Tugumalang.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Malang telah memasukkan rencana pembangunan jalur alternatif pengurai kemacetan kawasan Jalan Candi Panggung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang. Namun rencana itu menuai pro dan kontra dari warga setempat.
Rencananya, jalur alternatif itu akan dibangun melintasi Jalan Simpang Candi Panggung dan memasuki jalan di Perumahan Griya Shanta.
Namun rencana pembangunan jalan tembus itu mendapat reaksi dari warga setempat. Terpantau, banner penolakan warga atas rencana jalur alternatif tersebut terpampang di depan Perumaham Griya Santa.
Baca Juga: Progres Pembangunan Drainase Suhat Capai 14 Persen, Wali Kota Malang Minta Desember Rampung
Dalam banner itu tertulis lantang bahwa warga RW 12 Griya Shanta bersatu menolak akses masuk ke kawasan Griya Shanta yang mereka duga hendak dijadikan akses perumahan lain.
Kemudian di banner kedua juga tegas tertulis “Tolak Jalan Tembus,”.
Sementara itu, salah satu warga Perum Griya Shanta yang enggan disebut namanya mengaku justru mendukung rencana pembangunan jalur alternatif pemecah kemacetan kawasan Candi Panggung itu. Sebab, Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) perumahan itu telah diserahkan ke Pemkot Malang.
Baca Juga: Dishub Kota Malang Sebut Jalan Candi Panggung Perlu Jalur Alternatif untuk Urai Kemacetan
“Jadi itu fasumnya kan sudah diserahkan ke Pemkot Malang. Maka sudah kewajiban dan haknya Pemkot Malang untuk membangun jalan atau fasum lainnya,” kata dia.
Ia memandang bahwa jika developer telah menyerahkan PSU perumahan ke pemerintah maka kebijakan pengelolaan fasumnya telah menjadi wewenang pemerintah.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian warga Griya Shanta sebenarnya juga banyak yang tak mempermasalahkan rencana pembangunan jalur alternatif itu.
“Jadi memang ada warga yang memang mendukung, ada juga yang tidak keberatan. Istilahnya, mau dibangun silahkan, tidak juga silahkan. Warga paham kok kalau itu sudah kewenangan Pemkot Malang,” tuturnya.
“Jadi entah tahun ini atau tahun depan, jalan tembus itu akan dibangun. Karena memang kebutuhannya seperti itu,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Jalan Candi Panggung telah menjadi salah satu jalur terpadat di Kota Malang. Mengingat, jalur dengan ukuran jalan sekitar 6 meter ini telah menjadi penghubung mobilitas kawasan kampus, sentra kuliner, pusat kota hingga pariwisata.
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, derajat kejenuhan lalu lintas Jalan Candi Panggung sudah tak ideal lagi. Yakni mencapai angka 0,8-0,9. Sementara idealnya, ada di angka 0,5 untuk lalu lintas yang lancar.
DPUPR-PKP Kota Malang juga telah memasukkan kawasan Candi Panggung menjadi salah satu titik kemacetan prioritas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang yang akan dibangun jalur alternatif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Edito: Herlianto. A





























