Senin, Juli 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Rinda Puspasari Ajak Pembaca Selami Hidup Lewat Buku Memoar dan Ikan Koi

Redaksi by Redaksi
Februari 8, 2026 10:51 am
in Advertorial
Rinda Puspasari luncurkan 2 buku tentang memoar dan ikan koi yang menampilkan cara pandang memaknai hidup. (Foto/M Sholeh)

Rinda Puspasari luncurkan 2 buku tentang memoar dan ikan koi yang menampilkan cara pandang memaknai hidup. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menulis buku bukan sekadar merangkai kata. Bagi Rinda Puspasari, menulis adalah cara berdamai dengan masa lalu sekaligus mengajak pembaca melihat hidup dari sudut pandang yang lebih utuh.

Hal itu disampaikan dalam peluncuran dua buku terbarunya yang digelar di Cafe Mami Combi, Tlogomas, Kota Malang pada Sabtu (7/2/2026) malam.

READ ALSO

ParagonCorp Berangkatkan 135 Karyawan Umrah, Program Apresiasi bagi Paragonian yang Mengabdi Tujuh Tahun

Hari Pertama Sekolah, Rendra Masdrajad Safaat Ajak Ayah Lebih Aktif Dampingi Anak

Menariknya, Rinda mencatatkan diri sebagai perempuan pertama di Indonesia yang meluncurkan dua buku dari dua genre berbeda dalam satu acara.

Dua karya buku itu adalah Di Bawah Langit yang Bukan Milikku, sebuah memoar reflektif, dan Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara, buku yang mengulas sejarah dan filosofi ikan koi.

Baca Juga: Toko Buku Sani Singosari, Ruang Literasi Kecil dengan Panorama Kereta Api

Rinda Puspasari saat diwawancarai. (Foto/Sholeh)
Rinda Puspasari saat diwawancarai. (Foto/Sholeh)

Buku Di Bawah Langit yang Bukan Milikku lahir dari kegelisahan batin yang lama dipendam. Rinda menyebut karyanya sebagai memoar atau catatan peristiwa masa lalu yang ditulis untuk tidak menyalahkan siapa pun, melainkan untuk memahami hidup dari sudut pandang yang lebih utuh.

“Setiap peristiwa itu tidak berdiri sendiri. Selalu ada sejarah dan alasan di baliknya. Kenapa ibu saya seperti itu, kenapa saya menjadi seperti ini, semua ada faktor yang menyertai,” kata Rinda.

Kejujuran menjadi napas utama buku ini. Namun, kejujuran itu tidak datang tanpa beban. Rinda mengakui, menjaga emosi saat menulis menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika cerita menyentuh lingkup keluarga dan pengalaman personal yang sensitif.

Baca Juga: Buku Seabad Stadion Gajayana Terbit, Wawali Kota Malang Dorong Hadirnya Museum Sejarah

“Menulisnya berat, karena saya harus jujur. Pasti ada pihak yang tidak nyaman membaca. Tapi tujuan saya bukan menyalahkan, melainkan memahami faktornya,” ungkapnya.

Rinda Puspasari di acara bedah buku karya terbarunya. (Foto/M Sholeh)
Rinda Puspasari di acara bedah buku karya terbarunya. (Foto/M Sholeh)

Meski sarat emosi, Rinda berusaha menyampaikan kisahnya tanpa amarah. Ia justru mengajak pembaca untuk tidak reaktif dalam menghadapi kegagalan atau peristiwa pahit. Menurutnya, manusia kerap terjebak menilai satu kejadian tanpa melihat rangkaian sebab dan faktor dibaliknya.

“Kalau kita gagal, jangan hanya berhenti di peristiwanya. Ada sejarah di balik itu. Ada banyak faktor. Itu yang ingin saya sampaikan,” kata dia.

“Menjadi dewasa itu bukan soal usia, tapi soal bagaimana kita menyikapi masalah. Tidak reaktif, tidak cepat menyimpulkan dan berani menentukan sikap terbaik untuk diri sendiri,” imbuhnya

Pendekatan reflektif tersebut rupanya mendapat sambutan hangat. Rinda menyebut bahwa buku memoarnya dinobatkan sebagai best seller Januari oleh Stiletto Publisher. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu memikirkan angka penjualan.

“Saya bahkan tidak tahu sudah terjual berapa. Bagi saya, yang penting buku ini sampai ke orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain memoar, Rinda juga meluncurkan buku Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara. Buku ini membahas perjalanan ikan koi dari simbol kekaisaran hingga berkembang di Indonesia yang sarat nilai filosofi.

Berangkat dari latar belakang akademiknya dan riset tentang penyakit koi, Rinda justru mengaku awalnya merasa asing dengan ikan yang selama ini dianggap indah dan bernilai tinggi itu.

“Setelah lulus, saya malah bertanya, kenapa saya tidak benar benar paham tentang koi. Dari situ saya mulai menulis buku ini,” tutur alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya itu

Berbeda dari buku akademik, Koi ditulis dengan pendekatan naratif dan reflektif. Rinda menegaskan, buku ini tidak ditujukan khusus untuk kalangan perikanan, melainkan untuk pembaca umum.

“Saya ingin menunjukkan koinya yang berbicara. Koinya yang bercerita, kenapa dia berwarna seperti ini, kenapa dia lemah, kenapa dia ada di Indonesia,” jelasnya.

Dalam buku tersebut, Rinda menelusuri perjalanan koi dari leluhurnya di wilayah Eurasia, proses mutasi di Cina, hingga penamaannya di Jepang yang menjadikannya simbol kekuatan, keberanian, dan ketekunan. Namun, di balik keindahannya, koi juga menyimpan paradoks.

“Koi menjadi indah karena mutasi yang dipilih berdasarkan estetika, bukan ketahanan. Karena dipaksa indah, dia justru menjadi lebih rapuh,” kata Rinda.

Ia menggambarkan koi bukan sekadar ikan, melainkan arsip biologis yang menyimpan sejarah panjang tentang seleksi, kesunyian dan kebangkitan. Warna koi diurai sebagai ingatan, kolam sebagai ruang jiwa dan geraknya sebagai metafora waktu yang mengalir perlahan.

Melalui buku ini, Rinda ingin mengajak pembaca untuk terus bertanya dan berpikir, tidak berhenti pada satu kesimpulan tunggal.

“Manusia itu harus terus bertanya, kenapa bisa begini. Jangan berhenti di satu titik. Dari situ kita belajar memahami hidup,” ujarnya.

Lebih jauh, Rinda berharap kedua bukunya dapat menjadi ruang refleksi, terutama bagi perempuan, untuk berani memahami diri sendiri tanpa takut pada masa lalu.

“Kalau koi saja bisa berenang tenang di antara cahaya dan keheningan, manusia pun seharusnya bisa berdamai dengan hidupnya,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: buku ikan koibuku inspiratifbuku memoarrinda puspasari

Related Posts

ParagonCorp Berangkatkan 135 Karyawan Umrah, Program Apresiasi bagi Paragonian yang Mengabdi Tujuh Tahun
Advertorial

ParagonCorp Berangkatkan 135 Karyawan Umrah, Program Apresiasi bagi Paragonian yang Mengabdi Tujuh Tahun

Senin, 13 Jul 2026
Hari Pertama Sekolah, Rendra Masdrajad Safaat Ajak Ayah Lebih Aktif Dampingi Anak
Advertorial

Hari Pertama Sekolah, Rendra Masdrajad Safaat Ajak Ayah Lebih Aktif Dampingi Anak

Senin, 13 Jul 2026
Aston Malang Gelar Burger & Splash Kids Cooking Class Sambut Hari Anak Nasional
Advertorial

Aston Malang Gelar Burger & Splash Kids Cooking Class Sambut Hari Anak Nasional

Senin, 13 Jul 2026
Sambut 120 Siswa Baru, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anak dan Anti Bullying
Advertorial

Sambut 120 Siswa Baru, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anak dan Anti Bullying

Senin, 13 Jul 2026
Transaksi BRI
Advertorial

BRI Terapkan Tiga Status Rekening Tabungan demi Tingkatkan Keamanan Transaksi

Minggu, 12 Jul 2026
Jemaah Chatour Travel
Advertorial

Viral di Media Sosial, Program Umrah Pusaka Chatour Travel Tawarkan Hemat hingga Rp5 Juta

Minggu, 12 Jul 2026
Next Post
Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Peserta BPJS PBIN di Kabupaten Malang yang Dinonaktifkan Bisa Ajukan Reaktivasi

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.