MALANG, Tugumalang.id – Fenomena tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia kembali menjadi sorotan usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan terbaru.
Tercatat, jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia menyentuh angka sekitar 1 juta orang. Angka ini dihimpun dari lulusan jenjang Diploma 4 (D4) hingga S-3 dengan jumlah keseluruhan mencapai 1.033.182.
Artinya jumlah ini setara 14,31 persen dari jumlah angka pengangguran secara keseluruhan yang mencapai 7,22 juta orang.
Kondisi ini tentu memprihatinkan, sebab mengenyam pendidikan tinggi tidak membuat lulusan langsung bisa bekerja.
Baca Juga: Tutup GLC Angkatan ke-22, Coach Fahmi Ingatkan Makna Kepemimpinan
Melihat permasalahan ini, Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M atau yang lebih kerap disapa Coach Dr Fahmi memberikan pandangannya tentang tingginya angka pengangguran terdidik saat ini.
Sebagai pakar bisnis dan Business Coach kenamaan di Indonesia, Coach Fahmi memberikan sudut pandang yang menohok sekaligus mencerahkan.
Melalui berbagai analisisnya dari fenomena sarjana menganggur saat ini, akar masalahnya bukan sekadar kurangnya lowongan korporasi. Melainkan kuatnya cengkraman mentalitas anak muda yang sedang mencari pekerjaan.
Sebagai jalan keluar, pihaknya mendorong anak muda untuk berani berwirausaha. Di mana para sarjana kaum terdidik ini didorong menciptakan lapangan pekerjaan ketimbang alih-alih mengantre di bursa kerja.
“Menurut saya, salah satunya (solusi) adalah membangun kewirausahaan, baik berupa community entrepreneur atau social entrepreneur. Sebab setiap orang memiliki kemampuan hidup sendiri dan mencukupi kebutuhannya, mendorong mereka untuk mencari solusi,” terang Coach Dr Fahmi dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Tugu Media belum lama ini.
Bekerja Total, Bekerja Keras, dan Berdaulat
Bagi Coach Fahmi, anak muda Indonesia harus pintar dan jeli melihat situasi yang ada di sekitarnya. Menurutnya para anak muda tidak boleh berdiam diri menunggu peluang dan kesempatan. Tetapi anak mudah harus berani bekerja total untuk berdaulat terhadap hidup mereka sendiri.
Di era perkembangan teknologi yang semakin canggih dan modern, memberi kesempatan yang lebih luas bagi anak muda di Indonesia untuk memulai berwirausaha.
Baca Juga: Coach Fahmi: Pemimpin Harus Hadirkan Kesuksesan dan Kebahagiaan
“Semangat untuk mandiri berwirausaha, bekerja keras berjibaku membangun kedaulatan ekonomi masing-masing, itu yang menurut saya harus terus didorong,” ungkapnya.
“Kita tahu bahwa ada banyak sekali anak muda Indonesia yang mulai berjualan dengan membangun toko digital online. Lewat wirausaha dan bekerja keras, mereka punya penghasilan yang cukup untuk hidup mandiri dan membangun level kehidupan berikutnya,” imbuh Coach Fahmi.
Ia mengajak anak muda untuk bergerak aktif menjemput peluang ketimbang duduk diam menunggu datangnya kesempatan, baik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau menunggu lowongan dari korporasi swasta.
Untuk itu, Coach Dr Fahmi menekankan bahwa anak muda harus memiliki keberanian untuk bekerja keras dengan total dan sempurna.
“Anak muda harus membuat keputusan, yaitu keputusan bekerja keras dan sempurna. Putuskanlah bahwa aku akan bekerja keras dan sempurna. Spirit bekerja total dan sempurna harus dimiliki anak muda,” jelas Coach Dr Fahmi.
Mendorong Anak Muda Indonesia Menjadi Diaspora
Tidak hanya memberi pesan pentingnya anak muda Indonesia berani berwirausaha sebagai solusi dari tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia.
Coach Fahmi juga mendorong anak muda untuk berani keluar dari zona nyaman dengan meniti karier di luar negeri sebagai diaspora. Menurutnya berkarier di luar negeri bukanlah hal yang mustahil, asal ditunjang dengan keterampilan dan juga keberanian untuk memanfaatkan peluang di negara lain.
Hal ini disampaikan alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dalam kunjungannya ke kantor Amazon di London, Inggris maupun berdasarkan pengalaman dari keluarga dan koleganya.
“Setelah pulang dari London, tepatnya di kantor Amazon saya melihat banyak peluang yang bisa dikerjakan oleh anak muda Indonesia. Untuk itu semangat anak muda menjadi diaspora di luar negeri harus didorong karena kesempatannya sangat terbuka dari umur berapapun dan pendidikan apapun,” terangnya.
Ia juga menilai pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan yang menghadirkan program Magang Hub telah memberi kesempatan bagi anak muda di Indonesia untuk berkarir di berbagai bidang. Pertanyaannya kemudian tinggal bagaimana anak muda dapat jeli memanfaatkan peluang ketimbang berdiam diri menunggu kesempatan.
“Sebenarnya (magang hub) adalah upaya untuk memancing agar anak muda jangan tinggal diam dengan memberi insentif terhadap perusahaan maupun peserta program tersebut. Untuk itu spirit bekerja total dan sempurna harus dimiliki anak muda,” tandas Coach Dr Fahmi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






























