Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Menuju Indonesia Emas 2045, Pj Wali Kota Malang Dukung Inovasi Pembelajaran Sekolah

Redaksi by Redaksi
Juli 30, 2024 3:33 pm
in Pemerintahan
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau inovasi pembelajaran. (Foto/dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau inovasi pembelajaran. (Foto/dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan dukungan penuh terhadap sekolah sekolah yang berinovasi mengembangkan pembelajaran siswa. Hal ini tentunya untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang melalui SMP Negeri 2 Kota Malang kini tengah mengembangkan terobosan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus bernama Sinau Mandiri Bersama Anak Satwimaba Istimewa (Simba Asia).

READ ALSO

Bapenda Kabupaten Malang Masih Kejar Rp64,10 Miliar dari Target Opsen PKB

Pemkab Malang Siapkan Pengisian Lebih dari 200 Jabatan Kosong

Kemudian SMP Negeri 13 Kota Malang juga mengembangkan metode pembelajaran bertajuk Layanan Siswa Istimewa Galas Berwirausaha (Nasi Tiga Beras).

Baca Juga: Pj Wali Kota Malang Tinjau Pengerukan Sedimen Tindak Lanjut Aspirasi di Program Ngombe STMJ

Kedua inovasi pembelajaran ini merupakan jawaban atas kebutuhan pembelajaran diferensiasi bagi siswa istimewa. Penerapan kedua metode tersebut berkiblat pada kurikulum nasional yakni Merdeka Belajar.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau inovasi pembelajaran. (Foto/dok. Prokopim Setda Kota Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau inovasi pembelajaran. (Foto/dok. Prokopim Setda Kota Malang)

Kepala SMPN 2 Kota Malang Riatiningsih menjelaskan bahwa belasan siswa berkebutuhan kusus mengalami hambatan akademis dan mental sehingga belum bisa mandiri dan belum memiliki keterampilan hidup usai dilakukan assesment.

Untuk itu, inovasi Simba Asia dihadirkan demi memfasilitasi dan mengoptimalkan potensi siswa istimewa melalui pembelajaran berdiferensiasi dan bermakna untuk menjadi pribadi mandiri. Pembekalan kemandirian dan Sahabag Siswa menjadi pendekatan yang dikuatkan.

Baca Juga: Optimalkan Pelayanan, Kepala Kantor Imigrasi Malang Kunjungi Pj Wali Kota Malang

“Jadi kami latih hal hal sederhana agar mereka bisa lebih mandiri. Seperti kegiatan yang sehari hari kita lakukan,” ucapnya.

Ria menyebutkan bahwa terobosan ini menerapkan prinsip 4P yakni Penyesuaian, Penyederhanaan, Penghilangan dan Penggantian.

“Tujuan pembelajaran yang diberikan sama, namun cara penyampaiannya berbeda, juga penilaiannya kami bedakan. Tentunya kami juga beri pendampingan lebih,” lanjutnya.

Pasca penerapan Simba Asia di SMPN 2, sebesar 82 persen siswa istimewa mampu mencapai rata rata nilai akademik lebih dari 80. Padahal sebelumya hanya 20 persen siswa yang mencapai kriteria tersebut.

Selain itu, sebelumnya hanya 15 persen guru yang mampu menerapkan pembelajaran diferensiasi, kini naik drastis menjadi 73 persen.

Sedangkan tentang inovasi Nasi Tiga Beras, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum & Guru BK SMPN 13 Kota Malang, Sinthian Susan mengungkapkan gagasan ini sudah muncul sejak tahun 2022. Terobosan ini merupakan sebuah inovasi pembelajaran kontekstual dan kewirausahaan bagi siswa istimewa.

“Bagaimanapun keadaannya, pasti mereka punya potensi di bidangnya. Mereka berhak mendapat pendidikan tanpa perbedaan. Berbekal asesmen diagnostik non kognitif berupa tes psikologi serta identifikasi bakat dan minat terhadap siswa inklusi, kami ciptakan program pelayanan ini dengan tujuan menggali potensi kemampuan wirausaha siswa inklusi,” tuturnya.

“Harapannya keistimewaan mereka tidak menjadi hambatan untuk lebih inovatif dan makin peraya diri, khususnya dalam berwirausaha,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri saat ini memang banyak siswa istimewa yang menuntut ilmu di sekolah reguler.

Pihaknya pun berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada semua siswa tanpa membedakan kondisinya di tengah keterbatasan guru pendamping khusus (GPK).

Karenanya dibutuhkan kreativitas dari pihak sekolah dan guru agar siswa istimewa juga dapat terlayani dalam proses belajar.

Suwarjana menyebut bahwa Simba Asia dan Nasi Tiga Beras sejatinya merupakan hasil replikasi inovasi Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti) SMP Negeri 10 Kota Malang yang mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Klaster Pemerintah Kota Tahun 2023 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

“(Siswa istimewa) Tidak bisa kami tolak, jadi harus tetap kami terima dan ajari. Padahal GPK tidak ada, karena kebanyakan GPK latar belakangnya malah bukan S1 Pendidikan, tetapi Psikologi,” tuturnya.

“Jadi kami tetap melayani anak berkebutuhan khusus tanpa adanya GPK, dan alhamdulilah teman-teman guru di Kota Malang ini kerjanya luar biasa. Mereka pun bisa berinovasi dengan memberikan pembelajaran diferensiasi, seperti Jarik Ma’Siti, Simba Asia dan Nasi Tiga Beras ini,” imbuhnya.

Dukungan penuh diutarakan oleh Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat atas beragam inovasi yang dikembangkan sekolah dalam memfasilitasi siswa istimewa untuk dapat mengenyam pendidikan layak dan setara.

“Harapan saya inovasi ini juga bisa dikembangkan dan mendapatkan apresiasi. Tidak hanya itu, saya berharap juga bagi para siswa istimewa ini mendapatkan pelayanan dan mempunyai tingkat pendidikan dengan kualitas yang sama dengan siswa reguler. Ini juga dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 mendatang,” tuturnya.

Terobosan terobosan ini menjadi kebanggaan bagi Kota Malang. Dua inovasi lain yang juga diajukan dalam PKRI dan mengikuti tahap presentasi dan wawancara, yakni Belajar Menyenangkan Bersama Siswa Spesial (Benang Mass) dari SMPN 3 Kota Malang dan Spenturo Ramah Inklusi (Serasi) dari SMPN 20 Kota Malang.

Layanan publik inklusif seperti Simba Asia bukanlah yang pertama di Kota Malang. Bisa dikatakan ini sudah menjadi proses bisnis tetap dan bentuk komitmen Pemkot Malang dalam mewujudkan ekosistem inklusif secara berkelanjutan melalui berbagai inovasi pelayanan publik.

Seperti Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma’Siti), BREXIT (Braille Eticket and Extraordinary Access for Visual Dissabilities), layanan pojok braille perpustakaan, dokumen kependudukan braille, bahkan layanan inklusi braille (Libra) untuk berbagai perizinan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Indonesia EmasPembelajaran SekolahPJ Wali Kota MalangWahyu Hidayat

Related Posts

Bapenda Kabupaten Malang Masih Kejar Rp64,10 Miliar dari Target Opsen PKB
Advertorial

Bapenda Kabupaten Malang Masih Kejar Rp64,10 Miliar dari Target Opsen PKB

Minggu, 23 Agu 2026
Pemkab Malang Siapkan Pengisian Lebih dari 200 Jabatan Kosong
Pemerintahan

Pemkab Malang Siapkan Pengisian Lebih dari 200 Jabatan Kosong

Jumat, 21 Agu 2026
DPRD Kota Malang Soroti Rendahnya Serapan APBD 2026
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Soroti Rendahnya Serapan APBD 2026

Selasa, 18 Agu 2026
Bupati Malang Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Pendopo Agung
Pemerintahan

Bupati Malang Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Pendopo Agung

Senin, 17 Agu 2026
Konsep Otomatis
Pemerintahan

Wali Kota Kukuhkan 72 Paskibraka Kota Batu untuk Upacara HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026
Tekan Risiko Stunting, Program PASTI Bantu 620 Baduta di Kabupaten Malang Capai Gizi Normal
Pemerintahan

Tekan Risiko Stunting, Program PASTI Bantu 620 Baduta di Kabupaten Malang Capai Gizi Normal

Sabtu, 15 Agu 2026
Next Post
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat memaparkan visi masa depan dokumen Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2025-2029 ke KPU Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Pj Wali Kota Batu Paparkan Rancangan Masa Depan Kota Batu untuk Pedoman bagi Kepala Daerah

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.