Tugumalang.id – Menjemput rezeki bukan sekadar tentang bekerja keras, tetapi juga memperkuat keyakinan, memperbanyak istigfar dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Pesan tersebut disampaikan M Abdul Ghofur, S.H., CTMR., dalam Seminar peringatan Hari Santri 2026 di Auditorium Multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) pada Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema “Keajaiban Rezeki: Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah, Mempersiapkan Diri Menuju Baitullah”, seminar ini mengajak peserta memahami rezeki dari perspektif spiritual sekaligus pentingnya mengelola keinginan dan menentukan prioritas hidup.
Ghofur yang dikenal sebagai Certified Trainer Magnet Rezeki, pengusaha, penulis, sekaligus agen resmi Chatour Travel, membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun usaha hingga berulang kali berangkat umrah bersama keluarga. Ia menekankan bahwa keyakinan perlu berjalan beriringan dengan ilmu dan tindakan nyata.

Baca Juga: Mahasiswa PPG Unikama Gaungkan Peduli Lingkungan dan Pestarian Budaya
“Kalau Anda tidak yakin pada diri sendiri, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu. Namun, yakin saja tidak cukup. Ilmu juga harus ada,” ujarnya di hadapan ratusan peserta seminar.
Ia kemudian menceritakan perjuangannya mewujudkan keinginan memberangkatkan sang ayah ke Tanah Suci. Impian yang muncul pada 2010 itu baru terwujud pada 2015 setelah ia mendapatkan bimbingan spiritual dari seorang kiai di Mojokerto. Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting yang mendorongnya mendalami nilai nilai buku Magnet Rezeki.
Menurutnya, pengalaman itu mengajarkannya untuk tidak sekadar memiliki impian, tetapi juga menjaga fokus dan konsisten mengupayakannya. Ia mengaku kemudian dapat memiliki rumah, mengembangkan usaha properti hingga membantu sejumlah orang yang bekerja bersamanya untuk memiliki rumah tanpa utang dalam waktu tiga tahun.

Dalam seminar tersebut, Ghofur menjelaskan konsep Magnet Rezeki sebagai upaya memahami pola rezeki melalui perpaduan keyakinan, ikhtiar, dan pembenahan diri. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan banyaknya keinginan yang justru membuat tujuan hidup kehilangan arah.
Baca Juga: PKKMB Unikama Dorong Mahasiswa Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon
“Sering kali kita punya impian, tetapi dilupakan. Setahun kemudian ingat lagi, baru diseriusi, kemudian lupa lagi. Akhirnya, impian itu tidak sampai terwujud,” katanya.
Ia juga mengajak peserta seminar mengevaluasi prioritas, mulai dari kebutuhan keluarga, pendidikan, kepemilikan rumah hingga keinginan menunaikan ibadah umrah. Dikatakan, tujuan yang jelas dapat membantu seseorang memusatkan tenaga dan pikiran untuk melakukan langkah langkah yang diperlukan.
Selain perencanaan dan usaha, Ghofur menyoroti pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah melalui istigfar, salat tobat dan tawakal. “Kalau ingin mendapatkan rezeki, bersihkan dosa dan perbanyak istigfar,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa amalan tersebut tidak cukup hanya diketahui atau dibagikan melalui media sosial, tetapi perlu dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari hari.
Ghofur juga menjelaskan pentingnya menurunkan ego dan menghilangkan perasaan selalu paling benar. Menurutnya, konflik yang berlarut larut sering kali dapat diselesaikan ketika seseorang berani mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
“Masalah tidak akan menjadi masalah jika ego diturunkan. Kalau dalam bahasa Magnet Rezeki, turunkan rasa kebenaran dalam diri atau merasa paling benar,” ujarnya.
Pengalaman lain yang dibagikannya berkaitan dengan kondisi usaha yang sempat terpuruk karena uang proyek dibawa orang. Di tengah kesulitan tersebut, ia memberanikan diri menawarkan kepada ayahnya untuk mendaftar umrah menggunakan uang yang tersedia, sembari berjanji menanggung kekurangannya. Dua minggu kemudian, proyek properti kembali berjalan dan membuka jalan bagi keberangkatan sang ayah.
Dari pengalaman itu, Ghofur mengingatkan peserta agar tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan hidup. Selama masih memiliki kesempatan, anak perlu menjaga hubungan baik, membahagiakan dan meminta doa orang tua sebagai bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan.
“Kalau kita masih punya bapak dan ibu, jangan sampai kita menyakiti. Kalau bisa, bahagiakan sebahagia bahagianya,” pesannya.
Melalui seminar tersebut, Ghofur mengajak peserta menjadikan keyakinan sebagai landasan, ilmu sebagai bekal dan tindakan nyata sebagai bagian dari ikhtiar.
Baginya, menjemput rezeki bukan hanya tentang mengejar kecukupan materi, tetapi juga memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan sesama dan mempersiapkan kemampuan dan kesempatan untuk memenuhi cita cita, termasuk beribadah ke Baitullah.
Sebagai informasi, seminar tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. Dia berharap seminar ini bisa memberikan manfaat bagi peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa.
Seminar yang digelar untuk memperingati Hari Santri 2026 itu merupakan kegiatan kolaboratif Tugu Media Group dan Chatour Travel yang didukung Unikama dan Localpreneur Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




































