Malang, Tugumalang.id – Usaha modal kecil bisa menjadi pilihan mahasiswa untuk menambah penghasilan tanpa mengganggu kuliah. Mulai dari jasa pengetikan, berjualan makanan, hingga membantu UMKM memasarkan produk di media sosial, ada sejumlah peluang yang bisa dicoba.
Biaya kos, buku, kuota internet, dan kebutuhan organisasi membuat mahasiswa memiliki banyak kebutuhan finansial. Tidak sedikit yang masih mengandalkan kiriman orang tua untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Padahal, lingkungan kampus menawarkan berbagai peluang usaha. Mahasiswa bisa memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, peralatan yang tersedia, serta kebutuhan orang-orang di sekitarnya untuk mulai mendapatkan penghasilan.
Rekomendasi Usaha Modal Kecil untuk Mahasiswa
1. Jasa Ketik, Desain, dan Edit Tugas Kuliah
Kemampuan mengoperasikan komputer bisa menjadi modal untuk membuka jasa pengetikan dan desain. Tidak semua mahasiswa mahir menggunakan Microsoft Word, Canva, atau merapikan skripsi sesuai format kampus.
Layanan yang ditawarkan bisa berupa pengetikan makalah, pembuatan slide presentasi, desain poster kegiatan, penyuntingan referensi, hingga pengecekan kesesuaian tulisan. Modal utamanya laptop dan kuota internet.
Tarif jasa bisa dimulai dari Rp 25.000 per tugas atau lebih. Promosi dapat dilakukan melalui grup angkatan dan status WhatsApp.
Pekerjaan ini juga bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah sehingga mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas akademik.
Baca juga: 17 Ide Usaha yang Tidak Pernah Sepi, Bisa Pakai Modal Kecil
2. Reseller dan Thrift Fashion Mahasiswa
Pakaian menjadi peluang usaha lain yang bisa dicoba mahasiswa. Mereka dapat menjual pakaian baru sebagai reseller atau menawarkan pakaian bekas yang masih layak pakai dan berkualitas.
Mahasiswa tidak harus memproduksi pakaian sendiri. Barang bisa diperoleh dari pasar besar atau platform belanja daring. Selanjutnya, produk difoto menggunakan HP untuk ditawarkan kepada calon pembeli.
Keuntungan penjualan diperkirakan sekitar Rp 15.000–Rp 30.000 per barang. Pilihan produk bisa difokuskan pada pakaian sederhana yang cocok digunakan ke kampus.
Untuk mengurangi kebutuhan modal, penjualan dapat menggunakan sistem pesan terlebih dahulu sehingga mahasiswa tidak perlu menyimpan banyak stok.
3. Jual Makanan Ringan dan Minuman di Sekitar Kos
Makanan ringan dan minuman bisa menjadi pilihan usaha bagi mahasiswa yang tinggal di lingkungan kos. Kebutuhan makanan juga muncul ketika mahasiswa mengerjakan tugas hingga larut malam.
Produk yang bisa dijual antara lain risol mayo, sosis bakar, dimsum kecil, dan minuman segar. Harga jual yang ditawarkan berkisar Rp 10.000–Rp 20.000.
Penjualan dapat dilakukan dengan menitipkan produk di warung dekat kos atau menerima pesanan melalui WhatsApp untuk kemudian diantar sendiri.
Bahan makanan seperti pisang, singkong, dan telur segar juga bisa menjadi pilihan untuk membuat produk dengan bahan yang terjangkau. Informasi mengenai asal bahan makanan dapat disampaikan kepada calon pembeli agar mereka mengetahui bahan yang digunakan.
Baca juga: Mengenal Local Preneur Indonesia, Gerakkan Ekonomi Lewat Pendampingan Usaha
4. Jasa Les Privat dan Pendampingan Belajar
Mahasiswa dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk membuka jasa les privat. Sasaran pasarnya adalah anak-anak di sekitar kampus yang membutuhkan bantuan belajar tambahan.
Materi yang bisa ditawarkan meliputi Matematika, Bahasa Inggris, dan membaca Al-Qur’an. Mahasiswa dapat memberikan les dengan mendatangi rumah siswa atau melalui pembelajaran daring.
Tarif les privat berkisar Rp 20.000–Rp 50.000 per pertemuan.
Selain memperoleh penghasilan tambahan, kegiatan mengajar dapat membantu mahasiswa memperkuat pemahaman terhadap materi yang dikuasai. Pengalaman tersebut juga dapat dicantumkan dalam CV untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
5. Membantu UMKM Memasarkan Produk di Media Sosial
Kemampuan menggunakan media sosial juga bisa menjadi modal usaha mahasiswa. Banyak warga memiliki produk yang bagus, tetapi belum mengetahui cara mempromosikannya secara daring.
Mahasiswa yang mampu memotret produk, menulis deskripsi menarik, dan mengelola media sosial dapat menawarkan jasa kepada pelaku UMKM.
Layanannya bisa mencakup pengelolaan halaman media sosial, pembuatan foto produk, serta menjawab pertanyaan pelanggan. Tarif dapat ditentukan berdasarkan paket bulanan.
Usaha ini tidak membutuhkan banyak peralatan. HP, waktu luang, dan kemauan untuk belajar menjadi modal awal yang dapat dimanfaatkan.
Mahasiswa juga bisa membantu usaha warga menjangkau calon pelanggan melalui pemasaran digital.
Memulai usaha saat kuliah tidak harus berorientasi pada keuntungan besar. Mahasiswa bisa menjadikannya sebagai cara untuk belajar mandiri, mengurangi beban orang tua, dan melatih kemampuan berusaha.
Kelima pilihan tersebut dapat dimulai dengan modal yang terjangkau dan disesuaikan dengan jadwal kuliah. Mahasiswa bisa memanfaatkan keterampilan serta sumber daya yang sudah dimiliki sebelum mengembangkan usahanya lebih jauh.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Aminatur Riza (magang)
redaktur: jatmiko






































