Malang, Tugumalang.id – SMPIT Insan Permata Malang terus mematangkan langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing global. Sekolah berbasis Islam terpadu ini secara konsisten mengembangkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
Pendekatan pembelajaran tersebut dikemas melalui program adventure class yang telah menjadi agenda rutin sekolah. Setiap jenjang mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, disesuaikan dengan tahap perkembangan serta kebutuhan kompetensi siswa, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih aplikatif dan relevan.
Program Adventure Class Berbasis Pengalaman Nyata

Kepala SMPIT Insan Permata Malang, Hafidz Maulana, menjelaskan bahwa siswa kelas 7 masih difokuskan pada eksplorasi di dalam Kota Malang. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan pembelajaran antara lain TPA Supit Urang serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang sebagai sarana pengenalan isu lingkungan secara langsung.
“Untuk kelas 7, kami masih fokus di dalam Kota Malang. Misalnya kunjungan ke TPA Supit Urang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang,” kata Hafidz.
Memasuki kelas 8, cakupan pembelajaran diperluas ke luar kota. Yogyakarta menjadi salah satu tujuan pembelajaran untuk mengenalkan budaya, sejarah, hingga kehidupan sosial masyarakat setempat secara langsung.
Baca juga: Peletakkan Batu Pertama Masjid At Tarbiyah: Kolaborasi Wali Murid SMPIT Insan Permata Malang dalam Mendukung Penguatan Karakter Islami
Sementara itu, siswa kelas 9 memperoleh pengalaman belajar paling komprehensif. Mereka diajak melakukan perjalanan ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta sejumlah destinasi dalam negeri seperti Bandung dan Lombok.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi peserta perjalanan, tetapi juga dilatih merancang perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian tiket, pengaturan waktu, hingga penyusunan agenda kegiatan. Proses ini menjadi sarana pembelajaran nyata tentang tanggung jawab, kemandirian, dan perencanaan.
“Di perjalanan, mereka juga kami latih untuk berinteraksi dengan masyarakat, termasuk melakukan wawancara sederhana,” imbuhnya.
Penguatan Karakter, Tahassus, dan Kelas Bilingual
Tak hanya berfokus pada aspek akademik dan eksplorasi, SMPIT Insan Permata Malang juga menguatkan pendidikan karakter melalui pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.
Siswa dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti membersihkan musala, bakti sosial, hingga aktivitas kemasyarakatan lainnya. Program ini dirancang untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar sejak dini.
Di sisi lain, sekolah tetap mempertahankan program unggulan tahassus, yakni hafalan Alquran 30 juz selama tiga tahun dengan sistem non boarding. Program ini menjadi ciri khas sekolah yang terus diminati orang tua dan siswa.
Baca juga: SMPIT Insan Permata Malang Gelar Wisuda Bertema Renaissance, Siswa Raih Beragam Prestasi Gemilang
Sebagai langkah strategis menghadapi tantangan global, SMPIT Insan Permata juga bersiap menerapkan konsep kelas bilingual mulai 2026. Penerapannya dilakukan secara bertahap pada beberapa mata pelajaran.
“Mulai dari hal-hal dasar, seperti sapaan, pengumuman, afirmasi, hingga penggunaan poster berbahasa Inggris di kelas,” ucapnya.
Seiring pengembangan berbagai program tersebut, SMPIT Insan Permata Malang telah membuka penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran mendatang dengan kuota tiga kelas. Sekolah ini optimistis mampu menjadi ruang tumbuh siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki wawasan global.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























