Malang, Tugumalang.id – Local Preneur Indonesia (LPI) hadir untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, memiliki usaha dan sumber penghasilan sendiri. Komunitas ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf perekonomian melalui bantuan usaha dan pendampingan.
Didirikan Baskoro dan Suyanto, inisiatif sosial ini bermula saat pandemi Covid-19. LPI tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi melalui penyediaan perlengkapan usaha, modal awal, hingga pendampingan lewat Program Inisiator Usaha.
Founder Local Preneur Indonesia Baskoro menjelaskan, bantuan usaha yang diberikan sepenuhnya menjadi milik penerima manfaat. Mereka tidak memiliki kewajiban mengembalikan modal maupun berbagi keuntungan dengan LPI.
Menurut dia, hal terpenting adalah membantu masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas agar dapat meningkatkan kualitas hidup.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi berusaha menciptakan kesempatan ekonomi melalui penyediaan perlengkapan usaha, modal awal, serta pendampingan,” jelas Baskoro kepada Tugumalang.id, Rabu (21/10/2026).
“Usaha tersebut sepenuhnya menjadi milik penerima manfaat, tanpa kewajiban mengembalikan modal maupun berbagi keuntungan dengan LPI,” imbuhnya.
Baca juga: Upaya Lokal Preneur Indonesia Bangkitkan Perekonomian Guru Ngaji hingga Jukir di Bondowoso
Selain Program Inisiator Usaha, LPI menghadirkan Program Jejak Peduli. Program ini mencakup Makan Gratis, Belanja Gratis, Bantuan Duka, serta Seduh Preneur yang membuka kesempatan bagi anak muda untuk mengenal dan menjalankan usaha kopi.
Dalam Program Seduh Preneur, LPI menggandeng Ukopia sebagai mitra kolaborasi untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada penerima manfaat.
Baskoro menyebut Program Jejak Peduli melibatkan berbagai pihak. Program tersebut juga membantu penerima manfaat menjalankan usaha sendiri agar lebih berdaya secara ekonomi.
Kondisi usaha yang dijalankan penerima manfaat beragam. Sebagian mampu bertahan dan terus berkembang, sedangkan sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan.
“Sejauh ini, kami telah membantu sejumlah usaha kecil, mulai dari warung makanan dan minuman, bengkel, hingga usaha kopi. Sebagian masih berjalan dan berkembang, sementara sebagian lainnya menghadapi tantangan,” beber Baskoro.
Pendampingan Jadi Proses Pembelajaran
Meski Program Inisiator Usaha dan Jejak Peduli telah menjangkau banyak penerima manfaat, Baskoro menyadari membangun gerakan sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bukan perkara mudah.
Menurut dia, bantuan modal dan perlengkapan usaha saja tidak menjamin keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, LPI terus memperbaiki pendekatan dan pendampingan bagi penerima manfaat. Upaya tersebut dilakukan agar usaha yang dirintis dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Kami menyadari bahwa membangun usaha tidak mudah. Memberikan modal atau perlengkapan saja tidak menjamin keberhasilan. Karena itu perjalanan LPI juga menjadi proses pembelajaran bagi kami untuk terus memperbaiki pendekatan dan pendampingan,” ungkapnya.
Melalui inisiatif sosial ini, Baskoro berharap LPI dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan melalui bantuan usaha dan pendampingan.

“Harapan kami sederhana, semakin banyak keluarga yang memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan melalui usaha mereka sendiri,” tutup Baskoro.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko




































