Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sampah Plastik Impor dari Selandia Baru hingga Kanada Menumpuk di Sungai Brantas Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Januari 10, 2026 1:40 pm
in News
Sampah kemasan makanan impor dari negara maju yang diseludupkan ke Indonesia. Foto: Ecoton

Sampah kemasan makanan impor dari negara maju yang diseludupkan ke Indonesia. Foto: Ecoton

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Organisasi non profit Ecoton menemukan tumpukan sampah plastik impor saat melakukan penelitian di Sungai Brantas yang ada di wilayah Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Tumpukan sampah impor ini terlihat pertama kali pada tahun 2019 dan terpantau semakin menumpuk saat mereka melakukan penelitian di bulan Oktober 2025 lalu.

READ ALSO

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Ecoton, sampah plastik tersebut berasal dari berbagai negara. Mulai dari Selandia Baru, Australia, Korea Selatan, Jepang, hingga Kanada.

Baca Juga: Sudah Waktunya Kota Batu Tiru Bali, Tegas Batasi Peredaran Sampah Plastik

“Terakhir kami pantau, yang paling banyak itu sampah dari Selandia Baru,” ujar Manajer Divisi Advokasi Ecoton, Alaika Rahmatullah saat dihubungi Tugu Malang ID, belum lama ini.

Tumpukan ini kebanyakan berupa sampah scrap atau sisa-sisa material yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Namun, ada juga sampah utuh seperti bungkus makanan hewan, kemasan makanan, dan botol-botol plastik.

Sampah scrap yang tidak bisa diolah kembali. Foto: Ecoton
Sampah scrap yang tidak bisa diolah kembali. Foto: Ecoton

“Kalau botol plastik biasanya diambil oleh pemulung dan dikelola. Tapi kalau sampah scrap itu nggak bisa diolah lagi,” kata Alaik.

Sampah scrap bisa dimusnahkan dengan cara dibakar. Akan tetapi, membakar sampah plastik bisa menimbulkan risiko lain, yaitu mengeluarkan senyawa karsinogen seperti dioxin dan furan.

Baca Juga: Fasilitas Pemilahan Sampah Plastik Segera Dibangun di TPA Paras Poncokusumo

Lalu senyawa flame retardant yang ada pada plastik juga bisa memicu kanker apabila ada orang yang menghirup asap pembakaran.

Terkait masuknya sampah plastik impor ke wilayah Kabupaten Malang, Alaik menduga sampah-sampah tersebut berasal dari pabrik kertas yang ada di Kecamatan Pagak. Pabrik tersebut menerima bahan baku impor yang di dalamnya disisipkan sampah-sampah plastik.

Sampah kemasan makanan produksi Selandia Baru. Foto: Ecoton
Sampah kemasan makanan produksi Selandia Baru. Foto: Ecoton

“Setelah kami telusuri, ternyata sampah-sampah plastik impor itu datangnya dari pabrik kertas,” kata Alaik.

Ia menambahkan, dalam satu kontainer bahan baku kertas yang diimpor dari luar negeri, selalu ada sampah-sampah plastik yang disisipkan. Sampah ini tidak dibutuhkan oleh pabrik, sehingga dibuang di desa-desa sekitarnya.

Pabrik kertas tersebut mengimpor sisa-sisa kertas seperti karton dan kraft yang tidak diputihkan. Bahan baku tersebut diimpor dari negara-negara maju dengan menggunakan kontainer dengan kode HS 4707.

Tumpukan sampah plastik impor di Pagak. Foto: Ecoton
Tumpukan sampah plastik impor di Pagak. Foto: Ecoton

Semestinya, isi kontainer tersebut hanya berisi kertas, sesuai dengan kodenya. Namun, oknum dari negara asal bahan baku tersebut menyisipkan sampah-sampah plastik scrap yang sudah tidak bisa dikelola lagi.

“Saat ini memang ada tren kenaikan impor bahan baku kertas (dengan kode HS 4707). Ada banyak permintaan di Indonesia dan produksi kertas semakin meningkat,” ujar Alaik.

Ia berharap pemerintah bisa dengan tegas menyetop masuknya sampah-sampah impor yang diseludupkan dalam kontainer-kontainer. Apabila tidak dihentikan dan saat masuk pun tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan sampah-sampah itu bisa menjadi racun bagi lingkungan maupun manusia.

“Pemerintah juga harus membatasi impor sampah yang dilakukan oleh pabrik kertas,” tegas Alaik.

Sampah plastik ini bisa dengan mudah diseludupkan karena impor bahan baku kertas masuk melalui jalur hijau. Artinya, tidak ada pengecekan fisik terhadap barang yang masuk dan hanya dilakukan pengecekan dokumen.

“Ini harus diubah mekanismenya. Kalau bisa diubah menjadi jalur merah sehingga ada pengecekan dokumen dan fisik supaya tidak ada penyeludupan sampah,” tutup Alaik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: ecotonHeadlinekanadamalangpagaksampahsampah imporSelandia Barusungai BrantasSungai Brantas Malang

Related Posts

Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Forum kajian KURMA PMII Kota Malang. Foto/dok
News

Faisol Fatawi Ajak Kader PMII Menjaga Adab dalam Dialektika Intelektual

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Rekomendasi kopitiam Malang enak buat nugas kuliah yang nyaman dengan wifi kencang. /Foto: Google Review Ah Pek Kopitiam/Azka Adam.

7 Kopitiam Malang Terbaik untuk Nugas Kuliah: Nyaman, Murah, dan Produktif!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.