MALANG, Tugumalang.id – Perguruan tinggi di daerah akan dilibatkan dalam program Sekolah Rakyat (SR). Penegasan itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, dalam kunjungan kerja di Malang, belum lama ini.
Pelibatan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program pendidikan yang digagas pemerintah.
“Pelibatan perguruan tinggi itu bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar akan kami optimalkan. Kami pasti akan berkolaborasi,” ujar Gus Ipul saat kunjungan kerja di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Bentuk Kolaborasi dengan Kampus
Gus Ipul menjelaskan, kolaborasi antara SR dan perguruan tinggi dapat terwujud dalam berbagai bentuk. Mulai dari pendampingan dosen, hingga keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar.
“Kami bisa minta mahasiswa untuk ikut mendampingi kegiatan di Sekolah itu, terutama di luar jam kuliah seperti sore hari,” tambahnya.
Menurutnya, pelibatan civitas akademika ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Tentu kami selalu terbuka terhadap peluang kolaborasi. Dukungan dari kampus sangat kami butuhkan untuk menggerakkan pendidikan berbasis masyarakat ini,” jelas Gus Ipul.
Fokus pada Rekrutmen Guru ASN
Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan skema rekrutmen tenaga pendidik dan kepala sekolah program SR. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah merekrut guru dan kepala sekolah dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Insyaallah semuanya ASN. Untuk guru bisa berstatus PPPK penuh atau paruh waktu. Tapi untuk teknisnya, masih kami konsolidasikan,” terangnya.
Baca juga: Mensos RI Pastikan Ijazah Sekolah Rakyat Setara dengan Sekolah Umum
Target Operasional dan Ekspansi Sekolah Rakyat
Gus Ipul berharap proses rekrutmen guru selesai dalam waktu dekat agar persiapan operasional bisa segera dimulai.
“Mudah-mudahan proses rekrutmen yang sedang berjalan bisa rampung bulan depan. Saat ini sudah ada sekitar 53 sekolah yang siap beroperasi di berbagai provinsi, dan jumlahnya kemungkinan masih akan bertambah,” ungkapnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Bantur Siap Tampung 225 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan antara 100 hingga 200 Sekolah untuk program itu baru pada tahun 2026. Semua sekolah tersebut akan dibangun dengan standar fasilitas yang telah disetujui oleh Presiden RI.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























