MALANG, Tugumalang.id – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) memberi respons cepat atas penyampaian aspirasi oleh mahasiswa pada Kamis (21/01/2026) kemarin.
Pihak pimpinan kampus merasa aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi di depan kampus adalah bagian dari dinamika yang ada di perguruan tinggi. Dengan sikap terbuka, Unikama menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta fasilitas pendidikan.
Baca Juga: Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemerintah Kota Malang, Rektor Unikama Tegaskan Siap Beri Kontribusi Nyata
Aksi yang dilakukan mahasiswa juga dinilai sebagai bagian dari bentuk kepedulian mereka terhadap kampus. Situasi yang dirasa wajar dan sehat dalam iklim akademik, demi kemajuan institusi ke arah yang lebih baik.
Langkah Konkret Pimpinan Kampus Respons Aspirasi Mahasiswa
Sebagai tindak lanjut konkret, Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si beserta jajaran pimpinan langsung menggelar dialog terbuka bersama perwakilan mahasiswa Unikama di Ruang Auditorium Multikultural.

Bukan sekadar diskusi, dalam pertemuan tersebut, Rektor Unikama beserta jajaran pimpinan yang lain secara resmi menyepakati poin-poin aspirasi mahasiswa. Kesepakatan ini menjadi simbol keseriusan dan janji tertulis manajemen kampus untuk segera merealisasikan perbaikan yang dituntut.
“Kesepakatan ini adalah bentuk komitmen saya dan seluruh jajaran. Kami tidak hanya mendengar, tapi siap bekerja keras menindaklanjuti poin-poin aspirasi ini demi kenyamanan bersama,” tegas Sudi.
Baca Juga: UAS MPK Unikama Gelar Talk Show Pancasila, Perempuan, dan Agama, Perkuat Wawasan Kebangsaan
Terkait isu infrastruktur yang menjadi sorotan, pihak kampus menjelaskan bahwa perbaikan fasilitas skala ringan terus berjalan, sementara perbaikan besar tengah dikoordinasikan intensif dengan pihak yayasan.
Menanggapi penutupan gerbang utama rektorat akibat dinamika internal yayasan, Rektor menjamin hal itu tidak akan mengganggu kegiatan akademik dan menargetkan pembukaan akses kembali pada Februari 2026.
“Persoalan yayasan seharusnya tidak berdampak pada proses belajar-mengajar. Kami pastikan aktivitas akademik tetap berjalan normal,” jelasnya.
Buka Ruang Evaluasi Terkait Biaya Pendidikan yang Dikeluhkan Mahasiswa
Diskusi juga menyentuh aspek finansial, meliputi biaya pendidikan, wisuda, serta penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Kampus menegaskan bahwa kebijakan biaya tetap berpijak pada kebutuhan operasional, namun ruang evaluasi tetap dibuka agar tidak memberatkan mahasiswa.
Khusus untuk KIP-K, Unikama berjanji akan mengawal ketat proses pencairan agar dana diterima mahasiswa tepat waktu sesuai mekanisme resmi yang berlaku.
Selain itu, pihak rektorat mengakui adanya perlunya peningkatan kualitas layanan di sektor birokrasi, baik akademik maupun administrasi.
Dengan ditandatanganinya poin aspirasi ini, Unikama berharap sinergi antara mahasiswa dan pimpinan dapat terus terjalin untuk mengawal realisasi perbaikan di masa mendatang.
“Setiap aspirasi tentu kami dengarkan. Ini bagian dari proses bersama untuk membangun Unikama ke arah yang lebih baik,” pungkas Sudi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























