Kota Batu, Tugumalang.id – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu, Jawa Timur, memiliki program unggulan bertajuk Sapa Warga, Sapa Mbatu. Program ini dirancang sebagai sarana pembentukan karakter anak melalui interaksi langsung dengan masyarakat di luar lingkungan sekolah.
Program tersebut pertama kali dilaksanakan dengan kunjungan ke Balai Kota Among Tani yang mempertemukan para siswa dengan Wali Kota Batu, Nurochman, pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap hari Jumat sebagai media publikasi sekolah sekaligus pengenalan lingkungan pemerintahan kepada peserta didik.
Baca juga: Sekolah Rakyat Kota Batu Resmi Dimulai, 100 Siswa Mulai Huni Asrama
Sebanyak 186 peserta yang terdiri dari siswa, pendamping, dan mahasiswa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Melalui pembangunan kedekatan antara warga sekolah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan peserta didik tentang peran pemerintah serta kehidupan sosial di lingkungan sekitar.
“Harapannya, sepulang dari sini anak-anak mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang dapat membentuk karakter mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.
Edukasi Publik dan Pembentukan Karakter Anak
Program Sapa Warga, Sapa Mbatu tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga ruang pembentukan nilai sosial, etika, dan karakter peserta didik. Interaksi langsung dengan lingkungan pemerintahan dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, empati, serta kesadaran sosial sejak dini.
Model pembelajaran kontekstual ini menjadi bagian dari strategi Sekolah Rakyat dalam membangun karakter anak secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek mental, sosial, dan moral.
Motivasi Wali Kota Batu untuk Generasi Muda
Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar dengan tekun dan disiplin.
“Tidak akan ada prestasi tanpa disiplin dan kesungguhan. Kalianlah generasi yang kelak akan menjadi pemimpin,” ujarnya.
Ia mendorong para siswa memanfaatkan Sekolah Rakyat sebagai ruang belajar sekaligus pembentukan karakter. Nurochman juga membagikan kisah masa kecilnya sebagai anak petani yang mampu bangkit melalui pendidikan, kerja keras, dan tekad kuat hingga dipercaya memimpin Kota Batu.
Baca juga: Wali Kota Malang Resmi Pinjamkan Aset ke Kemensos untuk Sukseskan Program Nasional Sekolah Rakyat
“Saya berharap nanti semua harus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan menolak segala bentuk perundungan, baik kepada teman sekelas maupun sesama penghuni asrama,” ucapnya.
Politisi PKB tersebut juga menyampaikan keberadaan program 1.000 Sarjana Kota Batu yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. Ia menegaskan bahwa siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu akan dipastikan memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan hingga perguruan tinggi oleh Pemerintah Kota Batu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























