengers atau Wind Breaker? Di balik sejumlah anime populer tersebut, ada kontribusi studio asal Malang bernama Jiva Animation. Studio yang didirikan Aswin Nur Cahya ini berfokus pada compositing dan editing animasi 2D bergaya anime.
Sebelum mendirikan Jiva Animation pada 2023, Aswin diketahui berkarier di industri anime Jepang selama sekitar enam tahun.
Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke Jiva Animation yang terlibat dalam pengerjaan sejumlah serial anime populer, termasuk Tokyo Revengers dan Wind Breaker. Studio ini juga mengembangkan animasi pendek orisinal berjudul The Unforgettable Journey of Lala.
4. Estungkara Digital
Estungkara Digital merupakan studio kreatif asal Malang yang bergerak di bidang visual 3D. Berawal dari pengembangan miniatur dan diorama berbahan resin yang diminati kolektor luar negeri, termasuk Amerika Serikat, perusahaan ini kemudian berfokus pada pembuatan aset digital untuk industri game, animasi, serta teknologi imersif seperti AR dan VR.
Karya mereka telah digunakan dalam berbagai proyek internasional dan berkolaborasi dengan mitra global, termasuk Tensquare Games dan Unreal Engine Marketplace.
5. Roundbox Animation
Roundbox Animation Studio berkembang menjadi salah satu studio animasi yang terlibat dalam berbagai proyek internasional. Studio ini menangani produksi serial dan film animasi untuk klien dari sejumlah negara, seperti Malaysia, China, Singapura, hingga kawasan Eropa.
Roundbox juga dipercaya mengerjakan sejumlah proyek animasi global, di antaranya Zak Storm, Rabbids Invasion, Peter Rabbit, dan Pets United. Di Indonesia, studio ini turut dikenal melalui keterlibatannya dalam pengembangan IP animasi Riko the Series.
Selain itu, Roundbox Animation berkolaborasi dengan Khuga Labs menghadirkan karakter bertema budaya Reog Ponorogo dalam game Khuga Bash yang dipamerkan pada ajang Tokyo Game Show di Jepang.
Game yang dirilis di Steam dan Nintendo Switch, proyek animasi untuk klien mancanegara, hingga pengembangan aset digital menjadi bagian dari karya yang dihasilkan sejumlah studio asal Malang.
Kehadiran mereka turut mewarnai perkembangan industri kreatif digital di kota ini yang mulai terhubung dengan pasar dan proyek berskala internasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A





























