Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Plastik Mengancam Lingkungan, Ancaman Besar di Balik Kemudahan Gaya Hidup Modern

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2026 5:59 pm
in Tips
Plastik mengancam lingkungan

Plastik yang Kini Mencemari Lingkungan (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pada tahun 1959, seorang insinyur asal Swedia bernama Sten Gustaf menciptakan plastik sebagai material yang dianggap mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan manusia. Plastik dikenal ringan, murah, tahan lama, serta mudah dibentuk sehingga dengan cepat menggantikan banyak bahan alami seperti kayu, kaca, dan logam. Kehadirannya bahkan sempat dipandang sebagai solusi untuk mengurangi penebangan pohon dan menjaga sumber daya alam yang semakin menipis.

Dalam kehidupan sehari-hari, plastik digunakan hampir di seluruh bidang, mulai dari kemasan makanan, botol minuman, alat rumah tangga, hingga perlengkapan medis seperti jarum suntik dan kantong darah. Karena dinilai praktis dan ekonomis, penggunaan plastik terus meningkat dari tahun ke tahun hingga menjadi bagian penting dari gaya hidup modern masyarakat dunia.

READ ALSO

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Penggunaan Plastik yang Semakin Tidak Terkendali

Namun, penggunaan plastik yang terus meningkat kini berubah menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Produk plastik sekali pakai seperti kantong belanja, sedotan, dan kemasan makanan semakin sulit dipisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Kebiasaan tersebut memunculkan persoalan baru karena sebagian besar sampah plastik tidak dikelola dengan baik dan akhirnya menumpuk di lingkungan.

Penumpukan sampah plastik menjadi semakin berbahaya karena material ini sangat sulit terurai secara alami. Penelitian dalam Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology menyebutkan bahwa mikroorganisme alami kesulitan menghancurkan struktur plastik. Akibatnya, plastik dapat bertahan puluhan hingga ratusan tahun sebelum akhirnya berubah menjadi mikroplastik yang mencemari tanah, sungai, hingga laut.

Baca juga: Pegiat Lingkungan Desak Pemkot Malang Perbaiki Layanan Sampah Das Brantas

Plastik Mengancam Lingkungan Kehidupan Laut

Penelitian dari United Nations Environment Programme (UNEP) menyebutkan bahwa plastik menyumbang sekitar 85 persen dari total sampah di laut dunia. Setiap tahun, sekitar 8 hingga 23 juta ton plastik masuk ke lautan dan menjadikan pencemaran plastik sebagai salah satu masalah lingkungan global paling serius saat ini.

Dampaknya juga sangat luas terhadap kehidupan laut. Berbagai penelitian menemukan keberadaan plastik di tubuh sejumlah spesies laut, mulai dari penyu, ikan, hingga mamalia besar seperti paus. Hewan-hewan tersebut kerap mati akibat terjerat atau menelan sampah plastik yang mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan kelaparan maupun keracunan.

Kurangi Sampah Plastik dengan Mengubah Gaya Hidup

Untuk mengurangi dampak pencemaran plastik, perubahan gaya hidup sederhana dapat menjadi langkah penting yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai kebiasaan kecil dinilai mampu membantu menekan jumlah sampah plastik yang terus meningkat.

1. Gunakan Tumbler atau Botol Minum Pribadi

Membawa tumbler atau botol minum pribadi menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kebiasaan ini membantu menekan jumlah sampah plastik yang biasanya langsung dibuang setelah digunakan. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan tumbler juga lebih hemat karena dapat dipakai berulang kali dalam jangka panjang.

Baca juga: Waspada! Tubuh Manusia Sudah Tercemar Mikroplastik

2. Gunakan Tas Belanja Kain

Tas belanja kain dapat menjadi alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai yang masih banyak digunakan dalam aktivitas belanja harian. Selain lebih kuat, tas kain juga dapat digunakan berkali-kali sehingga mampu mengurangi jumlah sampah plastik dari kegiatan berbelanja.

3. Kurangi Penggunaan Sedotan dan Sendok Plastik

Penggunaan sedotan dan sendok alternatif berbahan stainless steel, bambu, atau kertas dapat membantu mengurangi limbah plastik sekali pakai. Meski terlihat kecil, sampah dari peralatan makan plastik termasuk jenis limbah yang paling sering ditemukan mencemari laut.

Plastik yang awalnya diciptakan sebagai solusi praktis bagi kehidupan manusia kini justru menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di dunia. Dampaknya yang luas menunjukkan bahwa persoalan sampah plastik tidak bisa dianggap sepele. Meski demikian, berbagai langkah sederhana tetap dapat dilakukan untuk membantu mengurangi pencemaran dan menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Isu Lingkunganlaut tercemarLimbah PlastikLingkungan HidupMikroplastikPencemaran Lingkunganplastiksampah plastik

Related Posts

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya
Tips

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

Jumat, 4 Sep 2026
5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
Next Post
Koni Kota Malang

KONI Kota Malang Siapkan Evaluasi Bulanan Atlet Jelang Porprov 2027

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.