Tugumalang.id – Film layar lebar Hati Suhita yang baru rilis di penghujung bulan Mei 2023 menarik perhatian publik. Tidak hanya dari personal ke personal saja yang ingin menuntaskan rasa penasarannya dengan menonton film yang diangkat dari Novel karya Khilma Anis itu.
Beberapa komunitas sosial pun turut hadir untuk menonton. Dan salah satunya adalah Sahabat Hikmah Bafaqih (Sahiba), yang diajak langsung oleh oleh Bunda Hikmah Bafaqih, salah seorang Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (1/6/2023).
Tidak tanggung-tanggung, Bunda Hikmah Bafaqih pun menggelar nonton bareng (Nobar) film tersebut secara gratis dan umum, serta dipublikasikan secara terbuka.
Dari kabar yang disampaikan Umi Khorirotin Nasichah, ketua panitia penyelenggara, belum genap 12 Jam pendaftar sudah 500 orang. Sehingga yang awal nya kami hanya memesan 1 Studio akhirnya menjadi 4 Studio Bioskop.
Baca Juga: The Boy in the Striped Pajamas, Film Berlatar Belakang Perang Dunia 2
“Dengan Begitu Panitia harus melakukan seleksi untuk memenuhi 4 Studio Bioskop. Mau bagaimana? Kuota terbatas. Dan, Nobar film Hati Suhita ini kita jadwalkan pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2023,” terang perempuan kelahiran Bojonegoro ini.
Dari sekian penonton yang beruntung dan terpilih dari hasil seleksi itu, diketahui ada yang dari kalangan pesantren. Tidak sedikit Kyai-kyai muda dan Bu Nyai muda turut hadir meramaikan Nobar Film Hati Suhita bersama Bunda Hikmah itu.
Beberapa para aktivis sosial, masyarakat umum, kaum milenial juga turut serta mengikuti Nobar ini. Bahkan istri mantan Wali Kota Malang, Abah Anton juga hadir.
Dari kabar yang juga digali dari tim panitia, mereka yang ikut Nobar juga sudah khatam membaca novel Hati Suhita. Dan, tertarik untuk menikmati film rilisannya.
Untuk mengomentari gelar Nobar kali ini, Bunda Hikmah Bafaqih, memberikan beberapa catatan penting dan tentunya sangat mengapresiasi ditayangkannya film Hati Suhita ini.
Menurut Ibu 4 anak ini, film Hati Suhita menjadi semacam tanda tersendiri. Film ini merupakan kebangkitan Sineas Indonesia lewat novelis santri, yang memang cerita dalam novel tersebut memuat unsur falsafah kebudayaan.
Baca Juga: 3 Film tentang Ibu yang Masuk 10 Top Movies in Indonesia di Netflix
“Jadi, melalui film yang diangkat dari novel Mbak Khilma Anis ini, tidak sekedar kisah romansa pesantren antara Gus Birru, Ning Alina Suhita dan Rengganis. Tapi ada sisi edukasi bagaimana memunculkan dunia pesantren yang merupakan kawah candradimuka dan pondasi pendidikan yang tangguh bagi bangsa ini,” terang founder Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Nusantara (KOPPATARA).
Selain itu, lanjut Bunda Hikmah juga berharap agar karya semacam ini juga lahir dari tangan-tangan santri lainnya. Sebab, tidak sedikit santri yang berbakat dalam karya sastra.
“Kedepan perlu banyak yang mengapresiasi hasil karya anak negeri yang muncul dari kalangan pesantren. Karena, sekali lagi ini membuktikan bahwa pesantren juga misa melahirkan orang-orang yang produktif dan kreatif dalam dunia seni, sastra, dan kebudayaan,” sambungnya.
Sementara itu, beberapa komentar atas terselenggaranya Nobar Film Hati Suhita pun membanjir. Suka, duka, dan apresiasi atas gelar Nobar ini berseliweran di akun Sahiba.
Tak luput dari itu adalah Hj. Farida, istri Abah Anton, mantan Wali kota Malang. Usai gelar Nobar, Umi Farida, panggilannya, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dari Sahiba dalam gelar Nobar ini.
Menurutnya, dengan acara seperti ini, dengan Nobar film yang inspiratif semacam Hati Suhita ini, kita jadi bisa duduk bersama.
“Saya sampaikan terimakasih kepada Mbak Hikmah atas Nobarnya. Kita jadi bisa silaturahmi, komunikasi, temu kangen dan banyak nilai positif lainnya. Kalau ada nobar seperti ini, anak-anak milenial, kaum perempuan jadi bisa bersatu. Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada Mbak Hikmah dan Sahiba. Sukses selalu,” ujarnya.
Senada dengan itu, seseorang yang mendadak menyebutnya Gus Hijau alias Muhammad Yunus, sangat mengapresiasi program nonton bareng semacam ini. Menurutnya, kesamaan rasa dapat menyatukan hati untuk duduk nonton bersama.
“Ini point pentingnya. Dengan duduk bersama, nonton bersama, meresapi bersama, dan memaknai sebuah film yang khas Indonesia seperti Hati Suhita adalah nilai tersendiri. Apalagi nobar semacam ini diinisiasi oleh Bunda Hikmah Bafaqih, point plus plus plus,” ujar pria yang saat ini berdomisili di Kecamatan Jabung.
Tak kalah untuk turut memberikan apresiasi gelar Nobar Film Hati Suhita ini adalah Taufiq Abdul Rouf, salah seorang warga Kota Batu.
Menurutnya, gelar Nobar semacam ini patut dicontoh dan diapresiasi. Dari sisi film yang ditonton pun banyak pesan moral yang sangat menyentuh pada umumnya kehidupan masyarakat di Indonesia.
“Saya sendiri, sebagai pribadi juga merasakan manfaatnya. Selain filmnya memang menyentuh, momen ini juga menyentuh dikehidupan. Saya kira, pada kehidupan banyak orang, sama gambarannya dengan film tersebut. Dan saya lihat banyak juga yang menghayati film tersebut,” ujar Taufiq yang juga Ketua RW 10, Desa Sidomulyo, Kota Batu itu.
Editor: Herlianto. A
























