Malang, tugumalang.id – Suasana hangat mewarnai momentum perayaan Hari Raya Iduladha 2024 di Lapas Kelas I Malang. Para petugas bersama napi lapas Malang membakar sate bersama di dalam Lapas.
Uniknya, warga binaan dan petugas lapas membakar sate dengan menggunakan tungku api dari batu bata putih dan besi pemanggang yang ditata memanjang.
Kalapas Kelas I Malang, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, kegiatan bakar sate bersama di dalam lapas itu merupakan momen spesial. Terlebih, kegiatan ini menurutnya merupakan tradisi baru di Lapas Malang.
“Mudah mudahan ini bisa menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan antara warga binaan dan petugas lapas. Para warga binaan juga dapat merasakan suasana suka cita merayakan Idul Adha seperti masyarakat di luar (lapas),” kata Ketut.

Baca Juga: Berkelakuan Baik, 2.112 Napi Lapas Malang Dapat Remisi Lebaran 2024
Dia juga berharap melalui bakar sate bersama itu bisa mempererat jalinan silaturahmi dan solidaritas antar warna binaan dan petugas lapas.
Ketut juga menyampaikan pesan untuk para warga binaan agar mereka dapat menjalani hari hari di lapas dengan lebih positif dan penuh harapan.
“Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif warga binaan, mereka cukup antusias. Semoga di tahun selanjutnya kami bisa lanjutkan tradisi baru ini,” tuturnya.
Baca Juga: Antisipasi Pungli hingga Peredaran Narkoba, Lapas Malang Masifkan Operasi Ruang Tahanan
“Selain melatih kekompakan dan solidaritas, Kami berharap kegiatan ini dapat terus memberikan kebahagiaan dan kehangatan bagi warga binaan,” imbuhnya.
Sebelum membakar sate bersama, para warga binaan dan petugas lapas juga bergotong royong melakukan penyembelihan hewan kurban. Setidaknya, ada 30 hewan kurban yakni 5 sapi dan 25 kambing yang disembelih di lapas.
“Kami ingin, meski mereka berada di dalam lapas, mereka tetap bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan Idul Adha. Bakar date bersama ini diharapkan mampu menghadirkan suasana rumah dan keluarga untuk mereka,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko





























