Jumat, Juni 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Rektor UMM Soroti Wacana Penutupan Prodi di Hardiknas 2026, Kampus Harus Jadi Solution Center Excellence

Redaksi by Redaksi
Mei 2, 2026 11:42 am
in Pendidikan
Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik saat memimpin Upacara Hardiknas 2026. Foto: Azmy

Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik saat memimpin Upacara Hardiknas 2026. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi momen penegasan bahwa pendidikan hari ini harus menjadi solution center excellence. Momen itu juga sekaligus menjadi ajang mengkritisi wacana penutupan program studi (prodi) yang tak relevan.

Di hadapan ribuan dosen dan karyawan, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading, melainkan harus bertransformasi menjadi Solution Center Excellence.

READ ALSO

Orasi Ilmiah Yudisium Fakultas Syariah UIN Malang: Bicara Cara Baru Memahami Nafkah Keluarga Muslim

UB Malang Naik 64 Peringkat di QS World University Rangkings 2027

Ia menuturkan bahwa tantangan modern seperti menipisnya daya dukung Sumber Daya Alam (SDA) dan pesatnya perkembangan IPTEK menuntut dunia pendidikan untuk lebih adaptif, inovatif dan solutif. Menurut Nazar sapaan akrabnya, tantangan global saat ini tidak bisa lagi dihadapi dengan pendekatan pendidikan yang konvensional.

Baca Juga: Top 15 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Ranking 2026, Salah Satunya Ada di Malang!

Sebab itu, kata dia, pendidikan tinggi harus menjadi solution center excellence. UMM harus hadir sebagai pusat layanan unggul, mitra solusi industri, serta inkubator inovasi dan talenta.

”Peran tersebut hanya dapat dicapai melalui perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran, tata kelola institusi, hingga relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjadikan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai pondasi pendidikan nasional yang harus diterjemahkan secara kontekstual dalam menghadapi tantangan modern. Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada simbol historis semata, melainkan menjelma menjadi kekuatan transformasi sosial.

Baca Juga: Hebat! Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026: UIN Malang Masuk 15 Besar

Untuk mewujudkan hal tersebut, UMM menetapkan tiga pilar strategis pengembangan universitas. Ketiga pilar tersebut meliputi Service Excellence Hub yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, Industry Solution Partner yang berperan aktif dalam menjawab kebutuhan riil dunia industri, serta Innovation and Talent Incubator yang bertujuan mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan talenta-talenta unggul.

“Ketiga pilar ini bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata. Implementasi pilar tersebut menjadi indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman. Universitas tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi konkret bagi masyarakat,” tegasnya.

Momentum Hardiknas di UMM ini mempertegas bahwa pendidikan tidak bisa lagi berjalan di jalur yang sama (status quo). Komitmen itu menjadi penanda kuat bahwa perguruan tinggi dituntut untuk bergerak lebih kritis, responsif, dan solutif. Di tengah dinamika global, pendidikan harus hadir sebagai jawaban yang nyata, bukan sekadar wacana.

Penutupan Prodi, Pandangan yang Sempit

Sementara, menanggapi isu penutupan Prodi yang dianggap tidak relevan dengan dunia kerja, Rektor UMM memiliki pandangan berbeda. Ia menilai isu kebijakan menutup prodi hanya karena alasan serapan kerja linear merupakan pandangan yang sempit.

Menurutnya, esensi pendidikan tidak hanya sebatas link and match dalam artian bekerja sesuai ijazah, melainkan pembekalan life skill (keterampilan hidup) dan penguatan daya pikir intelektual.

“Itu adalah pandangan yang sempit saya kira. Tidak ada program studi yang jenuh. Bidang ilmu itu luas. Jika pendidikan hanya dilihat secara linear, maka itu sangat membatasi. Lulusan kita harus memiliki kualitas untuk menjalankan seluruh aspek kehidupan yang bermartabat dan mampu bekerja di bidang apa pun karena memiliki daya pikir yang kuat,” jelasnya.

Sebab itu, ia memastikan bahwa UMM tidak akan menutup prodi, termasuk prodi keguruan yang di beberapa tempat mengalami penurunan minat. Sebaliknya, UMM justru akan terus berinovasi dengan memunculkan prodi lintas bidang baru lainnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: hardiknashari pendidikan nasionalPenutupan ProdiRektor UMMumm

Related Posts

Fakultas Syariah UIN Malang hadirkan orasi ilmiah dalam kegiatan Yudisium ke-58 dan pembekalan calon wisudawan. /Foto: Dok. Fakultas Syariah UIN Malang.
Pendidikan

Orasi Ilmiah Yudisium Fakultas Syariah UIN Malang: Bicara Cara Baru Memahami Nafkah Keluarga Muslim

Kamis, 18 Jun 2026
Ilustrasi kampus UB Malang. Foto: Dok
Pendidikan

UB Malang Naik 64 Peringkat di QS World University Rangkings 2027

Kamis, 18 Jun 2026
UIN Malang menggelar surveillance audit untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan standar internasional. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Gelar Surveillance Audit ISO, Komitmen UIN Malang Jaga Tata Kelola dan Layanan Pendidikan Berstandar Internasional

Kamis, 18 Jun 2026
FIP Unikama
Advertorial

FIP Unikama Cetak Calon Guru Pembina Pramuka Profesional

Kamis, 18 Jun 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang
Advertorial

Khotmil Qur’an dan Pembekalan Yudisium Fakultas Psikologi UIN Malang: Semangat Baru Menuju Reputasi Internasional

Rabu, 17 Jun 2026
SD Negeri di Kota Batu
Pendidikan

Cara SD Negeri di Kota Batu Manfaatkan Gawai Jadi Media Belajar yang Kreatif dan Interaktif

Rabu, 17 Jun 2026
Next Post
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Saniman Wafi. (Foto/ist)

Hardiknas 2026, Dewan Ungkap Masih Banyak Pungli Bekedok Kegiatan di Sekolah Negeri Kota Malang

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.