Senin, Agustus 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Sederet Revolusi Ekosistem Kesehatan Kota Batu ala mBatu Sae

Redaksi by Redaksi
Maret 18, 2026 6:35 pm
in Pemerintahan
Mbatu Sae

Wali Kota Batu Nurochman saat memaparkan cetak biru ekosistem kesehatan mBatu Sae. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu di bawah kepemimpinan duet mBatu Sae memperkenalkan cetak biru ekosistem kesehatan masa depan yang cukup ambisius. Program ini menandai pergeseran paradigma besar-besaran, dari layanan kesehatan yang bersifat reaktif menjadi proaktif. Dari semula menunggu warga sakit menjadi jemput bola atau upaya preventif.

Cetak biru ekosistem kesehatan Kota Batu ini dirancang untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi demi menciptakan masyarakat yang produktif. Salah satu pilar utama mBatu Sae adalah pemerataan akses yang tidak lagi hanya berpusat di rumah sakit.

READ ALSO

Pemkab Malang Gandeng Blue Economy Foundation Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan

Tekan Kebocoran PAD, Bapenda Kota Batu Sisir 620 Vila Belum Terdaftar Pajak

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa mBatu Sae adalah komitmen jangka panjang untuk memastikan tidak ada satu pun warga Batu yang tertinggal dalam layanan kesehatan. Keberhasilan capaian itu membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Mulai camat, kepala desa, lurah hingga awak media massa.

“Pemkot Batu ingin membangun revolusi ekosistem kesehatan yang kuat sebagai bagian dari visi Batu SAE. Karena itu akses pelayanan kesehatan harus semakin merata dan masyarakat juga didorong lebih aktif menjaga kesehatan,” ujar Nurochman.

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Mbatu Sae, UMKM Capai Banyak Kemajuan

Ada pun, sederet revolusi ekosistem kesehatan yang dirancang antara lain seperti menghadirkan tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan untuk memastikan penanganan medis yang lebih responsif.

Bagi kelompok rentan mulai lansia dan penyandang disabilitas, mBatu Sae meluncurkan program Home Care. Tenaga medis akan mendatangi rumah warga secara langsung, sehingga keterbatasan mobilitas tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak.

Selama ini, kondisi sejumlah Posyandu di lapangan masih kekurangan alat kesehatan, bahkan ada yang masih menggunakan peralatan pinjaman. Cak Nur menegaskan akan memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang balita.

”Mulai pemantauan rutin balita, pendeteksian risiko stunting secara akurat hingga intervensi nutrisi lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat sasaran bagi anak-anak,” ungkap politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, guna menjamin keamanan warga di saat darurat, sistem kesehatan primer direvitalisasi dengan menjadikan Puskesmas Batu 24 Jam. Puskesmas ini berfungsi sebagai pusat rujukan bagi fasilitas kesehatan lain di seluruh wilayah Kota Batu serta menjadi garis pertahanan pertama untuk kondisi kritis.

Lebih dari sekadar fasilitas medis, mBatu Sae juga mendorong transformasi gaya hidup warga. Seperti dengan perbaikan Infrastruktur kota seperti taman dan jalur sepeda dioptimalkan sebagai ruang sehat komunal. Warga didorong untuk aktif bergerak minimal 30 menit setiap hari dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat keluarga.

“Kesehatan masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi terwujudnya Kota Batu yang berkualitas,.

Baca juga: Wali Kota Batu Minta Realisasi APBD 2026 Selaras dengan Visi Misi Mbatu Sae

Tak hanya itu, salah satu terobosan yang sedang dijalankan adalah penempatan dokter di Pondok Bersalin Desa (Polindes). Saat ini, sebanyak 18 dokter telah ditempatkan untuk melayani 18 desa dari total sekitar 24 desa dan kelurahan di Kota Batu.

Langkah tersebut menjadi perubahan penting karena sebelumnya sebagian besar Polindes hanya dilayani tenaga kesehatan non-dokter. Kini masyarakat dapat mengakses layanan dokter di Polindes minimal tiga hari dalam seminggu.

Ke depan, Polindes juga direncanakan akan dikembangkan menjadi fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap dengan tambahan tenaga medis dan peralatan. Tujuannya untuk mengurangi beban pelayanan di Puskesmas.

Diharapkan dengan penguatan sistem terintegrasi dapat mempercepat penanganan warga kurang mampu atau masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Selain pendekatan kuratif, Pemkot Batu juga memperkuat program promotif dan preventif. Salah satunya dengan rencana pembangunan Taman Sehat di desa-desa sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga masyarakat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: cetak biru ekosistem kesehatan mbatu saeDinkes Kota BatuInovasi pelayanan kesehatan kota batuMbatu Saepemkot batuwali kota batu nurochmanwawali kota batu heli suyanto

Related Posts

Pemkab Malang Gandeng Blue Economy Foundation Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan
Advertorial

Pemkab Malang Gandeng Blue Economy Foundation Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan

Jumat, 7 Agu 2026
Tekan Kebocoran PAD, Bapenda Kota Batu Sisir 620 Vila Belum Terdaftar Pajak
Pemerintahan

Tekan Kebocoran PAD, Bapenda Kota Batu Sisir 620 Vila Belum Terdaftar Pajak

Jumat, 7 Agu 2026
Bupati Malang Luncurkan Program Ketahanan Pangan, Bagikan 6 Ribu Bibit ke Warga Gondanglegi
Advertorial

Bupati Malang Luncurkan Program Ketahanan Pangan, Bagikan 6 Ribu Bibit ke Warga Gondanglegi

Jumat, 7 Agu 2026
Bupati Malang Evaluasi OPD, Kejar Lima Besar Pelayanan Publik Jatim
Advertorial

Bupati Malang Evaluasi OPD, Kejar Lima Besar Pelayanan Publik Jatim

Selasa, 4 Agu 2026
Bapenda Kabupaten Malang Layani 3.681 Wajib Pajak dengan BMW
Advertorial

Bapenda Kabupaten Malang Layani 3.681 Wajib Pajak dengan BMW

Selasa, 4 Agu 2026
Alih Fungsi Lahan Di Kota Batu Makin Masif Tersisa 429 Hektare Sawah Dilindungi 1
Advertorial

DPRD Kabupaten Malang Pelajari Pengelolaan Penyertaan Modal BPR di Bojonegoro

Senin, 3 Agu 2026
Next Post
Grand Mercure Malang Mirama

Mudik 2026, Grand Mercure Malang Mirama Catat Reservasi Penuh dan Fasilitas Lengkap

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.