Tugumalang.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi kampus inklusif dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai rangkaian kegiatan peresmian pembentukan Lembaga Layanan Disabilitas (LLD).
Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus untuk dapat mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara ini dihadiri oleh 37 perwakilan dari berbagai program studi di UMM. FGD membahas bagaimana UMM dapat mendukung mahasiswa dengan disabilitas fisik, mental, atau emosional secara lebih efektif.
Baca Juga: Mahasiswa PMM UMM Kampanyekan Anti Bullying Keliling Sekolah di Malang
Dua narasumber utama yaitu, Psikolog Siti Suminarti Fasikhah dan Ni’matuzahroh. Mereka menekankan pentingnya kampus inklusif yang tidak hanya mengandalkan kebijakan, tetapi juga sikap dan pendekatan yang ramah terhadap semua mahasiswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus.

Siti Suminarti menekankan, inklusivitas bukan hanya soal akses fisik, seperti jalur khusus atau fasilitas tertentu, tetapi juga bagaimana memerlakukan mahasiswa berkebutuhan khusus dengan baik.
“Kita harus memastikan setiap mahasiswa merasa dihargai dan didukung,” ujarnya.
Ni’matuzahroh menambahkan, pembentukan LLD akan membantu UMM menyediakan layanan yang lebih terorganisir dan terstruktur bagi mahasiswa dengan disabilitas.
Baca Juga: Giliran Daihatsu, Perusahaan Mobil Ternama Dunia Lirik UMM Jalin Kerja Sama Program On The Job Training
LLD ini akan berfungsi sebagai pusat layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus di UMM, dengan fokus memberikan pendidikan yang lebih inklusif dan merata.
Meski UMM sudah menerima mahasiswa dengan kebutuhan khusus selama bertahun-tahun, keberadaan LLD diharapkan dapat membuat dukungan yang diberikan lebih fokus.
Beberapa langkah awal, seperti pengumpulan data mahasiswa berkebutuhan khusus dan pengajuan Surat Keputusan (SK) pembentukan LLD, sudah dilakukan.
Pada akhir diskusi, peserta FGD membahas lima aspek penting yang perlu disiapkan, yaitu data mahasiswa berkebutuhan khusus, kesiapan sumber daya manusia (SDM), kurikulum, fasilitas kampus yang mendukung, dan pengembangan karier bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Diskusi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa UMM siap menjadi kampus inklusif yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua mahasiswa.
Melalui FGD ini, UMM memperkuat komitmen untuk menjunjung prinsip education for all. Dengan adanya LLD, UMM berupaya menerapkan praktik terbaik dalam pendidikan inklusif serta menciptakan budaya kampus yang mendukung semua mahasiswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kampus lain di Indonesia dalam menyediakan akses pendidikan yang setara dan adil.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UMM
Editor: Herlianto. A
























