Rektor ITN Prof Dr Ir Kustamar MT Tutup Usia

  • Whatsapp
Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan sambutan, saat sebelum pemberangkatan jenazah Rektor ITN Malang. (Foto:azmy)

MALANG – Kabar duka datang dari dunia pendidikan Kota Malang, khususnya sivitas akademika Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Rektor ITN Malang Prof Dr Ir Kustamar MT tutup usia, Senin (8/2/2021). Rektor yang menjabat untuk periode 2019-2023 itu wafat di usia 57 tahun.

Informasi yang dihimpun, rektor ITN ke-10 itu menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Rencana jenazah akan dikebumikan di TPU Jambangan, Pandanwangi, Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Kepala Humas ITN Malang F.X. Ariwibisono menuturkan dalam beberapa bulan terakhir kondisi Kustamar memang mulai sakit-sakitan. Namun dia memastikan bahwa beliau sakit bukan akibat paparan COVID-19.

”Kondisi beliau beberapa bulan ini memang tidak sehat. Tapi saya pastikan bukan karena itu (COVID-19),” ujarnya.

Sementara itu, di rumah duka Jalan Simpang Sulfat Utara Nomor 9, gelombang takziah terus datang. Turut hadir melayat Wali Kota Malang Sutiaji dan sejumlah pejabat lain seperti Sekda Kota Malang Wasto.

Didapuk menjadi pembicara sebelum melepas jenazah, Sutiaji mengaku dirinya sudah mengenal sosok almarhum sejak lama. Kustamar, kata Sutiaji merupakan sosok yang berdedikasi dalam kerjanya.

”Saya sahabatan sudah lama jauh sebelumnya. Meski belum jadi rektor itu dia kerjanya luar biasa. Tidak banyak bicara tapi banyak bekerja,” kisahnya.

Sebagai sahabat lama dan juga atas nama Pemkot Malang turut berduka cita atas kepulangan beliau mengingat jasa dan kontribusinya buat Kota Malang juga cukup luar biasa.

Baca Juga  Vaksinasi Tahap Awal Kota Malang 28 Januari 2021

”Kami kehilangan seorang akademisi, juga kehilangan bagian kami (Pemkot Malang). Mari bersama kita doakan agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Rektor I ITN Malang Dr IR Limpraptono juga mengaku terkejur atas kabar duka ini. Namun, kondisinya Kustamar memang sempat mengalami sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Usai sembuh, kondisinya kemudian drop lagi. ”Itu sudah berlangsung sejak Nobemver 2020 lalu. Dari sini mungkin Tuhan berkehendak lain,” kisahnya.

Atas nama sivitas akademika ITN, dirinya berterima kasih atas dedikasi dan jasa Prof Kustamar untuk mengembangkan ITN Malang menjadi kampus terbaik. “Apalagi sebelum meninggal, beliau juga telah meraih gelar guru besar. Tentu, itu membawa kebanggaan bagi kami,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *