Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Slentingan Satir Soal Gedung DKM Mau Digusur dalam Pentas Tonil Chungking Jakarta

Redaksi by Redaksi
September 2, 2022 1:35 pm
in Berita
pentas tonil

Adegan dua tokoh utama di naskah Chungking Jakarta, Tian Kung Hoei dan Zakir Djohan sebelum dihukum minum racun. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG | TuguMalang.id – Pementasan tonil (sandiwara) naskah buatan Bung Karno berjudul Chungking Jakarta yang coba direproduksi seniman di Malang pada Selasa (30/8/2022) malam tak hanya sukses menuai tepuk tangan penonton. Namun juga pulang dengan tanda tanya.

Pasalnya, dalam salah satu adegan tonil legendaris tersebut juga terdapat slentingan dialog bernada satir yang menyiratkan sebuah pertanyaan. Adegan dialog itu muncul dalam adegan kedua tokoh sentral yakni Tian Kung Hoei dan Zakir Djohan menghadapi detik-detik hukuman meminum racun.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Konsekuensi ini mereka dapat karena uang senilai 250 ribu gulden yang dimandatkan pada mereka berdua untuk dikirim ke China hilang dicuri. Namun, dalam detik-detik menjemput maut itu Zakir punya ide untuk membeli obat penawar racun.

Di saat bersamaan, ada seorang tokoh perempuan bernama Saminah juga sedang dihadapkan pada situasi sulit karena akan dinikahkan secara paksa dengan Abu, seorang pribumi yang menjadi kaki tangan tokoh Jo Ho Sioe; penghianat perkumpulan yang menangkap Tjen dan Zakir.

Salah satu adegan pada pementasan tonil berjudul Chungking Jakarta yang terdapat slentingan aspirasi kegelisahan seniman yang mendapat kabar bahwa gedung DKM akan digusur tanpa kejelasan. Foto/Azmy

Di saat Abu lengah, Zakir meminta tolong Saminah untuk membeli obat penawar racun di suatu tempat. Saminah menyanggupi, namun menyuruh adiknya yang bernama Amat pergi untuk membelinya. Disitu, Amat menanyakan lokasi tempat persisnya membeli obat penawar racun tersebut.

Saminah : Amat! Amat! Kemari sebentar! (Amat datang) Amat, tolong engkau pergi ke Tanjungpura, belikan obat ini di apotek.
Amat : Di manakah apotek itu kakak?
Saminah : Itu lo, di jalan simpang 3, rumah yang tinggi, catnya warna merah?
Amat : Oh yang dekat kandang banyak (angsa, red)?
Saminah : Ya, yang sebelahnya kandang banteng, ada gedung DKM?
Amat : Ooh yang mau digusur?
Saminah : Yaa, betul. Lekas pergi.
Amat : Baik kakak! (Amat pergi)

Demikian sepenggal adegan dengan sisipan kritik satir penuh tanda tanya malam itu. Ditambah lagi, pada dialog ini, penonton justru menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Lalu, benarkah gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) yang berlokasi di Jalan Majapahit, Kota Malang akan digusur?

Donny Kus Indarto, selaku sutradara pementasan tonil Chungking Jakarta itu mengakui jika dirinya dan tim produksi sengaja menyisipkan aspirasi kecil tersebut. Menurut Donny, ini merupakan bentuk kegelisahan banyak pihak, khususnya para seniman hingga budayawan.

Pasalnya, status gedung DKM yang menjadi denyut nadi aktivitas kesenian dan kebudayaan di Kota Malang itu terus menggantung. Padahal, tempat itu menjadi saksi riuh-rendahnya dinamika aktivitas kesenian dan budaya di Malang sejak 1973 silam.

Kata Donny, belakangan ini santer dikabarkan bahwa gedung DKM yang sudah ada sejak lama itu akan digusur entah dijadikan apa. Hingga saat ini, diakui Donny, tidak ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah daerah terkait rencana itu.

”Yang dikhawatirkan kan nasib gedung DKM ini nanti mau diapakan, lalu kegiatan seni mau dimana? Lalu, seniman dan budayawan dikemanakan kan belum jelas. Dipindah kemana juga kami tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saja dapet kabar mau digusur,” ungkap Donny.

Keresahan tanpa ujung itu membuat Donny sengaja menyisipkan aspirasi itu dalam pementasan tonil yang digagas bersama DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Malang tersebut. ”Ya kita nitip-nitip sedikitlah, kegelisahan kami bersama,” tandas Donny yang juga selaku sekretaris DKM tersebut.

Keresahan yang sama juga datang dari Ketua Umum DPC Repdem Kota Malang Faizal Riza yang meminta agar Pemkot Malang bisa melakukan langkah bijak sebelum mengambil keputusan. Mengingat DKM menjadi tempat bersejarah bagi para seniman dan budayawan menjadikan kesenian di Kota Malang jadi lebih hidup.

Sejauh ini, Pemkot Malang diketahui tak pernah melakukan sosialisasi secara jelas terkait masa depan DKM. Malah justru tiba-tiba ada informasi bahwa gedung DKM akan diratakan.

”Kami berharap untuk dibuka ruang mediasi seluas-luasnya bersama semua seniman dan budayawan untuk membahas nasib DKM kedepannya. Seperti legal kontrak misalnya, mengingat kepastian status kepemilikan asetnya ini juga belum jelas sampai hari ini,” kata Faizal.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: pentas toniltonil

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Kejuaraan PBSI

Ratusan Atlet Bulutangkis Meriahkan PBSI dan Kapolres Cup Kota Batu 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.