MALANG, Tugumalang.id – Suasana penuh keberkahan menyelimuti SMPIT Insan Permata Malang saat menggelar Kajian Dhuha dan Pembukaan Baksos pada Jumat (6/3/2026) lalu.
Mengusung tema Ramadan: Mengukir Hafalan Menata Masa Depan, acara yang digelar di halaman sekolah ini menjadi momen spesial mengisi bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, SMPIT Insan Permata menghadirkan Syekh Almu’tasim Bader Alkhawaldeh dari Palestina yang memberi tausiyah dalam kegiatan Kajian Dhuha.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagaimana hafalan bisa berdampak untuk masa depan yang belum diketahui.
Rangkaian dari Pembukaan Kegiatan Kajian Dhuha dan Baksos

Kepala SMPIT Insan Permata Malang, Hafidz Maulana, S.Pd.I menjelaskan kegiatan Kajian Dhuha kali ini merupakan bagian dari pembukaan kegiatan baksos yang dilaksanakan sekolah, setiap bulan Ramadan.
Baca juga: SMPIT Insan Permata Malang Turun Tangan Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Ustadz Hafidz begitu ia kerap disapa menyebut kehadiran Syekh Almu’tasin Bader Alkhawaldeh untuk memperkuat wawasan dan keimanan peserta didik di bulan Ramadan ini. Kegiatan diawali dengan Salat Dhuha berjamaah dan kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan baksos.
“Kegiatan ini diawali dengan Salat Dhuha yang diimami oleh Syekh Almu’tasin Bader Alkhawaldeh dari Palestina. Lalu lanjut kajian selama satu jam, setelah itu membuka acara baksos dengan gunting pita,” jelasnya.
Dalam kegiatan baksos tersebut, SMPIT Insan Permata Malang menyediakan 165 parcel yang diberikan kepada warga sekitar sekolah. Ustadz Hafidz menyebut bahwa program ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ketika bulan Ramadan.
“Ini adalah kegiatan tahunan, setiap Ramadan kita mengadakan bakti sosial berupa pemberian parcel untuk warga sekitar sekolah, sekitar 200 parcel,” beber Ustadz Hafidz.
Mendapat Antusiasme Positif dari Warga Sekitar Sekolah

Program baksos yang dilaksanakan SMPIT Insan Permata Malang di bulan Ramadan kali ini mendapat antusiasme luar biasa dari warga sekitar sekolah.
Mereka berbondong-bondong ke sekolah untuk membeli baju yang dijual murah di acara baksos tersebut. Ustadz Hafidz menyebut antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, tak terlepas dari harga baju murah cukup terjangkau bagi warga yang kurang mampu.
Baju yang tersedia di baksos tersebut dibanderol sangat murah dari Rp 2 ribu sampai Rp 10 ribu, sehingga sangat terjangkau bagi warga di sekitar sekolah yang tergolong kurang mampu.
Selain itu, acara Kajian Dhuha dan Bakso ini diharapkan bisa memberikan kebermanfaatan dan silaturahmi antara sekolah dan warga sekitar, sebagaimana visi dari SMPIT Insan Permata Malang.
“Ini (baksos) yang selalu dinanti warga sekitar, sangat antusias kalau sudah ada bazar, selalu diserbu masyarakat,” terang Ustadz Hafidz.
“Harapannya agar terus terjalin silaturahmi antara sekolah dan warga. Karena salah satu visi kita, SMPIT Insan Permata itu adalah memberi kebermanfaatan untuk warga sekitar,” sambungnya.
Baca juga: SMPIT Insan Permata Malang Mantapkan Komitmen Ciptakan Generasi Berdaya Saing Global
Melalui kegiatan Kajian Dhuha dan Pembukaan Baksos ini, dapat meningkatkan rasa empati dan solidaritas peserta didik SMPIT Insan Permata. Ustadz Hafidz juga berharap melalui kegiatan baksos ini dapat benar-benar membantu warga sekitar sekolah yang membutuhkan bantuan.
“Harapannya untuk anak-anak ini sebagai bentuk meningkatkan empati siswa, rasa solidaritas, ada tumbuh rasa ingin membantu. Kemudian untuk warga sekitar, harapan dari kami bisa membantu warga yang kurang mampu dapat terbantu,” tutup Ustadz Hafidz.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























