Senin, November 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Seni Bantengan Malang, dari Relief hingga Pertunjukan

Redaksi by Redaksi
Oktober 17, 2022 12:42 pm
in Sastra & Budaya
Banteng sebagai lakon utama Bantengan.

Banteng sebagai lakon utama Bantengan. Foto/Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Jika Mataraman punya Jaranan dan Reog, maka Malang punya Bantengan. Seni tradisi ini diyakini berasal dari Malang, Mojokerto dan Batu. Karakter pertunjukan Bantengan Malang yang unik membuat masyarakat selalu antusias dan berkerumun untuk menyaksikan.

Unsur tari, pencak silat dan musik membuat Bantengan punya daya tarik tersendiri dalam setiap gelarannya. Bacaan syair dan mantra menambah nuansa magis pertunjukan Bantengan. Para pemainnya pun kerap mengalami kesurupan.

READ ALSO

Karcis

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Bantengan, Prosesi Pertunjukan dan Lakon

Pertunjukan bantengan diawali dengan melakukan beberapa prosesi ritual. Selain persiapan jiwa dan raga, pemain diwajibkan berpuasa seminggu sebelum pertunjukan. Lalu seluruh pemain akan berkumpul dan melakukan kegiatan doa bersama.

Sesepuh paguyuban akan melakukan ritual di lokasi pertunukan memanggil arwah untuk meminta izin digelarnya pertunjukan. Ritual tersebut dilengkapi dengan sesaji seperti kemenyan, telur ayam, kelapa, pisang ayu, ketan hitam hingga bunga tiga macam.

Umumnya Bantengan dimainkan oleh dua orang. Satu orang menjadi kaki depan dan memegang kepala bantengan yang terbuat dari kayu, satu lagi menjadi kaki belakang. Keduanya lalu bergerak dengan iringan music jidor yang dipadu kendang dan pecut.

Pertunjukan Bantengan jadi menarik karena gerakan liar pemain membuat jantung penonton berdegup kencang. Tak jarang pemain makin lepas kendali dan menabrak penonton saat kesurupan arwah yang disebut “Dhanyangan”.

Kirab 1000 bantengan Kota Batu.
Foto/Ulul Azmy

Selain lakon banteng yang mewakili sosok rakyat, juga terdapat lakon macanan yang mewakili simbol pemegang kekuasaan atau penjajah. Juga terdapat lakon kera sebagai simbol rakyat yang memihak penjajah dan bermuka dua.

Seni Bantengan Malang Dalam Relief

Seni Bantengan diyakini telah ada ada sejak zaman kerajaan Singosari. Fatima dalam buku berjudul Bantengan Seni Tradisional Jawa Timuran (2018) menjelaskan bahwa pada masa Ken Arok berkuasa di Singosari, telah berkembang sebuah tradisi pencak silat dengan kuda dan hewan banteng.

Jejak sejarah bantengan juga muncul pada relief candi Jago. Walau tak menggambarkan secara langsung tentang seni Bantengan, relief candi peninggalan Singosari itu memperlihatkan pertarungan hewan banteng dan harimau.

Sejarawan Dwi Cahyono juga turut menjelaskan adanya cerita dibalik relief Candi Jago melalui laman Cagar Budaya Jawa Timur. Relief tersebut ialah bagian dari bingkai cerita ‘Tantri Kamandaka atau Pancatantra’ tentang pertarungan banteng melawan harimau.

Masyarakat meyakini bahwa kesenian telah ada sejak zaman kerajaan Singhasari dan Majapahit. Selain relief candi, motif banteng juga muncul dalam gunungan pewayangan. Banteng dapat diartikan sebagai simbol kemakmuran.

Bantengan Malang, Lahir dari Rahim Pencak Silat

Seni tradisi bantengan lahir dari bagaimana cara masyarakat kala itu mengamati kebiasaan hewan liar yang ada di hutan. Gerakan-gerakan itu kemudian direplikasi menjadi jurus bela diri dan sebuah gerak pencak silat. Hal ini diceritakan Supraun dalam penelitian Hidayatullah (2017) tentang seni bantengan di Kalirejo, Malang.

Sebagai pemilik kelompok Rimba Persilatan Harimau Putih, ia menuturkan jika banteng adalah simbol dunia persilatan. Asal kata bantengan muncul dari kata “Babarno Barang kang Enteng” yang berarti menjadikan berat jadi ringan.

Riwayat pencak silat memang telah ada bahkan seblum penjajah Belanda menginjakkan kaki di Indonesia. Seni Bantengan di Kalirejo sendiri telah lahir pada tahun 1966. Didirikan oleh Mbah Sukoco, Bantengan dijadikan sebagai pertunjukan pencak silat.

Nasib Pertunjukan Bantengan Malang Kini

Perkembangan seni tradisi bantengan menyebar di berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Di Dusun Boro, Panggungrejo, Gondanglegi, Bantengan juga ditujukan untuk untuk menghimpun orang-orang yang brutal dan dijadikan alternatif kegiatan masyarakat yang positif.

Dalam penelitiannya, Khoyyum dkk. (2017) mencatat jika bantengan di Dusun Boro mulanya tampil dalam latihan rutin pencak silat. Namun lama kelamaan bantengan memecahkan diri dengan anggota yang makin berkembang.

Hingga kini, seni tradisi Bantengan Malang masih disangat digemari masyarakat. Pertunjukannya selalu dinanti. Salah satunya terlihat dalam antusias masyarakat Malang raya menonton karnaval Bantengan Agustus 2022 di Kota Batu.

Kegiatan karnaval 1000 Bantengan yang dihelat bersamaan peringatan ulang tahun Bantengnan Nuswantara itu diikuti oleh 50 grup Bantengan Malang raya. Beberapa kelompok dari luar kota seperti Mojokerto pun turut bergabung hingga keseluruhan peserta mencapai 1500 orang.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: BantenganBudaya MalangjarananReog

Related Posts

Karcis
Sastra & Budaya

Karcis

Minggu, 25 Okt 2026
Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang
Sastra & Budaya

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
Ayat-Ayat Luka
Ruang Cendekia

Ayat-Ayat Luka

Minggu, 19 Jul 2026
Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Kamis, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
Next Post
drh. Puguh Wiji Pamungkas, MM ketua GENPRO Jawa Timur Tapal Kuda diacara Presidential Summit di Hotel Bidakara Jakarta.

Presidensial Summit GENPRO 2022, UMKM Pahlawan Bangsa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.