Pria di Malang Tinggal di Rumah Tanpa Daun Pintu dan Jendela

  • Whatsapp
Rumah tanpa daun pintu dan daun jendela

MALANG – Di tahun 2021 ini ternyata masih saja ada warga di Kabupaten Malang yang bernasib tidak beruntung sehingga tinggal di rumah yang tidak layak. Dia adalah Karyanto (77) warga Desa Tirtoyudo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Karyanto yang sehari-hari bekerja serabutan ini tinggal sebatang kara di rumah setengah jadi yang tidak memiliki daun pintu dan daun jendela sama sekali. Ia bercerita jika rumahnya ini sudah seperti ini sejak dibangun pada 2010.

“Saya kalau kerja setiap hari serabutan, biasanya bantu kuli bangunan. Saya tinggal di sini sudah lama, sekitar tahun 2010, lebih dari 10 tahun,” terangnya saat dikunjungi Tim Relawan Tugu Media Peduli beberapa waktu lalu.

Di rumah tersebut juga tidak ada perabotan sama sekali, Karyanto bahkan tidur hanya beralaskan tikar yang dibeberkan di atas bangku kayu yang tidak layak.

“Tidur gak di kasur ya ga papa, enak aja. Cuma tikar ditaruh diatas bangku, saya buat sendiri,” ujarnya sambil menunjukkan tempat tidurnya.

Selain itu, Karyanto juga tidak memiliki alat memasak sendiri, sehingga dirinya harus membeli sendiri makanannya di warung.

“Kalau makan biasanya beli, mau masak sendiri alatnya gak ada,” tandasnya.

Pria asli Desa Tirtoyudo ini sendiri bercerita jika pernah ada ular masuk karena tidak adanya pintu dan jendela di rumahnya. Kadang-kadang bahkan ada orang asing yang tiba-tiba masuk ke rumahnya.

“Pernah ada ular masuk, ularnya hitam panjang, itu dulu tapi sekarang sudah tidak ada. Sebenarnya takut kalau ada ular masuk,” kenangnya.

“Orang asing juga pernah ada banyak yang masuk. Kalau orang yang saya kenal ya keluar masuk,” imbuhnya.

Nampak di wajah Karyanto tidak ada raut wajah sedih atau menyesal tinggal di sana. Pasalnya ia mengatakan jika rumah ini adalah peninggalan orang tuanya.

Baca Juga  ASN Pemkab Malang Tetap WFH Meskipun PPKM Selesai

Ya mau ke mana lagi, gak ada pilihan lain (tempat tinggal). Lagi pula duku ini (rumah) dibangun orang tua, tapi sekarang orang tua sudah gak ada,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya.

“Kalau dari desa belum ada bantuan pembangunan, kalau bantuan ya kemarin itu dari TNI berupa sembako,” paparnya.

Terakhir, pria yang tidak memiliki anak dan istri ini berharap agar ada yang mau membantu membangunkan rumahnya. “Kalau saya harapannya desa mau membantu, setidaknya dikasih pintu jendela dan perabot,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *