MALANG, Tugumalang.id – BPJS Ketenagakerjaan Malang menggelar acara ngobrol asik, Ngobras, bersama media yang dihelat di Javanine Resto, Jumat (20/6/2025).
Digelarnya acara Ngobras dalam rangka membangun kolaborasi bersama media serta meningkatkan citra positif. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya dan beberapa wartawan yang hadir disambut hangat oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Zulkarnain Mahading.
Dalam diskusi yang nampak gayeng tersebut, Zulkarnain menyebut acara Ngobras bukan sekedar silaturahmi bersama media, tetapi juga memperkenalkan program-program BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Mahasiswa Magang Ilmu Pemerintahan UB Kini Tercover Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

“Acara ini juga menjadi momentum penting dalam memperkenalkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai instansi resmi dari pemerintah yang bertujuan menyejahterakan pekerja dengan mendapatkan program perlindungan. Berupa Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan,” ungkapnya.
Memperkenalkan Aplikasi JMO
Di hadapan para awak media yang hadir, Zulkarnain juga mengenalkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan.
Hadirnya aplikasi JMO diharapkan untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan informasi seputar BPJS Ketenagakerjaan. Layanan yang dapat diakses melalui aplikasi JMO, antara lain cek saldo, klaim jaminan hari tua, dan lain sebagainya.
“Melalui aplikasi ini bisa dilihat, fasilitas yang diikuti masing-masing peserta,” ujar Zulkanain.
Ingatkan Tentang BSU
Selain memperkenalkan aplikasi JMO, Zulkarnain juga mengingatkan tentang insentif ekonomi yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan yaitu Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Ia menyebut bantuan pemerintah melalui BSU bertujuan menjaga daya beli pekerja. Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
“Ketentuannya WNI, ASN dan menerima upah paling banyak Rp 3,5 juta per bulan. Bantuannya Rp 300 ribu per bulan untuk dua bulan dibayarkan sekaligus,” terangnya.
Baca Juga: Dorong Universal Coverage, BPJS Ketenagakerjaan Malang X RS Hermina Gelar Sosialisasi Manfaat Jamsostek
BSU ini diprioritaskan bagi buruh yang tidak sedang menerima Program Keluarga Harapn (PKH). Khusus di Malang Raya, menurut Zulkarnain ada 74 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan BSU.
Proses penyalurannya melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Himbara (Bank BNI, BRI, Mandiri, dan BTN) atau PT. Pos Indonesia.
Zulkarnain mengingatkan para penerima untuk memanfaatkan BSU sebaik mungkin .
“BSU ini layanan dari pemerintah, sayang kalau enggak dipakai, hak institusi, hak bapak ibu untuk dimanfaatkan. Saat negara hadir untuk memberi bantuan, sayang kalau tidak diikuti, silahkan nanti bisa dicek ke adminnya di kantor masing-masing,” jelas Zulkarnain.
“Untuk pengkinian data melalui SIPP online, kami siap membantu,” imbuhnya.
Program MLT BPJS Ketenagakerjaan
Lebih lanjut, mantan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto itu juga mengenalkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Melalui program tersebut, memberi peluang dan kemudahan bagi para pekerja peserta BPJS untuk mewujudkan mimpi memiliki rumah.
Program ini merupakan MLT dari program Jaminan Hari Tua (JHT). Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 berupa fasilitas pembiayaan perumahan yang dibiayai dari dana investasi program JHT.
Dalam menjalankan program ini, BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan bank dan juga developer property.
Terdapat empat jenis MLT yang dapat diakses oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan, yakni Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), dan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja/Kredit Konstruksi (FPPP/KK). Jenis dan besaran MLT ini berupa bunga bank yang lebih ringan
Selanjutnya ada fasilitas biaya KPR hingga maksimal Rp 500 juta, fasilitas PUMP maksimal Rp 150 juta, fasilitas PRP maksimal Rp 200 juta, dan FPPP/KK maksimal 80 persen x RAB.
Peserta dapat mengajukan MLT dengan memenuhi syarat, antara lain masa kepesertaan minimal satu tahun, tertib administrasi dan iuran, belum memiliki rumah, serta memenuhi syarat bank penyalur.
“Kami berharap dengan dukungan rekan-rekan media, dapat meningkatkan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ). Saat ini, capaian UCJ Kota Malang berada di angka 32,70 persen sebesar 140.161 yang sudah menjadi peserta,” papar Zulkarnain.
Target Tahun 2025 BPJS Ketenagakerjaan Malang
Zulkarnain mengatakan untuk tahun 2025 ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki target 41,23 persen atau sebesar 176.753 peserta dengan harapan ada sinergi lintas sektor. Pihaknya yakin melalui sinergi antar pihak termasuk media, target tersebut dapat tercapai.
“Harapan kami, melalui kerja sama yang baik dengan media, BPJS Ketenagakerjaan dapat dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Kota Malang. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan ini adalah sebagai bukti nyata negara hadir dalam perlindungan pekerja, baik sektor formal maupun informal,” bebernya.
“Sehingga dapat mewujudkan kerja keras bebas cemas,” tandas Zulkarnain.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























