KOTA BATU, Tugumalang.id – Masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Batu, Jawa Timur diimbau waspada dengan segala macam potensi bencana. Pasalnya, sudah selama sepakan ini, kota wisata itu diguyur hujan deras.
Selama sepekan itu pula, sejumlah titik di wilayah dengan kontur pegunungan di sana mulai dilanda bencana tanah longsor. Sedikitnya dalam kurun 2 hari terakhir saja, sudah ada 3 titik longsor yang dilaporkan ke BPBD Kota Batu.
Contoh pertama terjadi di Jalan Alternatif Dusun Ngukir, RT 05 RW 07, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo yang akibat hujan membuat tanah di sekitar plengsengan teknis sepanjang 15 meter jenuh hingga akhirnya ambrol.
“Kondisinya berpotensi longsor susulan yang bisa merusak badan jalan dan mengganggu akses kendaraan kalau tidak segera ditangani,” terang Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, Minggu (2/11/2025).
Baca juga: Tanah Longsor Putus Akses Jalan di Desa Srigading, 125 KK Terisolasi
Di titik lain, longsor juga terjadi di Jalan Bukit Berbunga RT 01 RW 10, Dusun Sukorembuk, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji. Di titik ini, longsor menimpa plengsengan teknis yang berada di sempadan sungai, tepat di halaman rumah milik Joesoef (54).
Hujan deras membuat tanah di sekitar plengsengan jenuh air hingga akhirnya tak mampu menahan beban. Plengsengan berdimensi panjang 20 meter, lebar 2 meter dan tinggi 3 meter itu longsor ke arah sungai.
“Material longsor menutup sebagian aliran sungai. Kalau tidak segera diperbaiki, ada potensi longsor susulan yang bisa menutup aliran air sepenuhnya dan mengganggu jalan raya,” jelas Duwoko.
Kejadian longsor serupa juga terjadi di Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo. Plengsengan teknis sepanjang 19 meter dengan tinggi sekitar 5 meter di jalan alternatif dusun tersebut ambruk setelah diguyur hujan deras.
Kondisi tanah yang jenuh membuat dinding penahan jalan tak kuat menahan tekanan. Akibatnya, sebagian jalan ambles dan tak bisa dilewati kendaraan.
“Untuk sementara akses jalan alternatif di Tinjumoyo kami tutupbdan warga kami imbau melewati jalur utama dulu sampai perbaikan selesai,” terang Suwoko.
Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor di Tirtoydo Malang, 83 Rumah Terdampak
Sebab itu, BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terlebih di wilayah rawan longsor. Pihaknya terus memantau wilayah rawan longsor, terutama di daerah perbukitan dan sempadan sungai. Mengingat curah hujan yang tinggi masih berpotensi terjadi, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Bagi warga yang tinggal di lereng atau tepi sungai, kami imbau untuk selalu waspada. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda tanah retak atau pergerakan tanah di sekitar rumah,” tuturnya.
Menurutnya, musim hujan yang baru saja dimulai tampaknya bakal menjadi ujian bagi Kota Batu. Selain topografi yang didominasi perbukitan, kondisi tanah yang labil membuat wilayah ini rawan longsor.
“BPBD bersama pemerintah desa/kelurahan kini memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan di seluruh titik rawan bencana,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























