MALANG, Tugumalang.id – Di tengah gempuran kafe yang menyuguhkan coffee specialty, Kedai Seduh Kakao hadir untuk menawarkan minuman cokelat dengan kualitas premium atau yang dikenal dengan istilah fine cocoa.
Kedai Seduh Kakao menyuguhkan pengalaman minum cokelat yang lebih autentik, mendekati minuman tradisional suku Aztec. Minuman cokelat sendiri awalnya digunakan oleh suku Aztec untuk berbagai ritual.
Perbedaan minuman cokelat yang ada di Kedai Seduh Kakao dengan toko minuman lainnya adalah cara pengolahannya. Kedai Seduh Kakao mengolah sendiri biji kakao fermentasi dari petani hingga menjadi pasta cokelat.
Saat ada pelanggan yang memesan, pasta cokelat baru diseduh, lalu dicampur susu dan gula dan ditaburi mawar kering. Proses ini menghasilkan minuman cokelat yang lebih wangi, lembut, dan kaya rasa.
Jika beruntung, pengunjung Kedai Seduh Kopi juga bisa melihat langsung proses pengolahan biji kakao. Saat proses roasting, biji kakao mengeluarkan wangi khas cokelat yang harum dan menggugah selera.
Proses roasting tersebut berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Sepanjang proses itu, mesin roasting yang diletakkan di tengah ruangan terus menerus mengeluarkan aroma cokelat yang membuat pengunjung enggan untuk pulang.

Kenalkan cokelat premium ke warga Malang
Kedai Seduh Kakao berdiri pada tahun 2022. Kedai ini dibuka dengan tujuan untuk mengenalkan fine cocoa ke warga Malang agar mereka bisa merasakan cita rasa cokelat yang asli. Kedai ini berlokasi di Jalan Raya Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
“Kami ingin masyarakat bisa merasakan cita rasa cokelat yang digiling dari biji kakao. Rasanya berbeda dengan cokelat bubuk,” ujar pemilik Kedai Seduh Kakao, Agatha Virdhi Saputra.
Ia menjelaskan, minuman cokelat yang lazim disajikan di kedai-kedai lainnya biasanya dibuat dari cokelat bubuk. Banyak orang berasumsi biji cokelat yang digiling akan menghasilkan cokelat bubuk.
Padahal, biji cokelat yang digiling menghasilnya pasta cokelat atau cacao mass. Pasta cokelat yang di-press ini kemudian menghasilkan cacao butter dan ampasnya berupa cokelat bubuk atau cacao powder.
“Minuman cokelat yang terbuat dari pasta cokelat inilah yang memiliki efek meningkatkan suasana hati atau mood booster,” kata Agatha.
Mimpi sejajarkan cokelat Indonesia dengan cokelat Eropa
Meski Kedai Seduh Kakao baru dibuka di tahun 2022, Agatha sudah menekuni dunia cokelat sejak tahun 2017 dengan membangun merek Finestco. Ia bermimpi suatu hari cokelat Indonesia juga dikenal memiliki kualitas premium seperti cokelat Eropa.
“Cokelat di Indonesia kebanyakan masih commercial grade, sangat jarang fine cocoa,” ujar Agatha.
Akhirnya ia menekuni dunia cokelat, mulai dari fermentasi biji kakao hingga pengolahannya. Ia belajar di pelatihan inkubasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember serta mengambil studi master teknologi agroindustri.
“Saya belajar berbagai teknik fermentasi dan roastery,” kata Agatha.
Berdayakan petani lokal
Seluruh biji kakao yang diolah berasal dari petani lokal, termasuk perkebunan di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Selain itu, biji kakao yang diolah Finestco juga berasal dari Jembrana Bali, Berau Kalimantan, Pacitan, dan Banyuwangi.
Agatha mengatakan, potensi kakao di Kabupaten Malang sangat luar biasa. Akan tetapi, tidak ada peningkatan kualitas di pascapanen. Biji kakao hanya dijual curah tanpa ada proses yang bisa menambah nilai.
“Biji kakao dijual asal, akhirnya saya mulai pembinaan kelompok tani yang ada di Malang selatan,” tutur Agatha.
Biji kakao yang didapat dari para petani tersebut diolah di pabrik kecil yang berada dalam satu lokasi dengan Kedai Seduh Kakao. Pengolahan biji kakao ini tak terbatas pada minuman cokelat. Finestco juga memiliki produk berupa:
• Roasted fermented Cacao Beans.
• Cacao Nibs
• Cacao Mass
• Cacao Butter
• Cacao Powder
• Cocoa couverture 67% dan 85%
• Seduh Kakao Block
• Cocoa Bar 67% Rose Cacao Macadamia
• Cacao tea
Agatha berharap, Finestco dan Kedai Seduh Kokoa bisa membuka wawasan masyarakat Malang dan sekitarnya terkait cokelat premium. Apabila semakin banyak pecinta cokelat premium, maka petani biji kakao di Indonesia pun semakin sejahtera.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























