Malang – Seorang pengasuh pesantren di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap salah satu santrinya. Pria berinisial B tersebut diduga memukul santri dengan rotan hingga menyebabkan luka serius di bagian betis.
Peristiwa ini terjadi pada malam takbiran Iduladha, Kamis (5/6/2025), ketika korban berinisial AZR (14), warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kedapatan keluar dari area pondok untuk membeli makanan. Sebagai bentuk hukuman, pengasuh pesantren memukul korban di bagian kaki menggunakan rotan.
Insiden ini mencuat ke publik setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi luka korban viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak betis korban mengalami luka serius akibat pemukulan.
Polisi Sudah Naikkan Kasus ke Tahap Penyidikan
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erlehana BR Maha, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut pada Jumat (20/6/2025). Saat ini, perkara sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Perkara ini sudah kami naikkan ke penyidikan. Namun kami masih kekurangan saksi yang melihat langsung kejadian,” ujar Aiptu Erlehana, Rabu (9/7/2025).
Baca juga: Gegara Beli Air Mineral Galon Diluar, Seorang Santri di Singosari Diduga Dianiaya Pengasuh Pesantren
Pihak kepolisian telah melayangkan surat panggilan kepada pihak pesantren untuk menghadirkan santri yang berada di lokasi kejadian. Namun hingga kini, para saksi tersebut belum hadir memberikan keterangan.
Sementara itu, pengasuh pondok yang dilaporkan juga telah diperiksa. Namun hingga saat ini belum dilakukan penahanan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Sudah kami periksa, tapi belum ditahan dan statusnya masih sebagai terlapor,” lanjutnya.
Meski korban hanya melaporkan satu orang, Leha menyebut tak menutup kemungkinan akan ada dua tersangka. Pasalnya, korban juga mengatakan sebelumnya ia pernah dipukul oleh seorang ustaz saat ketahuan membelikan rokok temannya. Pemukulan tersebut dilakukan dengan menggunakan tangan kosong.
“Ada dugaan tersangka akan lebih dari satu, tapi kami fokus pada terlapor terlebih dahulu,” jelas Leha.
Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan ada lebih dari satu korban yang mengalami penganiayaan. Kini pihaknya tengah melakukan pendalaman apakah ada korban lain dan apakah ada pelaku lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























