Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Sederet Revolusi Ekosistem Kesehatan Kota Batu ala mBatu Sae

Redaksi by Redaksi
Maret 18, 2026 6:35 pm
in Pemerintahan
Mbatu Sae

Wali Kota Batu Nurochman saat memaparkan cetak biru ekosistem kesehatan mBatu Sae. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu di bawah kepemimpinan duet mBatu Sae memperkenalkan cetak biru ekosistem kesehatan masa depan yang cukup ambisius. Program ini menandai pergeseran paradigma besar-besaran, dari layanan kesehatan yang bersifat reaktif menjadi proaktif. Dari semula menunggu warga sakit menjadi jemput bola atau upaya preventif.

Cetak biru ekosistem kesehatan Kota Batu ini dirancang untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi demi menciptakan masyarakat yang produktif. Salah satu pilar utama mBatu Sae adalah pemerataan akses yang tidak lagi hanya berpusat di rumah sakit.

READ ALSO

Pemkot Malang Targetkan Kekosongan Pejabat Definitif Terisi Juli 2026: Pakai Manajemen Talenta

Bupati Sanusi Ajak Pelajar Kabupaten Malang Gemar Menabung Sejak Dini Lewat Program KEJAR dan RABU

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa mBatu Sae adalah komitmen jangka panjang untuk memastikan tidak ada satu pun warga Batu yang tertinggal dalam layanan kesehatan. Keberhasilan capaian itu membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Mulai camat, kepala desa, lurah hingga awak media massa.

“Pemkot Batu ingin membangun revolusi ekosistem kesehatan yang kuat sebagai bagian dari visi Batu SAE. Karena itu akses pelayanan kesehatan harus semakin merata dan masyarakat juga didorong lebih aktif menjaga kesehatan,” ujar Nurochman.

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Mbatu Sae, UMKM Capai Banyak Kemajuan

Ada pun, sederet revolusi ekosistem kesehatan yang dirancang antara lain seperti menghadirkan tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan untuk memastikan penanganan medis yang lebih responsif.

Bagi kelompok rentan mulai lansia dan penyandang disabilitas, mBatu Sae meluncurkan program Home Care. Tenaga medis akan mendatangi rumah warga secara langsung, sehingga keterbatasan mobilitas tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak.

Selama ini, kondisi sejumlah Posyandu di lapangan masih kekurangan alat kesehatan, bahkan ada yang masih menggunakan peralatan pinjaman. Cak Nur menegaskan akan memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang balita.

”Mulai pemantauan rutin balita, pendeteksian risiko stunting secara akurat hingga intervensi nutrisi lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat sasaran bagi anak-anak,” ungkap politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, guna menjamin keamanan warga di saat darurat, sistem kesehatan primer direvitalisasi dengan menjadikan Puskesmas Batu 24 Jam. Puskesmas ini berfungsi sebagai pusat rujukan bagi fasilitas kesehatan lain di seluruh wilayah Kota Batu serta menjadi garis pertahanan pertama untuk kondisi kritis.

Lebih dari sekadar fasilitas medis, mBatu Sae juga mendorong transformasi gaya hidup warga. Seperti dengan perbaikan Infrastruktur kota seperti taman dan jalur sepeda dioptimalkan sebagai ruang sehat komunal. Warga didorong untuk aktif bergerak minimal 30 menit setiap hari dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat keluarga.

“Kesehatan masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi terwujudnya Kota Batu yang berkualitas,.

Baca juga: Wali Kota Batu Minta Realisasi APBD 2026 Selaras dengan Visi Misi Mbatu Sae

Tak hanya itu, salah satu terobosan yang sedang dijalankan adalah penempatan dokter di Pondok Bersalin Desa (Polindes). Saat ini, sebanyak 18 dokter telah ditempatkan untuk melayani 18 desa dari total sekitar 24 desa dan kelurahan di Kota Batu.

Langkah tersebut menjadi perubahan penting karena sebelumnya sebagian besar Polindes hanya dilayani tenaga kesehatan non-dokter. Kini masyarakat dapat mengakses layanan dokter di Polindes minimal tiga hari dalam seminggu.

Ke depan, Polindes juga direncanakan akan dikembangkan menjadi fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap dengan tambahan tenaga medis dan peralatan. Tujuannya untuk mengurangi beban pelayanan di Puskesmas.

Diharapkan dengan penguatan sistem terintegrasi dapat mempercepat penanganan warga kurang mampu atau masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Selain pendekatan kuratif, Pemkot Batu juga memperkuat program promotif dan preventif. Salah satunya dengan rencana pembangunan Taman Sehat di desa-desa sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga masyarakat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: cetak biru ekosistem kesehatan mbatu saeDinkes Kota BatuInovasi pelayanan kesehatan kota batuMbatu Saepemkot batuwali kota batu nurochmanwawali kota batu heli suyanto

Related Posts

Ilustrasi Wali Kota Malang saat mengukuhkan ASN (ist)
Pemerintahan

Pemkot Malang Targetkan Kekosongan Pejabat Definitif Terisi Juli 2026: Pakai Manajemen Talenta

Kamis, 2 Jul 2026
Bupati Malang, Sanusi saat memberikan sambutan di kegiatan sosialisasi program KEJAR dan RABU. Foto: Pemkab Malang
Pemerintahan

Bupati Sanusi Ajak Pelajar Kabupaten Malang Gemar Menabung Sejak Dini Lewat Program KEJAR dan RABU

Selasa, 30 Jun 2026
Kegiatan Bapenda Menyapa Warga (BMW) untuk optimalkan penerimaan pajak daerah. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pemerintahan

Capaian Pajak Daerah Kabupaten Malang Tembus Rp351,56 Miliar di Semester I 2026

Selasa, 30 Jun 2026
Pemkab Malang
Pemerintahan

Pemkab Malang Catat SiLPA DBHCHT Sebesar Rp18,9 Miliar pada Tahun Anggaran 2025

Senin, 29 Jun 2026
Pemkab malang
Pemerintahan

Pemkab Malang Percepat PPTPKH untuk Berikan Kepastian Hak Tanah Warga

Rabu, 24 Jun 2026
Wali Kota Malang menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 (M Sholeh)
Pemerintahan

Wali Kota Malang Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pendapatan Daerah Capai Rp2,5 Triliun

Rabu, 24 Jun 2026
Next Post
Grand Mercure Malang Mirama

Mudik 2026, Grand Mercure Malang Mirama Catat Reservasi Penuh dan Fasilitas Lengkap

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.