MALANG, Tugumalang.id – Dalam pelaksanaan retreat pimpinan baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) yang dilaksanakan di Pusdiklat Politeknik Angkatan Darat, Jumat (12/9/2025).
Rektor UIN Malang periode 2025 – 2029, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan beragam tantangan besar yang dihadapi, baik di tingkat global, nasional, maupun internasional. Menurutnya, secara global, dunia pendidikan tinggi kini memasuki babak persaingan yang semakin ketat.
“Integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi tantangan utama. Perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan kerja, sekaligus peka terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan,” ujar Prof. Ilfi.
Baca Juga: Akreditasi Unggul Dongkrak Peminat, Prodi Kimia UIN Malang Sambut 110 Mahasiswa Baru
Sementara itu, pada level nasional, UIN Malang harus berhadapan dengan kompetisi pangsa pasar yang semakin terbuka.
Keberadaan perguruan tinggi negeri, universitas terbuka yang menargetkan sejuta mahasiswa, serta transformasi banyak IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi universitas, menjadi persaingan yang tidak ringan.
“Semua perguruan tinggi kini berlari kencang mengejar reputasi internasional dan capaian Asta Cita, serta Protas Kementerian Agama, ditambah lagi dengan keberadaan perguruan tinggi yang berstatus PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum),” terangnya.
Di ranah internal, Prof. Ilfi juga menilai tantangan juga tidak kalah serius. Tren menurunnya peminat mahasiswa baru yang kini dirasakan hampir semua perguruan tinggi, turut berdampak pada UIN Malang.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Lantik Pejabat Baru, Dorong Integritas dan Sinergi Kampus
Selain itu, akreditasi internasional program studi baru mencapai kurang dari 33 persen, sementara komposisi jabatan dosen masih didominasi asisten ahli sebesar 41 persen, juga menjadi sorotannya.
“Jika ingin menembus peta persaingan global, UIN Malang harus mampu masuk lima besar terbaik perguruan tinggi Islam di dunia,” tegas Prof. Ilfi.
Selain sumber daya manusia, tantangan juga datang dari sektor pengembangan sarana dan prasarana.
Rektor menekankan perlunya kreativitas dalam mencari sumber pendanaan alternatif untuk mewujudkan pembangunan Kampus 3 serta Rumah Sakit Pendidikan.
Prof. Ilfi optimis dengan arah strategis UIN Malang, melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2030. UIN Malang menargetkan mampu menjadi universitas bereputasi internasional.
“Visi besar ini hanya bisa terwujud dengan komitmen bersama, sinergi seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























